Diminati Real Madrid dan Barcelona, Ranieri Ultimatum Riyad Mahrez

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Diminati Real Madrid dan Barcelona, Ranieri Ultimatum Riyad Mahrez

Penampilan Riyad Mahrez di Liga Primer Inggris musim ini memang dapat dikatakan istimewa. Tak hanya mampu membuat 10 assist, pemain Timnas Aljazair ini juga mampu membuat 14 gol. Angka yang terbilang besar, jika melihat statusnya yang hanya bermain untuk tim sekelas Leicester City.

Melihat performa Mahrez yang luar biasa, beberapa klub besar Eropa, di antaranya Barcelona dan Real Madrid, tertarik meminangnya. Beberapa media besar Eropa, seperti Daily Mail dan Marca bahkan melansir bahwa pemandu bakat klub juara Liga Champions musim lalu, beberapa kali terlihat kala Leicester bermain di Liga Primer.

Keinginan Barcelona dan Madrid untuk meminang Mahrez pun mendapat perhatian khusus Manajer Leicester, Claudio Ranieri. Eks juru taktik Chelsea ini merasa sah-sah saja kedua klub tersebut berkeinginan untuk merekrut Mahrez, mengingat eks pemain La Havre ini bermain dengan baik sejauh ini. Tapi, ia tidak mau pemainnya berkonsentrasi pada transfer mengingat perjalanan Leicester di liga masih panjang.

“Jika Riyad (Mahrez) bermain sebaik mungkin, saya jamin dia akan bermain secara reguler. Tapi, jika saya lihat dia sudah tak menunjukkan performa baik karena tim lain, saya akan membuatnya berada di bench,” ujarnya kepada Daily Mail kemarin (26/2).

Pernyataan Ranieri memang cukup beralasan. Bagaimana tidak, selain kontrak Mahrez masih cukup panjang, yakni hingga 2019, ia juga dikabarkan akan menerima kontrak baru, yang kabarnya ia akan digaji 35 ribu poundsterling per pekan.

Tak hanya itu, Leicester juga tengah mengalami tren positif. Klub berjuluk The Foxes ini bahkan tengah berada di jalan yang tepat untuk menjadi juara kompetisi level teratas di Inggris, yang mana terakhir kalinya mereka mengakhiri liga dengan status juara adalah 88 tahun lalu.

“Jika saya adalah Riyad, jelas saya akan menunjukkan bahwa saya bisa bermain lebih baik lagi dan menunjukkan semua yang saya punya. Karena jika saya menunjukkan yang terbaik, mereka akan berkeinginan untuk mendapatkan saya,” tambahnya.

Ranieri menambahkan, ia tak pernah memaksa pemainnya untuk betah bersamanya. Sebab, menurut manajer berkebangsaan Italia ini, tim akan bermain dengan baik jika para pemain merasa senang dan betah. Hal tersebut berlaku sebaiknya, jika para pemain tak senang dan betah, tim tak akan mampu bermain dengan baik.

Ultimatum Ranieri ini berpengaruh secara tidak langsung ke masa depan Mahrez. Namun, pertanyaannya adalah apakah Ranieri mau membangkucadangkan Mahrez, melihat dari kontribusinya kepada tim?

Komentar