Ranieri Tak Pernah Merasa Ada Beban Besar di Setiap Laga Big Match

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ranieri Tak Pernah Merasa Ada Beban Besar di Setiap Laga Big Match

Liga Primer Inggris akan menyuguhkan dua duel menarik Minggu, hari ini (14/2). Arsenal melawan Leicester di Emirates serta Tottenham yang akan melawat ke Etihad untuk menghadapi tuan rumah, Manchester City. Dua pertandingan tersebut dianggap menarik, sebab keempatnya merupakan tim yang kini menghuni empat besar klasemen sementara Liga Primer Inggris.

Meski terlalu dini menyebut laga melawan Arsenal adalah sebagai pemantasan juara Liga Primer, tapi bisa dibilang laga melawan Arsenal adalah ujian bagi Leicester merupakan ujian khusus bagi Leicester. Sebab, setelah pekan lalu berhasil mengalahkan City dengan skor 1-3 di Etihad, mereka harus membalas kekalahan pada putaran pertama lalu, di mana Leicester harus takluk dengan skor telak 2-5 dari Arsenal di King Power Stadium.

Tapi nyatanya, Leicester tak menargetkan diri untuk menang pada laga melawan Arsenal. Ranieri mengungkapkan bahwa timnya akan bermain tanpa beban. Sama seperti kala timnya mengalahkan City pekan lalu.

“Kami (Leicester) tak pernah merasa ada beban pada diri kami di laga ini, sebab kami melakukan pekerjaan kami dengan baik. Selain itu, kami juga tak pernah merasa ada beban sebab tak mengapa jika kami tak juara, karena kami tak mengeluarkan banyak uang,” ujarnya kepada ESPNFC Sabtu lalu (13/2).

Ranieri bahkan menyebutkan bahwa saat ini malah Arsenal yang berada di posisi yang tidak diuntungkan. Pasalnya, meski mereka hanya mendatangkan dua pemain pada dua bursa transfer di musim ini, yakni Petr Cech dan Mohamed Elneny, tapi mereka memiliki beberapa nama yang terus menerus menjadi harapan karena tak sedikit uang yang mereka keluarkan tiap musim untuk sosok seperti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez.

Ranieri bahkan meminta pemainnya untuk menikmati laga ini sebab menurutnya musim ini adalah salah satu cerita indah dalam sejarah klub.

“Kami ingin terus menjalani mimpi indah dengan pendukung kami. Sebab, selamanya kami ingin terus bermimpi. Tolong jangan ada yang membangunkan kami,” papar eks pelatih Chelsea ini.

Berbeda dengan Ranieri yang membahas mengenai beban yang melanda kedua tim menjelang laga, Manajer Arsenal, Arsene Wenger, lebih mencoba fokus pada persiapan timnya menjelang laga yang disebut menentukan jalan Arsenal pada sisa pertandingan musim ini.

“Permainan Leicester sedikit berubah saat ini. Mereka melakukan sedikit evolusi pada permainan mereka, yang mana kini mereka bermain dengan tembok yang sangat tangguh ketimbang sebelumnya dan keluar dari tekanan lawan dengan sangat cepat. Coba sekarang Anda lihat umpan jauh yang mereka lepaskan, lebih banyak ketimbang tim lain karena mereka memiliki (Jamie) Vardy yang tugasnya kini tak hanya mencetak gol,” imbuh Wenger kapada The Guardian.

“Kami akan menghentikan serangan balik cepat yang sering mereka terapkan. Meski demikian, kami punya keuntungan karena bermain di kandang sendiri dan kami harus memanfaatkan itu,” tambahnya.

Pendekatan kedua pelatih terhadap media memang berbeda. Namun, melihat Claudio Ranieri serta anak asuhnya yang tak merasa terbebani untuk tampil apik di laga ini, sepertinya Arsenal perlu sedikit waspada. Pasalnya, hal yang sama juga diucapkan Ranieri jelang lawan City, dan hasilnya City terpaksa mengakui kemenangan Leicester dengan skor telak di kandang sendiri.

Komentar