Optimisme Thiago Motta Akan Peluang Italia di Piala Eropa 2016

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Optimisme Thiago Motta Akan Peluang Italia di Piala Eropa 2016

Diprediksi tidak akan memperkuat Timnas Italia untuk Piala Eropa 2016, nama Thiago Motta justru kembali dipanggil ke dalam skuat sementara. Ia bahkan menjadi salah satu nama yang difavoritkan untuk masuk ke dalam skuat resmi Italia di turnamen akbar Eropa empat tahunan tersebut.

Nama Morata sebenarnya mulai jarang mendapatkan tempat di Timnas Italia pada 2015 lalu. Hal ini terjadi karena Antonio Conte lebih senang menggunakan Riccardo Montolivo ketimbang Motta.

Penurunan performa Montolivo pada akhirnya membuat Motta kembali mendapatkan kesempatan bermain di Timnas Italia. Ia bahkan dipanggil di dua ujicoba Internasional penting yang dilakukan Italia maret lalu, saat mereka menghadapi Spanyol dan Jerman.

Banyak faktor yang diyakini membuat Conte memanggil kembali Motta. Beberapa di antaranya adalah pengalaman berlaga di kompetisi level internasional.

Selain faktor tersebut, Gazetta World mengungkapkan bahwa, Motta dipilih Conte karena ia kembali menemukan performa baiknya di paruh kedua musim 2015/16 lalu, yang mana ia berhasil membawa kesebelasannya saat ini, Paris Saint-Germain, mendapatkan quadruple.

Meski demikian, pilihan mendatangkan Motta untuk membela Italia di Piala Eropa 2016 juga membuat nama Conte dikritik. Bagaimana tidak, Motta sebelumnya mengalami cedera jelang laga final Piala Prancis, dan membuatnya absen di pertandingan tersebut.

Motta sendiri mengakui bahwa cedera tersebut sedikit memengaruhinya secara mental karena terjadi beberapa waktu jelang pertandingan. Tapi, ia menambahkan bahwa hal tersebut bukan menjadi penghalangnya untuk memperkuat Timnas Italia di Piala Eropa 2016.

“Cedera tersebut bukan menjadi persoalan saya, meski pun pada akhirnya berakibat batal bermainnya saya di final (Piala Prancis),” ucap Motta setibanya di Coverciano, Selasa (24/5) pagi. “Tapi cedera ini justru menjadi pelecut semangat karena ini merupakan turnamen besar Eropa kedua saya di Timnas.”

“Saya akan berupaya bermain maksimal agar bisa membela Italia di turnamen ini. Sebab, selain karena ingin mengharumkan nama Italia, turnamen ini juga digelar di Prancis, yang notabene adalah rumah kedua saya,” ucapnya.

Motta menjelaskan, Italia memiliki beban yang tidak mudah di turnamen ini, mengingat mereka bermain tidak cukup baik di Piala Dunia 2014, serta berada di grup maut, yakni grup D, yang diisi oleh Belgia, Irlandia, Italia, dan Swedia.

“Kami memiliki beban berat di turnamen kali ini. Meski demikian, bukan berarti kami akan kalah. Kami melihat ada peluang untuk mendapatkan gelar juara jika kami konsisten bermain baik,” imbuhnya.

"Meski ini bukan skuat terbaik, tapi ini adalah skuat yang kuat. Sekarang semuanya tergantung bagaimana kami tetap fokus dan berupaya untuk tetap rendah hati," pungkasnya

Komentar