Yang Memutus Harapan Empat Besar Manchester United: Wahbi Khazri

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Yang Memutus Harapan Empat Besar Manchester United: Wahbi Khazri

“Saya telah berkata kepada para pemain bahwa empat besar akan sangat sulit sekarang,” ujar Louis van Gaal dalam jumpa pers setelah Manchester United kalah tandang 1-2 melawan Sunderland, Sabtu (13/2). “Kami tidak bisa memalingkan wajah dari ini. [Mengakhiri musim di empat besar] masih mungkin namun sangat sulit. Kami sangat membutuhkan tambahan poin, semua orang sangat sedih.”

Alasan di balik kekalahan United, menurut Van Gaal, adalah kegagalan para pemainnya mengatasi permainan agresif dan bola-bola mati Sunderland. Van Gaal tidak mengada-ada atau mencari alasan karena kedua gol Sunderland memang tercipta dari bola mati; satu dari tendangan bebas langsung dan satu dari sepak pojok, masing-masing di menit ketiga dan ke-82. Satu nama yang terlibat dalam kedua gol tersebut: Wahbi Khazri.

“Ini tiga poin yang sangat berarti,” ujar John O’Shea – pemain belakang yang sejak 1999 bermain untuk Manchester United namun sejak 2011 membela Sunderland – sebagaimana dikutip dari Guardian. “Kami jauh lebih dekat ke titik aman. Kami langsung melihat kemampuan Wahbi begitu ia bergabung dengan kami, ia selalu melepas umpan-umpan berkualitas. Ia akan menjadi aset berharga, Anda akan melihat kami mencetak banyak gol dari bola mati.”

Termasuk bagi O’Shea, apa yang dilihatnya dari Khazri adalah hal baru. Namun bagi orang-orang yang sudah memperhatikannya sejak pemain berusia 25 tahun ini masih bermain di Ligue 1, apa yang Khazri lakukan tidaklah mengejutkan. Salah satu yang sudah mengenal kualitas pemain berkebangsaan Tunisia ini adalah Rémi Garde yang langsung menempatkan Khazri di daftar incaran begitu ia ditunjuk menjadi manajer Aston Villa.

Khazri sendiri memang memiliki tujuan bermain di Premier League dan siap pergi meninggalkan Girondins de Bordeaux – yang ia bela sejak 2014 – begitu tawaran yang tepat datang. Garde, walau demikian, tak menjadi jalan keluar untuknya; tak tercapai kata sepakat antara Bordeaux dan Villa mengenai besaran biaya transfer. Saat itulah Sunderland masuk dengan 9 juta pound sterling dan Khazri, setelah bertanya mengenai Sunderland kepada Henri Saivet (yang, menariknya, bermain untuk kesebelasan saingan Sunderland, Newcastle United), pindah dari barat daya Prancis ke timur laut Inggris.

Tercapainya kata sepakat antara Bordeaux dan Sunderland adalah kemenangan untuk semua pihak. Khazri perlu bermain di kesebelasan Premier League dan Sunderland membutuhkan tambahan kualitas di lini depan; Khazri bisa bermain di belakang penyerang atau sebagai penyerang sayap di kedua sisi. Khazri memiliki kecepatan dan mahir menggiring bola. Kemampuannya menciptakan peluang juga dapat diandalkan: Khazri meninggalkan Prancis sebagai pencetak assist terbanyak kedua setelah Angel Di Maria di Ligue 1 musim ini (Di Maria tujuh, Khazri lima). Jumlah gol yang telah ia cetak, lima, lebih banyak dari pemain Bordeaux mana pun musim ini.

“Wahbi adalah pemain serang yang cepat dan dinamis,” ujar Sam Allardyce, manajer Sunderland, sebagaimana dikutip dari situs resmi kesebelasan. “Ia memiliki banyak atribut, terutama umpan-umpan dari area sayap dan eksekusi bola mati dan tentu saja kemampuannya mencetak gol. Kemampuannya bermain di banyak posisi akan melengkapi pilihan lini depan yang sudah ada dan saya senang ia bergabung dengan kami.”

Satu kualitas lain yang dapat Khazri tawarkan adalah semangat juang. Pemain yang lahir di Ajaccio, Prancis, ini tidak ragu terlibat kontak fisik dalam perebutan bola. Mengerahkan seluruh kemampuan ketika bermain adalah bagian dari permainan Khazri dan pendukung, baginya, adalah bagian tak terpisahkan dari sepakbola. Pernah dalam satu kesempatan ketika masih membela Bordeaux ia berujar: “Aku sangat kesal melihat [posisi Bordeaux] di tabel klasemen; para pendukung mengejek kami dan aku mengert mereka namun mereka juga harus sadar bahwa kami telah mengerahkan kemampuan terbaik di lapangan, dan untuk keluar dari masa sulit ini kami membutuhkan mereka.” Pernyataan yang sama cocok diterapkan lagi di Sunderland saat ini, mengingat mereka masih terjebak di peringkat ke-19.

Di luar lima assist dan lima golnya dalam 20 pertandingan Ligue 1 musim ini , Khazri telah menciptakan 54 peluang (hanya ada dua pemain yang lebih baik darinya dalam hal ini) dan itu berarti dalam setiap pertandingan Khazri menjamin terciptanya 2,7 peluang. Tiga pertandingan Premier League bersama Sunderland tak bisa dijadikan perbandingan namun sebagai gambaran, sejauh ini, Khazri telah mencetak satu gol dan satu assist. Selama itu ia juga telah menciptakan delapan peluang serta menorehkan persentase sebesar 50% dan 78% untuk akurasi tembakan dan umpan.

Komentar