Allardyce Kritik Minimnya Talenta Pelatih Lokal di Liga Primer

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Allardyce Kritik Minimnya Talenta Pelatih Lokal di Liga Primer

Minimnya sosok pemain dan pelatih lokal di Liga Primer Inggris memang sudah menjadi perhatian banyak pihak dalam beberapa tahun terakhir. Setelah Arsenal sempat membuat daftar 16 pemain tanpa satu pun pemain Inggris, musim ini Watford menjadi tim dengan penuh kewarganegaraan dengan hanya memiliki dua Inggris di timnya.

Data tersebut pun menjadi perhatian serius Sam Allardyce. Namun, Manajer Sunderland ini lebih  kecewa terhadap minimnya jumlah pelatih asal Inggris yang mengarsiteki klub Liga Primer, terutama pada beberapa tahun ini.

“Saya rasa sepakbola Inggris tidak lebih baik dengan adanya pelatih dari luar negeri. Saya tidak menolak keberadaan manajer ataupun pelatih asing. Namun jika Anda melihat ke beberapa negara Eropa, Anda akan menemukan kenyataan bahwa pelatih lokal akan lebih banyak ketimbang pelatih asing,” ujar manajer yang dijuluki Big Sam ini Jumat (15/1) lalu.

Baca juga:

Liga Primer Inggris juga tak memiliki pelatih berkulit hitam

Manajer Britania "Jago Kandang"


“Saya kecewa dengan hal ini, karena jika anda melihat Liga Belanda, Jerman, Spanyol, Italia, dan Perancis, pelatih asing tidak mendominasi hingga 75 %. Di Inggris banyak pelatih lokal yang tidak kesempatan untuk menangani tim besar, pelatih bagus di sini hanya berkesempatan menangani tim papan bawah atau Divisi Championship,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa: “Kita harus jujur bahwa pelatih lokal tidak mendapatkan banyak kesempatan di sini.”Allardyce pun mengatakan bahwa dirinya tidak xenophobia atau memiliki ketakutan terhadap orang dari negara lain.

“Saya tidak menolak keberadaan mereka (manajer atau pelatih asing). Pertandingan melawan mereka merupakan tantangan bagi saya. Saya sendiri menganggap mereka hanya sekedar lewat di sini dan banyak dari mereka yang berkarier lebih pendek dari pada karier saya,” tukasnya.

Di balik kritikannya, Allardyce pun mengungkapkan pujiannya kepada pelatih non-Inggris. Ia menganggap bahwa sosok mereka banyak berpengaruh atas perkembangan suatu tim. Ia pun mencontohnkan Arsene Wenger di Arsenal dan Rafael Benitez saat melatih Liverpool.

Ia pun memuji keberanian pelatih non-Inggris memberikan kesempatan kepada pemain muda, yang menurutnya memberikan efek baik kepada perkembangan persepakbolaan di Inggris.

Allardyce tak sekadar berbicara. Berdasarkan data The Telegraph yang dibuat pada awal musim ini, lima tim yang paling banyak menurunkan pemain muda, empat di antaranya dilatih oleh pelatih asing. Mereka adalah Tottenham, Liverpool, Manchester United, dan West Ham, sementara Newcastle menjadi satu-satunya tim yang banyak menurunkan pemain muda, yang dilatih oleh pelatih lokal.

Sumber:   The Guardian, The Telegraph, Daily Mail, BBC

Komentar