Pilih Rami atau Sakho, Deschamps?

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pilih Rami atau Sakho, Deschamps?

Menjadi tuan rumah turnamen besar seperti Piala Eropa 2016 bukan hanya memberikan persoalan di luar lapangan, tapi juga di dalam lapangan. Badai cedera menjadi persoalan besar yang mendera skuat Prancis. Bagaimana tidak? Dari nama-nama yang didaftarkan sang arsitek, Didier Deschamps, ke UEFA, beberapa nama harus menepi karena cedera.

Pemain belakang menjadi posisi yang paling rawan di skuat Prancis saat ini. Deschamps pun mengakui kalau lini belakangnya kalah berkualitas ketimbang lini serang dan lini tengah. Ujian bagi Deschamps kian bertambah saat dua bek tengah, Raphael Varane dan Jeremy Mathieu, dikabarkan terkena cedera ringan pada pertandingan terakhirnya di musim ini. Sebagai pengganti keduanya di posisi bek tengah, Deschamps memanggil bek tengah Lyon, Samuel Umtiti, dan bek tengah Sevilla, Adil Rami.

Dipanggilnya Umtiti jelas tidak seberapa mengejutkan. Pasalnya, bek yang kini masih berusia 22 tahun tersebut merupakan salah satu dari beberapa nama yang menghuni reserve list. Namun, apakah pilihan Deschamps memanggil Rami tepat? Bukankah masih ada nama Mamadou Sakho?

Keputusan Deschamps untuk tidak memanggil Sakho memang begitu mengejutkan. Banyak media Prancis yang ikut terkejut dan berasumsi bahwa Deschamps kurang menyukai Sakho akibat kasus doping yang melandanya jelang berakhirnya Liga Primer beberapa waktu lalu.

Nama Sakho sendiri memang tidak masuk dalam skuat Prancis untuk Piala Eropa 2016 maupun reserve list yang telah disusun oleh Deschamps. Hal ini disebabkan oleh hukuman UEFA yang menyatakan bahwa Sakho dilarang tampil.

Hukuman tersebut berakhir pada beberapa hari yang lalu, berkaitan dengan pernyataan resmi UEFA dalam situs resminya. UEFA menyatakan bahwa:

“Hukuman sementara yang berdurasi 30 hari untuk Sakho telah resmi berakhir. Pimpinan Bagian Tata Tertib, Etika, dan Hukuman UEFA, memutuskan untuk tidak memperpanjang hukuman ini. Hal ini pun membuatnya bebas untuk kembali bermain.”

“Untuk keputusan mengenai kasus ini akan diumumkan dalam beberapa hari sebagai akibat dari ditundanya penyelidikan pemain yang bersangkutan. Namun, dengan keputusan mengakhiri hukuman ini secara teknis ia berhak untuk masuk ke dalam seleksi kesebelasannya.”

Meski status Sakho kini tidak lagi sebagai pemain yang sedang dihukum, namun pada akhirnya Deschamps tetap pada keputusannya dengan tidak memasukkan Sakho.

Mengeluarkan Sakho dan Memasukkan Rami

Nama Adil Rami pada akhirnya lebih dipilih oleh Deschamps untuk menjadi pemain keempat yang mengisi posisi bek tengah Prancis di Piala Eropa 2016, setelah Laurent Koscielny, Eliaquim Mangala, dan Samuel Umtiti.

Berbicara masalah kualitas, sebenarnya Rami tidak buruk-buruk amat. Musim ini, ia bahkan menorehkan catatan mengesankan, yakni mengantar Sevilla menjuarai Liga Europa dan menjadi finalis Copa del Rey. Ia bahkan mengalahkan kesebelasan Sakho, Liverpool, di final Liga Europa.


Catatan kedua pemain di liga masing-masing musim lalu. Paling atas jumlah intersep per game, kedua jumlah blok, dan ketiga jumlah sapuan.

Melihat catatan statistik di atas, tidak ada aspek defensif Rami yang lebih baik ketimbang Sakho. Namun, jika melihat pengalaman, tentu Rami lebih kenyang asam garam sepakbola ketimbang Sakho, yang lebih muda lima tahun.

Deschamps tentunya belajar dari kegagalan Prancis di Piala Eropa 2016. Kala itu, ia banyak memasang pemain baru ketimbang pemain senior dan hasilnya, kesebelasannya harus takluk dari Jerman, yang diisi nama-nama yang lebih senior.

Selain evaluasi dan pengalaman, faktor dukungan menjadi salah satu alasan Deschamps memanggil Rami. Hal ini disebabkan oleh kondisi kesebelasan nasional Prancis yang minim dukungan dari kaum-kaum minoritas usai ia menolak memanggil Hatem Ben Arfa dan Karim Benzema.

Memasukkan Sakho dan Mengeluarkan Rami

Keberadaan Sakho di kesebelasan nasional Prancis era Deschamps memang sudah begitu lama. Ia bahkan telah berada di kesebelasan ini sebelum Deschamps datang. Adanya Sakho dipastikan membuat Deschamps kaya akan pilihan posisi bek tengah. Selain itu, Sakho juga termasuk pemain yang versatile yang membuatnya bisa bermain di beberapa posisi sama bagusnya.

Tidak hanya itu, Sakho juga tipikal pemain yang begitu tenang di lini belakang. Pemain dengan tipikal seperti ini akan menguntungkan Prancis, pasalnya kemungkinannya untuk absen akibat cedera bisa diminimalisir.

***

Melihat keputusan Deschamps memanggil Rami membuatnya berada di posisi sulit, tapi eks pemain Juventus ini juga memiliki sisi menguntungkan. Yang jelas, dengan nama-nama yang sudah dirilis oleh Deschamps, kini saatnya Les Blues membuktikan diri.

ed: fva

Komentar