Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Medio 2008-an, rekor pemain termuda Charlton Athletic pecah. Rekor tersebut dipecahkan pemuda 16 tahun yang bernama Jonjo Shelvey. Tahun berikutnya, Shelvey menambah rekor baru dengan menjadi pencetak gol termuda Charlton yang sebelumnya dipegang oleh Peter Reeves sejak 1966. Namun demikian, ia lebih memilih besar di Liverpool yang kemudian menjualnya ke Swansea.

Ia pun sukses menjadi pemain reguler di Swansea, dengan mencatatkan catatan bermain lebih dari 30 di liga dalam musim 2013/14 dan 2014/15. Namun, pergantian pelatih Swansea dari Garry Monk ke Alan Curtis disebut-sebut membuat Shelvey tak nyaman. Ia pun tak dipasang oleh Curtis dalam pertandingan debutnya. Sedangkan dalam laga melawan West Ham dan West Bromwich Albion, ia hanya menjadi cadangan.

Kekalahan dari Oxford Town (10/1) pada laga FA Cup tampaknya menjadi salah satu alasan perginya Shelvey. Ia dikabarkan kecewa karena dianggap Curtis tak bermain maksimal dan biasa saja.

Shelvey pun hengkang ke Newcastle United, klub yang berada satu strip di atas Swansea. Berlabuhnya Shelvey pun memberikan efek positif. Pasalnya ia langsung memberikan kemenangan untuk Newcastle dalam laga melawan West Ham (16/1). Komentar baik pun langsung diberikan kepada Shelvey, pasalnya ia ikut andil dalam gol yang dicetak Giorginio Wijnaldum pada menit 15, salah satunya dari rekan setimnya, Moussa Sissoko.

“Menurut saya, gaya bermain Jonjo (Shelvey) mirip dengan Steven Gerrard, karena sama-sama memiliki kelebihan melepas umpan, terutama umpan panjang. Gol yang dibuat oleh Wijnaldum pun berawal dari aksinya,” ujar Sissoko kepada ESPNFC.

“Saya harap dia akan membawa kami tampil lebih baik di sisa musim ini. Sebab, dalam pertandingan ini ia bermain sangat baik dan menunjukkan beberapa aksi yang terbilang positif untuk tim, apabila penampilannya terus baik, kami yakin akan naik lebih tinggi,” tambahnya.

Ungkapan Sissoko tak berlebihan. Penampilan Shelvey memang cukup baik pada laga tersebut, ia pun berhasil membuat 55 umpan berhasil, satu umpan kunci, serta tiga aksi defensif. Namun sepatutnya Sissoko jangan melabeli Shelvey seperti Gerrard jika Shelvey belum terpeleset ketika menghadapi Chelsea. Eh...

Sumber:  ESPNFC, The Telegraph, What Culture, Whoscored

Komentar