Rindu Luis Suárez kepada Anfield

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Rindu Luis Suárez kepada Anfield

Liga Primer Inggris bukan sekadar kompetisi di atas lapangan. Ada faktor lain yang membuat Liga Primer Inggris kian menarik, apalagi kalau bukan faktor penontonnya. Sejumlah pemain bahkan mengungkapkan kalau atmosfer penonton di Inggris selalu mengapresiasi apa yang dilakukan pemain. Hal inilah yang membuat banyak pemain merindukan atmosfer di Inggris, tak terkecuali Luis Suarez.

Suarez memang bukan pemain asli Inggris, maupun besar di akademi klub Inggris. Tapi Liverpool dan Inggris, sepertinya akan selalu ia kenang. Bagaimana tidak, empat musim bersama Liverpool, ia selalu menjadi bahan olokan suporter lawan maupun media Inggris. Namun dukungan serta apresiasi yang diberikan pendukung Liverpool kepadanya tak pernah menurun.

Kendati kini dia tengah bersinar di Barcelona, dengan menciptakan 19 gol dari 18 pertandingan di La Liga, namun eks striker FC Groningen ini tak menampik keinginannya untuk kembali ke Liverpool suatu saat nanti.

“Kalian tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan. Jika saya memiliki kesempatan kembali ke Inggris, saya jelas memilih Liverpool dan bukan untuk tim lainnya. Anfield dan dukungan yang diberikan fans Liverpool adalah hal yang paling saya rindukan,” ujar striker kelahiran Salto ini.

“Semua yang pernah bermain untuk Liverpool pasti tahu bagaimana pentingnya keberadaan suporter dalam tim. Hal tersebut juga terjadi dalam diri saya, yang mana segala dukungan yang mereka berikan untuk saya, tak akan pernah terlupakan.”

Kontroversi memang menjadi salah satu berita yang menemani perjalanan karier Luis Suarez sejak datang ke Liverpool pada bursa transfer musim dingin 2010/2011 dari Ajax Amsterdam. Salah satu hal yang paling diingat dari Surez tentu saja gosip mengenai ucapan rasisnya kepada Patrice Evra pada musim 2011/2012, yang mana Suarez merasa tidak melakukan ataupun mengucapkan sesuatu bernada rasial kepada bek Manchester United tersebut.

Meski kariernya penuh kontroversi, termasuk insiden gigitan, nama Luis Suarez juga tak bisa dijauhkan dari prestasi tim maupun individu. Paling baru tentu saja keberhasilannya membawa FC Barcelona meraih lima gelar di tahun 2015. Lantas, kapan Suarez akan kembali?

Sumber: Daily Mail, Whoscored, ESPNFC

Komentar