Tiga Angka untuk Menjaga Asa Liverpool

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tiga Angka untuk Menjaga Asa Liverpool

Liverpool terus menjaga asa untuk bermain di Eropa musim depan usai menaklukkan Stoke City 4-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (10/4) malam WIB. Empat gol Liverpool masing-masing dicetak oleh Alberto Moreno menit 8, Daniel Sturridge menit 32, dan dua gol Divock Origi menit 50 dan 65. Sementara satu-satunya gol tim tamu dilesakkan oleh Bojan Krkic menit ke 22.


Hasil imbang di laga sebelumnya membuat Liverpool bekerja keras untuk menang dalam laga yang digelar di Anfield ini. Meski demikian, Klopp justru tidak memasang dua gelandang serang utama The Reds, Adam Lallana dan Phillipe Coutinho sejak menit pertama. Sheyi Ojo dan Kevin Stewart pun dimainkan sejak menit pertama untuk menggantikan dua pemain tersebut.


Bermainnya kedua pemain tersebut ternyata tidak mempengaruhi performa Liverpool. Anak asuh Klopp bahkan mampu unggul cepat di menit 8. Pelanggaran pemain Stoke, Phil Bardsley, terhadap James Milner membuat Liverpool mendapatkan sepakan bebas di sisi kanan pertahanan Stoke. Dari pelanggaran tersebut Milner lebih memilih memberikan umpan cepat ke Moreno yang berdiri bebas. Sepakan jarak jauh eks bek Sevilla tersebut pun tidak mampu dihalau oleh Jakob Haugaard.


Keunggulan Liverpool tidak bertahan lama. Menit ke 22, eks pemain Barcelona, Bojan Krkic mampu membuat skor berubah menjadi 1-1. Lewat sebuah eksekusi tendangan bebas dari Xherdan Shaqiri, Krkic yang berdiri tidak terkawal mampu menyundul bola dan mengarahkannya ke sisi kiri gawang Simon Mignolet.


Gol Krkic membuat anak asuh Mark Hughes bersemangat. Lima menit kemudian, Stoke bahkan mampu mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 1-2. Tapi, sundulan Peter Crouch memanfaatkan umpan Erik Pieters tidak disahkan oleh hakim garis, lantaran striker jangkung tersebut terlebih dahulu terperangkap offside.


Sheyi Ojo pada akhirnya mampu membuktikan diri ke 43.688 penonton yang hadir di laga itu. Lewat sebuah tipuan pada menit 32, ia berhasil mengecoh Shaqiri di sisi kanan pertahanan Stoke. Tak lama setelah itu, ia melepaskan sebuah umpan silang ke mulut gawang Stoke. Sturridge yang berdiri bebas, berhasil memanfaatkan umpan Ojo melalui sundulannya dan mengubah skor menjadi 2-1.


Tapi bintang dalam pertandingan ini bukan Ojo maupun Sturridge, tapi Origi. Striker Timnas Belgia yang baru masuk pada babak kedua bahkan mampu membuat dua gol sekaligus. Gol pertamanya di pertandingan ini berawal dari skema tendangan sudut yang dilepaskan oleh Milner dan Sturridge.


Gol kedua Origi pada menit 65 tidak kalah cantik. Memanfaatkan kembali sisi kanan pertahanan Stoke yang ditempati oleh Bardsley, Origi berhasil melepas sepakan melengkung yang tidak mampu dijangkau oleh Haugaard.


Kemenangan empat gol ini menjadi yang pertama di partai kandang bagi Liverpool semenjak ditangani oleh Klopp. Hal membuat eks pelatih Borussia Dortmund tersebut senang. Ia berkata, “Hari ini saya merasa sangat bangga! Kami berhasil membuat perbedaan, padahal kali ini kami bermain dengan skema yang benar-benar baru.”


Ia menambahkan bahwa ia lebih memilih pemain-pemain muda karena tim-nya membutuhkan istirahat setelah melakoni jadwal yang padat. “Kami perlu mengistirahatkan beberapa pemain di laga ini agar para pemain tetap berada dalam kondisi yang bugar,” imbuh pelatih yang terkenal nyentrik ini.


Sedangkan di sisi lain, kekalahan ini membuat Manajer Stoke, Mark Hughes, kecewa berat. Eks Manajer Blackburn Rovers ini tidak puas dengan penampilan anak asuhnya, terutama setelah turun minum.


“Hasil ini benar-benar menggambarkan jalannya pertandingan. Meski di babak pertama kami mampu bermain baik, tapi di babak kedua kami bereaksi dengan sangat buruk. Kami bahkan tidak bermain baik di babak kedua,” ujar Hughes usai laga.


Dengan kemenangan ini, Liverpool berhasil naik ke posisi delapan klasemen sementara dan menggusur Stoke. The Reds kini mengumpulkan 48 poin dari 31 pertandingan. Di sisi lain, The Potters hanya mampu mengoleksi 47 poin dari 33 laga.

Komentar