Barca Dikalahkan Valencia, Perebutan Gelar La Liga Sengit!

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Barca Dikalahkan Valencia, Perebutan Gelar La Liga Sengit!

Secara mengejutkan, Valencia berhasil menumbangkan Barcelona 2-1 di Stadion Camp Nou, Senin (18/4) dini hari WIB. Gol Valencia dicetak oleh gol bunuh diri Ivan Rakitic pada menit ke-26 dan Santi Mina pada menit ke-45+1. Sementara itu, gol Barcelona dicetak Lionel Messi pada menit ke-63. Berdasrakan Squawka, ini merupakan tiga kali kekalahan beruntun Barca di La Liga sejak Januari 2003.

Hasil ini membuat perebutan gelar La Liga menjadi sengit. Barca mengumpulkan poin yang sama dengan Atletico Madrid dengan 76 poin. Sementara itu, Real Madrid mengekor di posisi ketiga dengan 75 poin. Namun, La Liga menganut sistem head to head di mana Barca unggul atas dua kesebelasan tersebut.

Babak Pertama
Pelatih Valencia, Pako Ayestaran, menurunkan formasi 4-5-1 untuk meredam agresivitas Barcelona. Tidak ada nama Paco Alcacer, Jose Gaya, dan Joao Cancelo, di susunan pemain utama. Ayestaran pun mem-plot Santi Mina sebagai ujung tombak. Di sisi lain, pelatih Barcelona, Luis Enrique, menurunkan skuat terbaiknya.

Barcelona mengambil inisiatif serangan sejak awal. Mereka mengobrak-abrik pertahanan Valencia dari segala sisi. Trio Luis Suarez-Lionel Messi-Neymar Jr., sudah menebar ancaman sejak peluit dibunyikan.

Pada menit ketujuh, Barca hampir mencetak gol pembuka. Serangan dari sisi sebelah kiri, membuyarkan pertahanan Valencia. Konsentrasi mereka tertuju hanya pada Luis Suarez yang menguasai bola di sudut kotak penalti. Suarez tak mengonversi peluang tersebut menjadi tembakan ke gawang. Dengan cerdik ia mengirimkan bola ke sisi sebaliknya di mana ada Messi yang tidak terkawal. Dengan sekali kontrol, Messi pun melepaskan tendangan keras yang berhasil ditepis Alves.

Selang enam menit kemudian, giliran Neymar yang mendapatkan peluang emas. Pemain berkebangsaan Brasil tersebut sudah berhadapan dengan Alves. Melihat kiper yang terlalu maju, Neymar pun melepaskan tendangan lob yang memperdaya Alves. Namun, kesigapan koleganya sesama Brasil tersebut, membuat gol masih belum juga terjadi.


Pada menit ke-17, giliran Valencia yang balik mengancam. Rodrigo berhasil menerima bola umpan terobosan. Namun, tembakannya masih menyamping dari gawang Barcelona yang dikawal Claudio Bravo.

Serangan bertubi-tubi Barcelona membuahkan tendangan sudut pada menit ke-22. Umpan tendangan sudut tersebut nyaris saja berbuah gol saat bola melengkung berhasil disundul Suarez. Sayang sundulan Suarez terlalu bertenaga sehingga bola melenceng di atas gawang.

Tiga menit berselang, Messi kembali mendapat kesempatan. Memiliki celah di depan kotak penalti, ia langsung menendang bola dengan keras. Lagi-lagi, Alves berhasil menepis tendangan kelahiran 1987 tersebut.

Asyik menyerang, pertahanan Barca menjadi kurang awas. Pergerakan Andre Gomes di sisi kanan pertahanan Barcelona diteruskannya dengan umpan yang diterima Guilherme Siqueira. Dengan cepat, Siqueira menembus kotak penalti Barca dan melepaskan umpan silang. Sial buat Barca karena bola umpan tersebut memantul mengenai kaki Ivan Rakitic yang mengarah ke gawang sendiri. Valencia pun unggul sementara 1-0.

Berdasarkan Whoscored, gol tersebut sekaligus melanjutkan tren buruk Barca yang selalu kebobolan terlebih dahulu sejak empat pertandingan terakhir.

Setelah gol tersebut,Valencia seperti di atas angin. Beberapa kali mereka mendapatkan peluang melalui serangan balik. Salah satunya lewat tendangan Siqueira pada menit ke-31 yang melenceng dari gawang Barca.

Sudah mencetak gol bukan berarti Valencia menguatkan pertahanan mereka. Berulang kali Valencia gagal mengamankan lini tengah. Hal ini terlihat dari peluang yang didapatkan Messi pada menit ke-39. Ia masuk tak terdeteksi dari tengah untuk kemudian menyundul bola tepat di depan gawang. Beruntung, Valencia memiliki Valdes yang kembali berhasil menepis bola.

Kondisi di atas angin membuat Valencia terlihat begitu nyaman saat menyerang. Benar saja, memasuki masa tambahan, Valencia menggandakan keunggulan. Kali ini, giliran Santi Mina yang memaksimalkan umpan terobosan Daniel Parejo.

Gol tersebut merupakan yang kelima buat Santi Mina dalam tujuh penampilan terakhirnya. Padahal, dalam 22 pertandingan sebelumnya, ia baru mencetak dua gol. Babak pertama pun ditutup dengan skor 2-0 untuk keunggulan Valencia.

Babak Kedua

Barcelona kembali menguasai penguasaan bola. Baru dua menit pertandingan berjalan, Barcelona sudah mengancam lewat tendangan Ivan Rakitic. Peluang tersebut berasal dari pergerakan Suarez di sisi kanan penyerangan Barca. Setelah memasuki kotak penalti, Suarez tak menendang bola, melainkan mengumpannya ke depan kotak penalti. Rakitic yang tidak terjaga melepaskan tendangan yang bisa ditahan Alves.

Sepanjang babak kedua, terlihat kalau Valencia bermain lebih tenang. Mereka mulai memainkan bola dari kaki ke kaki.

Pertahanan Valencia kian membaik. Mereka mendorong para pemain Barca menjauhi kotak penalti. Hal ini yang membuat para pemain Barca terpaksa melepaskan tembakan dari luar kotak penalti atau mengirimkan umpan silang.

Pada menit ke-64, Lionel Messi akhirnya berhasil mencetak golnya yang ke-500. Mendapatkan umpan silang Jordi Alba, Messi langsung melepaskan tembakan yang tak terjangkau Alves. Barca pun memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Dengan Valencia yang berusaha mempertahankan keunggulan, tensi pertandingan pun menjadi panas. Berulang kali terdengar teriakan penonton di stadion yang merasa kalau para pemain Valencia melakukan pelanggaran.

Pada menit ke-75, peluang Barca untuk mencetak gol penyama begitu terbuka. Rakitic menerima umpan terobosan tepat di depan kotak penalti Valencia. Awalnya, ia bergerak seperti akan mengumpan kepada rekannya yang lain. Namun, Rakitic memutar badannya, mengelabui Shkodran Mustafi yang mengawalnya. Lewat sepakan kaki kiri, Rakitic melepaskan tembakan yang lagi-lagi berhasil ditahan Alves.

Setelah peluang tersebut, para pemain Barcelona, termasuk pelatihnya lebih sering terlihat protes karena terjebak offside. Hingga menit ke-80, Suarez sudah dua kali terjebak offside, sementara Rakitic sekali.

Sebelumnya, pada menit ke-74, Ayestaran menurunkan Cancelo, yang seorang bek kanan, menggantikan Enzo Perez yang berposisi sebagai gelandang. Di lapangan, hal ini dirumuskan dengan empat bek berjaga di tengah, sementara Cancelo dan Gomes bermain lebih bertahan di kedua sisi. Saat bertahan, terlihat seperti ada dua lapis pertahanan di depan kotak penalti Valencia.

Valencia hampir menambah skor pada menit ke-85. Serangan balik yang bermula dari Alcacer membuat situasi 3vs3 di lini pertahanan Barca. Sayangnya, serangan balik tersebut justru berakhir dengan berkibarnya bendera asisten wasit tanda offside.

Pada menit ke-88, Alcacer kembali mendapatkan peluang. Namun, ia tak mampu menerima umpan silang yang sebenarnya tinggal didorong menuju gawang Barca.

Hingga wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan, Barca tak mampu membalas.

foto: theguardian.com

Komentar