Pertemuan Dua Sosok Pembuat Keajaiban bagi Liverpool

Berita

by Redaksi 33

Redaksi 33

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Pertemuan Dua Sosok Pembuat Keajaiban bagi Liverpool

Rafael Benitez adalah sosok yang dielu-elukan oleh publik Anfield. Ia adalah manajer yang menghadirkan sebuah keajaiban bagi Liverpool di sebuah tempat bernama Istanbul, saat The Reds meraih sebuah kemenangan dramatis atas AC Milan lewat drama adu penalti setelah mereka tertinggal terlebih dahulu 3-0 di babak pertama. Berkat kemenangan itu, publik Liverpool memujanya, meskipun pada akhirnya ia meninggalkan Liverpool untuk mencari petualangan di tempat baru lain.

Selang beberapa tahun setelah Benitez pergi, manajer yang menghadirkan sebuah keajaiban bagi Liverpool, datanglah manajer asal Jerman, Juergen Klopp. Dengan gaya heavy metal, seperti yang ditulis oleh ESPN FC, yang ia terapkan di Liverpool, manajer ini juga mampu menghadirkan sebuah keajaiban. Keajaiban yang ia hadirkan pun tidaklah berada di tempat yang jauh. Keajaiban itu hadir di Anfield, rumah sang Liverbird, dalam sebuah malam berbalut kemenangan dramatis atas Borussia Dortmund di babak semifinal (ralat: perempatfinal) Europa League dengan skor 4-3.

Sabtu (23/4) malam, keduanya akan saling berhadapan di Anfield. Benitez, yang sekarang sedang menukangi Newcastle, mengharapkan bahwa ia akan mendapat sambutan yang hangat lagi di Anfield, setidaknya sehangat tiga tahun lalu saat ia menjadi manajer interim Chelsea dan membawa pasukan The Blues menahan The Reds dengan skor 2-2.

"Saya harap saya akan mendapatkan sambutan yang hangat lagi di Anfield. Hubungan saya dengan kota ini sangatlah fantastik. Keluarga saya tinggal di kota ini dan kami memiliki organisasi yang menolong orang-orang di sini," ujar Benitez seperti dilansir oleh The Guardian.

Sebelum laga melawan Liverpool ini, Benitez yang sekarang sedang menukangi Newcastle sempat "dikata-katai" oleh para pemain yang sempat ia asuh, yaitu Steven Gerrard dan Jerzy Dudek. Gerrard dan Dudek mengatakan bahwa Benitez adalah orang yang dingin dan jarang memberikan apresiasi kepada para pemainnya.

"Orang-orang, bahkan mantan anak asuh saya sendiri mengatakan bahwa saya adalah orang yang dingin. Tapi, sebenarnya bukan itu. Saya hanya mencoba untuk menjadi profesional terhadap jabatan yang saya ambil ini. Bekerja di sebuah klub dimana suporter memberikan dukungannya kepada Anda adalah hal yang baik. Namun, saya juga ingin mengantarkan klub yang saya tangani menang sehingga saya harus bersikap lebih dingin," ujarnya.

Sementara itu, Juergen Klopp mengatakan bahwa banyak hal yang harus ia lakukan sebelum menghadapi Newcastle nanti. Manajer yang juga berhasil memungut keajaibannya sendiri di Anfield ini, mengatakan bahwa ia membutuhkan pemain dengan fokus prima untuk menghadapi tim asal Tyneside ini.

"Saya menghormati semua tim yang berkompetisi di liga ini. Saya menentukan susunan pemain agar tim ini bisa memenangkan pertandingan, bukan untuk mengistirahatkan pemain. Apalagi laga melawan Newcastle ini pasti akan berlangsung dengan sulit. Di bawah asuhan Rafa (Rafael Benitez) mereka menjelma menjadi tim bagus," ujarnya.

Kedua tim memang sedang berada dalam tren positif. Newcastle baru saja berhasil menahan imbang Manchester City di pertandingan tengah minggu lalu, dan Liverpool berhasil menumbangkan Everton dalam derby Merseyside. Anfield Sabtu (24/3) malam nanti akan menjadi saksi, keajaiban siapakah yang akan keluar, apakah itu keajaiban milik Klopp ataupun keajaiban milik Benitez.

Komentar