Malam Terindah Roy Hodgson

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Malam Terindah Roy Hodgson

Keinginan penggawa Jerman untuk meraih kemenangan pada duel klasik melawan Inggris harus pupus. Sebab, pada laga yang digelar di Olympiastadion, Berlin, Minggu (27/3) dini hari WIB, Die Nationalmannschaft harus mengakui keunggulan tim tamu dengan skor 2-3.

Tak heran, semua orang di balik Tim Nasional Inggris cukup bangga dengan hasil positif ini. Tak terkecuali pelatih Inggris, Roy Hodgson. Ia bahkan mengatakan bahwa kemenangan atas Jerman ini merupakan malam terbaik dalam kariernya sebagai pelatih Timnas Inggris.

“Anda pasti selalu berharap adanya malam terbaik,” ujar Hodgson usai pertandingan kepada Daily Mail. “Dan awalnya saya berharap pertandingan ini akan menjadi salah satu yang terindah. Malam terbaik sejauh ini sebagai pelatih Inggris? Ya.”

Apa yang dikatakan Hodgson memang menunjukkan suatu kebenaran: ia kesulitan membuat Inggris berprestasi di turnamen besar. Dua hasil turnamen major terakhir dapat menjadi contoh. Kalah dari Italia pada Euro 2012 dan menjadi juru kunci serta hanya mengoleksi satu poin pada Piala Dunia 2014.

Berbeda dengan pemain yang didaftarkan oleh Hodgson pada dua turnamen besar tersebut, di uji tanding melawan Jerman. Skuat Inggris didominasi oleh pemain muda. Dari 22 nama yang dipanggil, bahkan hanya ada empat nama yang memiliki usia di atas 30 tahun.

“Saya meyakini bahwa jika kami dapat menjaga para pemain ini untuk bersama, saya yakin Inggris akan benar-benar memiliki masa depan yang cemerlang. Meski ini indah, tapi saya juga merasakan ketakutan. Yakni, ketakutan akan terlupakannya kritik yang telah diberikan dan mental kita yang menanjak,” ucap Hodgson.

“Saya tidak ingin para pemain terlalu percaya diri. Mari buat pemain agar tidak sombong, buat mereka rendah hati, dan yang paling penting adalah mari belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kita buat sebelumnya,” ungkapnya.

“Tidak salah jika ini membuat kami yakin, tapi ini pertandingan ini masih dalam tahap persahabatan. Kami pun harus berhati-hati dalam menyikapinya. Meskipun begitu, di pertandingan ini, kami memainkan banyak pemain debutan dan tidak berpengalaman. Hasil ini tentu saja menjadi modal yang baik bagi mereka,” tambahnya.

Komposisi pemain yang diturunkan oleh Joachim Low sebenarnya lebih menakutkan ketimbang Inggris. Thomas Muller, Mesut Ozil, dan Marco Reus menjadi trio gelandang serang Jerman. Sedangkan di lini depan, Mario Gomez yang sudah mencetak 19 gol dari 26 partai untuk Besiktas diturunkan sejak menit pertama. Di Timnas Inggris, dari tiga nama yang belum mencatatkan caps-nya untuk Timnas, hanya Danny Rose yang dipilih untuk bermain.

Awalnya, tim Panser unggul terlebih dahulu lewat Toni Kroos pada menit ke 43. Pada menit 57, gol Gomez membuat skor berubah menjadi 2-0. Ketinggalan dua gol tak membuat asuh Roy Hodgson panik, bahkan hanya dalam tempo kurang dari 15 menit, Inggris mampu membuat skor menjadi imbang lewat gol dari Harry Kane dan Jamie Vardy. Sundulan Eric Dier pada menit 90 memanfaatkan sepakan pojok pada akhirnya menjadi gol terakhir yang tercipta sekaligus menodai Jerman di depan pendukungnya.

Komentar