Ledakan Bom di Brussels Ancam Piala Eropa 2016

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Ledakan Bom di Brussels Ancam Piala Eropa 2016

Ledakan bom di Bandara Brussels berbuntut panjang pada situasi keamanan di Eropa. Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, bahkan mengisyaratkan kalau Piala Eropa 2016, bukan tidak mungkin dipertandingkan tanpa penonton.

Wakil Presiden Komite Eksekutif UEFA, Giancarlo Abete, menyatakan UEFA akan melakukan pengukuran secara drastis untuk pelaksanaan Piala Eropa. "Piala Eropa 2016 adalah acara yang tidak bisa kami undur atau tunda. Kami tak bisa menghilangkan kemungkinan dimainkan tanpa penonton sebagaimana kami tak bisa menghilangkan terorisme. Jika kami bicara soal potensi pertandingan yang dibatalkan, seperti pertandingan persahabatan atau pertandingan kompetitif yang bisa dipindahkan ke lain hari, secara jelas ini adalah hal yang berbeda," kata pria yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Federasi Sepakbola Italia, FIGC, tersebut.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, menyatakan kalau segala hal akan dilakukan untuk menjamin keamanan Piala Eropa 2016. Ia mengatakan kalau pengeboman di Brussels adalah sebuah pengingat bahwa tingkat ancaman akan semakin tinggi pada Juni mendatang.

Cazeneuve mengatakan kalau staf darurat yang telah terlatih, polisi, dan pemadam kebakaran, akan dimobilisasi sebelum turnamen untuk memastikan hadirnya keamanan kolektif. Prancis sendiri kini telah berada dalam situasi gawat darurat sejak teror November silam dalam penyerangan di Paris.

Penyelenggara Piala Eropa 2016 mengatakan pada bulan lalu, mereka telah mempekerjakan 10 ribu orang sebagai petugas keamanan. Di antara jumlah tersebut, 900 akan dikerahkan untuk setiap pertandingan. Area "Fan Zone" pun akan selalu dicek dari keberadaan barang peledak setiap hari sepanjang turnamen.

Selain itu, mesin pendeteksi metal pun bisa saja digunakan di area pintu masuk. "Fan Zone" sendiri akan ditempatkan di taman atau alun-alun dekat kota dengan layar besar yang terpasang. Cazeneuve menyatakan mereka telah menyiapkan 1,6 juta poundsterling (hampir 30 milyar rupiah) untuk menghadirkan video pengawas di "Fan Zone".

Saat Piala Eropa 2012, sebanyak tujuh juta suporter mendatangi "Fan Zone" di Ukraina dan Polandia. Hal ini menjadi perhatian khusus buat otoritas Paris karena "Fan Zone" akan menjadi tempat strategis buat para teroris melakukan aksinya. Di sisi lain, Prancis ingin tetap menjaga atmosfer "Fan Zone" yang tetap gembira sembari tetap menjaga keamanan penonton.

Memengaruhi Jeda Internasional

Kesebelasan negara Belgia membatalkan sesi latihan mereka pada Selasa (22/3) kemarin sebagai bentuk penghormatan untuk korban serangan Brussels. Sementara itu, pertandingan persahabatan menghadapi Portugal di Stadion King Baudouin pada Selasa pekan depan masih disangsikan.

Federasi Sepakbola Inggris, FA, pun tengah dalam pembicaraan serius dengan Federasi Sepakbola Jerman. Mereka membicarakan soal masalah keamanan dalam laga Inggris menghadapi Jerman yang akan dilangsungkan di Stadion Olimpiade Berlin pada Sabtu mendatang. FA telah mengirim simpati kepada Federasi Belgia atas kejadian penyerangan tersebut.

FA telah memutuskan untuk tetap berangkat ke Berlin pada Jumat. "Rencana kami tidak berubah," kata juru bicara FA, "Tidak ada perubahan atas jadwal kami dan kami tengah dalam komunikasi yang konstan dengan otoritas Jerman. Pemeriksaan keamanan kami sangat ketat."

Setelah menghadapi Jerman, Inggris dijadwalkan bertemu Belanda pada Selasa (29/3) pekan depan di Wembley. Tiket pertandingan dikabarkan telah ludes terjual dan pemeriksaan keamanan akan sangat ketat, sama seperti ketika timnas Prancis bertandang ke Wembley pada akhir November nanti.

foto: indiatimes.com

Komentar