Carragher: Tanpa Sturridge dan Coutinho, Liverpool adalah Tim yang Biasa Saja

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Carragher: Tanpa Sturridge dan Coutinho, Liverpool adalah Tim yang Biasa Saja

Jurgen Klopp tak henti-hentinya memuji Daniel Sturridge usai Liverpool menang telak 6-0 atas Aston Villa, Minggu (14/2) kemarin. Klopp mengatakan bahwa gol yang dicetak Sturridge, membuatnya tak percaya. Pasalnya, menurut Klopp, gol tersebut tak hanya membuktikan bahwa Sturridge tidak memiliki masalah adaptasi meski lama tak bermain, tapi gol itu juga merupakan bukti bahwa cedera tak menghalangi potensi Sturridge untuk terus menebar ancaman di gawang lawan.

“Gol yang Sturridge buat tak terlalu mengagetkan. Hal yang mengagetkan adalah bagaimana ia dapat bermain baik meski ia sebelumnya tak bermain dalam jangka waktu yang terhitung lama,” ujar Klopp kepada Mirror usai pertandingan.

Pujian Klopp memang tak berlebihan. Sebab, laga melawan Aston Villa kemarin, merupakan pertandingan pertama Sturridge menjadi starter di bawah asuhan Klopp. Tak hanya itu, gol yang dicetak Sturridge juga merupakan gol ketiga dari empat kali penampilannya sebagai starter di Liga Primer Inggris musim 2015/2016.

Di balik gol yang dicetak Sturridge, ada catatan membanggakan yang dibuat pemain asal Birmingham ini, yakni rasio menit per gol-nya yang terbilang cepat sepanjang sejarah Liverpool di Liga Primer Inggris, yang mana Sturridge butuh 117,6 menit untuk satu golnya.

Catatan yang dimiliki Sturridge bahkan membuatnya lebih cepat ketimbang empat striker top Liverpool di Liga Primer, seperti Fernando Torres, Luis Suarez, Michael Owen, dan Robbie Fowler.  Sebelumnya, Torres menjadi striker dengan rasio menit per gol tertinggi Liverpool, karena hanya membutuhkan waktu 121,3 menit untuk mencetak tiap gol-nya. Sementara Suarez, Owen, dan Fowler butuh 138,8 menit, 142,6 menit, dan 158,3 menit untuk setiap mencetak gol.

Rasio gol apik milik Sturrige pun membuatnya mendapatkan pujian dari legenda Liverpool, Jamie Carragher. Menurut bek yang akrab disapa Carra ini, ketiadaan sosok seperti Sturridge yang memiliki rasio gol apik, membuat Liverpool kesulitan di awal musim.

“Tanpa dia (Sturridge) dan Coutinho, Liverpool adalah tim yang biasa saja dan pertandingan ini adalah bukti penampilan keduanya, setelah harus menunggu selama beberapa bulan. Ada suatu perbedaan yang sangat terasa jika memainkan keduanya di lapangan,” ujar Carragher usai pertandingan.

Ucapan Carragher memang benar adanya, kehadiran Sturridge memang tak mampu membuatnya mencetak banyak gol, tapi Liverpool mampu mencetak lebih dari lima gol. Sesuatu yang belum pernah mereka lakukan musim ini di liga. Jadi, wajar jadinya jika menyebut laga ini sebagai ajang penahbisan ketajaman Daniel Sturridge.

Komentar