Gagal Taklukkan Premier League, Diamanti Kembali ke Serie A

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Gagal Taklukkan Premier League, Diamanti Kembali ke Serie A

Keuangan klub Serie A yang minim dibandingkan kompetisi besar Eropa lainnya membuat tak banyak transfer mengejutkan di bursa transfer musim dingin 2015/16. Meskipun tak ada proses transfer dengan biaya fantastis, namun beberapa transfer Serie A musim ini juga terbilang menarik. Di antaranya kedatangan bek tangguh Milan Bisevac ke Lazio, kembalinya Kevin-Prince Boateng ke AC Milan, serta eks winger Internazionale Milan, Ricky Alvarez, ke Sampdoria.

Tak berhenti sampai di situ, kali ini giliran Atalanta yang memanaskan bursa transfer dengan mengumumkan kedatangan Alessandro Diamanti dari klub Tiongkok, Guangzhou Evergrande Taobao, dengan status pinjaman. Atalanta pun menjadi klub ke lima bagi Diamanti dalam dua musim terakhir, sebelumnya ia memperkuat Watford, Fiorentina, Guangzhou Evergrande, dan Bologna.

Banyak yang berkata bahwa kepindahan Diamanti ke Atalanta adalah karena minimnya kesempatan bermain gelandang serang berusia 32 tahun ini di Watford yang meminjamnya pada paruh musim pertama musim ini. Pasalnya, ia hanya bermain tiga kali hingga paruh musim ini di klub yang bermarkas di Vicarage Road tersebut.

Diamanti pun sepakat bahwa kariernya di Vicarage Road tak sebagus yang ia harapkan. “Saya berlatih keras dalam enam bulan saat berada di Hertfordshire, namun saya tak cukup mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan saya.  Saya bisa melakukan apapun di atas lapangan tapi saya tidak bisa menunjukkannya. Mungkin enam bulan saya di Watford adalah suatu mimpi buruk,” jelas Diamanti saat berada di konferensi pers kemarin (14/1).

Kegagalan Diamanti menunjukkan performa terbaiknya di Watford memang bukan sepenuhnya salah pemain Timnas Italia di Euro 2012 ini. Jika dilihat berdasarkan menit bermain Watford musim ini, Diamanti jarang mendapatkan tempat karena minimnya rotasi pemain yang dilakukan oleh manajer Watford, Quique Sanchez Flores.

Sementara itu, kedatangan Diamanti diharapkan mampu mendongkrak permainan Atalanta yang kini sedang berjuang di papan tengah. Diamanti pun bersemangat untuk membantu Atalanta tampil baik di sisa musim ini.

“Bergamo (kandang Atalanta) adalah sebuah tempat yang mengagumkan saya. Tim tamu selalu kesulitan untuk mendapatkan angka di sini. Tak mengherankan sebab para suporter sangat bersemangat ketika melihat tim ini bermain,” ujarnya.

Ia pun akan berusaha maksimal untuk memuaskan Edy Reja, pelatih Atalanta. “Saya akan mencoba secepatnya beradaptasi dengan pemain dan pelatih. Meski saya kurang bugar, saya berusaha untuk secepatnya dalam kondisi 100%. Saya akan melakukan apapun di sini, karena saya ingin bermain untuk timnas.”

Kembalinya Diamanti ke Serie A pun mengingatkan akan kenangan Diamanti kala bermain untuk Bologna di musim 2011/12. Kala itu ia yang baru datang dari Brescia, sukses melesakkan tujuh gol dan enam assist yang membuatnya dipanggil Cesare Prandelli untuk membela timnas Italia.

Sumber: Football Italia, Mediaset, FourFourTwo, Yahoo Sport

Komentar