Gary Neville dan Rumah Untuk Tunawisma

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Gary Neville dan Rumah Untuk Tunawisma

Sebagai eks kapten tim, Gary Nevillle sangat jarang bersikap tenang saat di lapangan. Selain kontroversial saat melatih maupun bermain, ia malah memiliki watak dan sifat yang meledak-ledak saat memimpin rekan-rekannya bertanding.

Namun, di luar lapangan, semua pandangan buruk mengenai Neville hilang. Bahkan ia dikenal sebagai pria yang memiliki sifat humanis yang tinggi. Salah satu contohnya adalah upaya Neville untuk mengentas jumlah angka tunawisma di Manchester dengan menyewa suatu gedung bekas bursa efek untuk menjadi rumah sementara selama musim dingin.

Rumah tunawisma milik Neville memang dianggap sangat bermanfaat bagi tunawisma. Pasalnya, ia tak hanya mengeluarkan 150 ribu poundsterling untuk membayar keperluan shelter tersebut, tapi ia juga menyediakan kebutuhan makanan serta konseling bagi para tunawisma yang tinggal di sana, yang mana semua fasilitas itu dapat mereka gunakan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.

Neville sendiri tak mengharapkan apa-apa dari kehadiran shelter itu. Ia pun menyerahkan kepengurusan rumah kepada aktivis tempat tinggal yang menamai dirinya Manchester Angels.

“Dalam 10 tahun terakhir, dia sering terlihat menawarkan bantuan untuk tunawisma yang ia lihat di sepanjang jalan di Manchester. Dia pun mewujudkannya beberapa bulan lalu, dan banyak tunawisma yang mengetahuinya,” ujar Wesley Hall salah seorang aktivis kepada The Guardian Kamis kemarin (28/1).

“Gary (Neville) mengubah wajah para tunawisma yang terlihat putus asa dan sengsara menjadi gembira dalam sekejap. Mereka tahu bahwa ada orang yang peduli dengan membuat suatu tempat untuk mereka dan hal itu saya pikir cukup berarti untuk mereka,” imbuh Nathan Newman, aktivis lainnya.

Pujian tak hanya diberikan oleh aktivis perumahan kepada Neville, melainkan juga oleh salah satu tunawisma yang tinggal di sana, Ash. Ia mengungkapkan bahwa Neville melakukan sesuatu yang langsung menginspirasi orang banyak.

“Sebelumnya saya tidur di jalan yang penuh dengan bahaya. Namun, ketika di sini saya merasa dapat tidur dengan nyaman dan dapat membuat sarapan di pagi hari. Rasanya seperti saya memiliki keluarga besar. Bursa (efek) telah menjadi tempat yang istimewa bagi saya,” ungkapnya.

Tapi meski demikian, upaya Neville tersebut memicu perdebatan orang banyak. Sebab, beberapa warga menolak adanya shelter, karena ditakutkan menjadi sarang penjualan narkoba dan penyakit mental. Selain itu, banyak juga yang mengkritik upaya Neville dengan mengatakan bahwa Neville tak menghormati pemerintah yang juga telah membangun dua shelter untuk tunawisma di wilayah Harpurhey dan Hulme. Pemerintah Manchester pun dikabarkan akan menyingkirkan shelter tersebut dan merubahnya menjadi hotel dan restoran.

Meski banyak kritik, namun setidaknya Neville telah menunjukkan sisi humanisnya, yang harusnya ditunjukkan oleh banyak pesepakbola yang dikenal memiliki kekayaan diatas orang banyak. Dengan apa yang dilakukan Neville, ia pun bisa disebut pemain dermawan seperti Steven Naismith yang sebelumnya memberikan tiket sepakbola untuk para pencari kerja.

Komentar