Paris Saint-Germain dan Kebiasaan Mencemooh Suporternya

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Paris Saint-Germain dan Kebiasaan Mencemooh Suporternya

Keberadaan suporter memang kerap penting di lapangan. Tugas mereka pun jelas, mendukung tim kesayangannya atau menyoraki tim lawan. Tapi suporter juga bisa berbuat negatif kepada tim yang mereka dukung, salah satunya adalah mencemooh kala tim yang mereka dukung tak bermain sesuai yang mereka inginkan.

Salah satunya contohnya adalah suporter Paris Saint-Germain. Suporter PSG mencemooh permainanan tim yang mereka dukung pada lanjutan Coupe de France melawan Toulouse dini hari tadi (20/1) di Parc des Princes.

Cemoohan yang banyak dilakukan lewat "boo" dan siulan ini terjadi kala tim asuhan Laurent Blanc tertinggal dari tim tamu yang unggul di babak pertama lewat gol yang dicetak oleh Jacques Francois Moubandje pada menit ke-11.

Tak ayal, pemain PSG yang didominasi lapis kedua, yang berusaha mengejar ketinggalan malah terlihat tak bermain apik. Tim tuan rumah pun baru dapat membalas gol tim tamu lewat gol David Luiz di menit 54. Meskipun timnya mampu membalikkan keadaan berkat gol penalti Ibrahimovic, Blanc tetap meluapkan kemarahannya terhadap suporter PSG.

“Saya kesal melihat kelakuan suporter yang tidak menunjukkan dukungannya kepada tim. Sebab, saya rasa kami telah melakukan semuanya untuk melihat suporter senang melihat permainan tim ini,” ujarnya seusai laga.

“Melihat boo dan siulan yang mereka lakukan, saya sedikit marah. Saya pun tidak tahu mengapa mereka masih marah, padahal kami hampir memenangkan semua pertandingan yang dijalani,” imbuh Blanc.

Kekecewaan terhadap suporter PSG tak hanya terjadi kali ini saja. Pasalnya sudah beberapa kali pemain dan pelatih PSG yang kecewa melihat kelakuan suporternya, yang bersikap seperti tak memberikan dukungan untuk timnya. Diantaranya yang paling terlihat adalah kala PSG menang 2-1 atas Nancy di 2013 lalu. Kala itu, bintang PSG, Zlatan Ibrahimovic sempat mengatakan bahwa suporter meminta tim untuk menang lebih besar.

“Permintaan suporter kami agak aneh, karena mereka meminta hasil seperti sebelumnya. Padahal, sebelumnya tidak lebih baik ketimbang sekarang,” ujar Ibrahimovic saat itu.

Cemoohan dari suporter PSG ini memang terlihat janggal dan terkesan "tidak tahu diri". Maklum saja karena sebenarnya PSG belum pernah sekalipun kalah di Ligue 1 musim ini. Mereka "hanya" baru gagal menang (baca: imbang) tiga kali, sementara sisanya menang.

Mereka juga berhasil mencetak 51 gol (yang terbanyak di seluruh Prancis) dan kebobolan 9 gol (yang paling sedikit di seantero Prancis) dari 21 pertandingan. Entah apa yang membuat cemoohan suporter kesebelasan tajir ini bisa dimengerti oleh kita semua. Apakah PSG bermain membosankan? Atau memang mereka saja yang takabur karena standarnya sudah terlalu tinggi.

Nyatanya tak hanya tim yang menjadi sasaran cemooh, salah satu pemain PSG, Benjamin Stambouli pun pernah menjadi sasaran keganasan suporter saat laga Ligue 1 melawan Ajaccio tahun lalu. Eks pemain Tottenham ini dicemooh lantaran dia berasal dari Marseille, daerah yang menjadi asal klub seteru PSG.

Sumber: ESPNFC, Le Monde, Lequipe

Komentar