Rayakan Juara, Pendukung Leicester City Dilarang Nonton Bareng di Stadion

Berita

by Teguh Rama

Teguh Rama

Penulis. Menggemari sepakbola dari sisi budaya tribun. Dapat dihubungi melalui surel teguhsutasman@gmail.com

Rayakan Juara, Pendukung Leicester City Dilarang Nonton Bareng di Stadion

Tinggal menghitung hari merayakan gelar juara, pendukung Leicester City harus merasakan kekecewaan. Pasalnya, pihak Leicester City yang semula merencanakan untuk menayangkan dua laga kandang krusial mereka di musim ini, akhirnya menutup kemungkinan menayangkan laga-laga tersebut di kandang mereka, stadion King Power.

Klub berjuluk The Foxes hanya tinggal perlu selangkah lagi menapakkan kakinya di puncak tangga perebutan gelar juara Liga Primer Inggris musim ini. Tim asuhan Claudio Ranieri tersebut secara matematis hanya perlu meraih 3 angka saat bertandang akhir pekan ini ke stadion Old Trafford, markas Manchester United.

Entah berkah atau musibah, laga penentuan juara, yakni kontra Manchester United (1/5) dan juga laga penganugerahan piala Liga Primer, yakni kontra Chelsea (15/5) dilaksanakan pada laga tandang. Sebagai bentuk dukungan dan kebersamaan, pendukung mereka berupa untuk menyaksikan siaran langsung dari laga-laga (yang kelak) bersejarah tersebut.

Awalnya, pihak klub menerima sejumlah usulan untuk menayangkan laga-laga penting tersebut di stadion Filbert Way yang kini bernama King Power Stadium itu. Namun, akhirnya klub membantah kemungkinan tersebut dikarenakan peraturan yang tidak memungkinkan mereka melakukan hal tersebut.

Premier League sebagai pihak yang berwenang rupanya menolak usulan tersebut. Hal itu dikarenakan peraturan yang menyebutkan bahwa klub tidak boleh untuk menayangkan laga yang disiarkan oleh pemegang hak siar Liga Primer Inggris, Skysports dan BT Sport pada layar raksasa didepan massa besar.

Sebagai solusi, maka pihak Leicester City akan memperkecil kuantitas penonton yang akan menyaksikan pertandingan tandang di daerah perhotelan dalam stadion atau yang biasa disebut hospitality. Namun, diperkirakan kapasitas yang bisa ditampung hanya sebanyak 1600 orang saja.

Seorang juru bicara dari pihak Leicester City, memberi keterangan lebih lanjut tentang rencana penayangan laga atau yang di Indonesia akrab disebut sebagai `nobar`(nonton bareng).

“LCFC telah memutuskan untuk menampilkan dua pertandingan tandang di layar besar di stadion King Power. Juga, banyak pub baik di pusat kota dan lainnya, pub lingkungan keluarga, membayar tarif komersial yang sangat tinggi untuk menyaring pertandingan,” ujarnya kepada Daily Telegraph.

“Dewan kota [Leicester] juga akan membantu memfasilitasi klub untuk menempatkan pada lokasi lain, tapi kami tidak ingin mengambil keuntungan yang lebih dari pub-pub di kota yang mengandalkan pendapatannya dari matchday,” tambahnya.

Pendukung Leicester City akan dapat menyaksikan laga tersebut di dalam stadion King Power, lokasinya terletak di Keith Weller Lounge, Walkers Hall dan 1.884 Sports Bar pada dua laga penting tersebut. Setiap penonton nantinya akan dikenakan seharga 5 Poundsterling untuk orang dewasa dan £ 3 untuk pendukung di bawah usia 18. Fans akan diberikan baik botol gratis bir atau air dan setiap keuntungan yang dibuat pada pemutaran akan disumbangkan ke LCFC Foxes Foundation.

Leicester City kini seakan pasti merengkuh titel liga pertamanya sejak berdiri pada 1884. Prestasi tertinggi klub berjuluk The Foxes ini di ajang liga level teratas adalah runner-up, yakni pada musim 1928/29.



Foto:
[tr]

Komentar