Allegri Disarankan Gurunya untuk Menerima Tawaran Chelsea

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Allegri Disarankan Gurunya untuk Menerima Tawaran Chelsea

Sukses saat melatih Cagliari, Massimiliano Allegri dibebani target setinggi langit saat diangkat menjadi pelatih AC Milan. Pada musim 2010/2011, akhirnya ia berhasil membawa AC Milan juara Serie A.

Berjalan beberapa musim, ia tak sanggup mengulangi apa yang ia capai di musim pertamanya dan dianggap tak memuaskan oleh jajaran manajemen. Allegri pun harus rela melepaskan jabatan sebagai pelatih Rossoneri pada Januari 2014.

Dipecat AC Milan bukan berarti Allegri sosok yang tak jago meracik strategi. Kemampuan sebagai pelatih bahkan mengantarkan trofi Serie A di musim pertamanya bersama Juventus. Di musim ini, kendati ditinggalkan beberapa jagoan mereka seperti Arturo Vidal, Andrea Pirlo, dan Carlos Tevez, Juventus masih tetap mampu bermain apik meski sempat kendor di awal musim. Buktinya kini mereka mencatatkan 14 kemenangan beruntun dan rasio kemenangan 67,03 % per laganya.

Catatan apik Allegri memunculkan rumor bahwa ia merupakan calon Manajer Chelsea musim depan, untuk menggantikan Guus Hiddink yang statusnya kini masih interim. Menurut SunSport, nama Allegri bahkan bersanding dengan Diego Simeone dan Jorge Sampaoli yang juga santer disebut sebagai pembesut Chelsea musim depan. Tak hanya itu, Allegri juga disebut sebagai salah satu calon suksesor Louis van Gaal di Manchester United.

Gosip hijrahnya Allegri ke Chelsea akhirnya didengar oleh mentornya saat bermain di Pescara, Giovanni Galeone. Menurut Galeone, Allegri bahkan tak perlu berpikir dua kali untuk memutuskan melatih Chelsea, sebab tawaran yang diberikan terlalu bagus untuk ditolak.

“Jika saya adalah Allegri, saya akan mengambil kesempatan itu. Melihat potensi Allegri kini, dia merupakan salah satu di antara lima pelatih terbaik di dunia dan saya pikir dia akan meninggalkan Juventus sebab tawaran Chelsea sangat menarik,” ujar Galeone kepada stasiun radio khusus sepakbola dan ekonomi, Radio Radio kemarin (9/2).

Pelatih yang sempat disandingkan dengan Arrigo Sacchi pada dekade 80-an ini juga menyebutkan bahwa kesalahan Juventus yang tak mengiyakan keinginan transfer Allegri awal musim ini akan menjadi bumerang.

“Menurut saya, hal itu (kegagalan transfer) membuatnya tak lagi memiliki keinginan untuk bertahan di Italia. Sebab, saya pikir dia akan mampu bekerja dengan baik di sana (Chelsea),” imbuh pria 75 tahun ini.

“Menjadi juara Serie A dan finalis Liga Champions di musim lalu membuktikan sudah membuktikan kredibilitasnya,” ungkapnya.

Melihat apa yang diungkapkan sosok yang dikenal dekat dengan Allegri tersebut memang benar. Pasalnya, beberapa media Italia menyebut Allegri akan digaji enam juta poundsterling pertahun, dua kali lipat gajinya di Juventus. Selain itu, budget transfer yang besar kabarnya juga akan diberikan mengingat Chelsea ingin memperbaiki capaian tak memuaskan musim ini.

Pemilihan Allegri sebagai manajer memang sangat berdasar. Bahkan menurut Daily Mail, nama Allegri menjadi satu-satunya calon kuat yang akan mengisi pos manajer di Chelsea. Mengingat Roman Abramovich kurang menyukai gaya bermain bertahan a la Simeone serta pengalaman melatih di Eropa Sampaoli.

Menarik untuk ditunggu, apakah Allegri mengiyakan saran dari eks mentornya dan memilih bergabung Chelsea? Atau ia lebih menepati kontraknya bersama Juventus yang akan berakhir di akhir musim 2016/17?

Komentar