Manajemen Newcastle Irit atau Pelit?

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Manajemen Newcastle Irit atau Pelit?

Menangani kesebelasan seperti Newcastle United adalah sebuah tantangan. Suporternya lantang, sementara manajemennya pantang buang-buang uang. Manajer seperti Alan Pardew sekalipun tak tahan. Manajemen pelit, alih-alih irit.

Hal ini yang dirasakan Steve McClaren. Meskipun terdampar di zona degradasi tapi ia masih belum mendapatkan tekanan maha berat dari suporter. Tekanan justru datang karena ia hampir belum mengendus kalau Newcastle akan melakukan manuver pembelian pemain. Padahal, kondisi mereka tengah gawat.

Newcastle sebenarnya sudah mendatangkan Henri Saviet yang ditransfer 4,5 juta pounds dari Bordeaux. Namun, McClaren merasa kalau pembelian itu tak cukup untuk menambah kekuatan The Magpies. “Pembelian itu bukan rocket science. Kami tidak cuma menempatkan bola di jaring gawang. Kami tak cukup mencetak gol untuk memenangkan pertandingan,” jelas McClaren dikutip dari The Guardian.

Menurut The Guardian ada aturan khusus dari pemilik klub, Mike Ashley, kalau McClaren tidak boleh bicara dengan bebas pada media pada hal yang menyangkut urusan transfer. Ditanya kalau Newcastle telah menyiapkan 10 juta pounds buat mendatangkan Jonjo Shelvey, McClaren menjawab dengan format template, “Itu sesuatu yang tidak bisa aku bicarakan. Dia hanya satu dari 100 nama yang dikaitkan dengan kami.”

Pembelian pemain pada bursa transfer Januari secara tidak langsung akan memengaruhi nasib McClaren. Selain itu, jabatan Managing Director, Lee Charnley, pun berada dalam ancaman. Soalnya, dia yang mempromosikan McClaren setelah Alan Pardew meninggalkan St. James Park pada Januari musim lalu. Karena inilah, The Guardian menangkap tanda kalau Charnley membujuk Ashley untuk memperbolehkan McClaren untuk membeli pemain.

Beberapa hari berselang, Jonjo Shelvey resmi mendarat di Newcastle. Ia menandatangani kontrak lima setengah tahun. Gelandang 23 tahun itu pun dikabarkan didatangkan dengan nilai 12 juta pounds.

“Aku senang bisa ada di sini. Aku amat senang karena semuanya sudah beres. Aku berkendara semalaman ke sini, jadi itu adalah 24 jam yang gila, tapi setimpal karena aku datang dan bermain untuk kesebelasan yang hebat ini,” ucap Shelvey.

Kehadiran Shelvey jelas disambut dengan baik oleh McClaren. Pelatih berkebangsaan Inggris itu merasa kesulitan untuk menambah pemain yang paham dengan karakteristik Liga Primer. Pasalnya, ia menganggap Aleksandar Mitrovic dan Florian Thauvin sulit menyesuaikan diri di ketatnya kompetisi Liga Inggris.

“Aku senang dan menyambut Jonjo ke Newcastle United. Dia memiliki pengalaman hebat buat gelandang muda Inggris dan dia adalah pemain timnas. Jadi, aku yakin dia adalah pemain yang tepat di skuat,” kata McClaren, “Dia adalah pemain yang kami kagumi untuk beberapa waktu dan kami amat senang bahwa kami mampu membawanya ke sini.”

McClaren pun kemungkinan akan mendatangkan pemain baru terutama di lini serang. Pasalnya, mereka baru mencetak 22 gol dan kebobolan 38 gol dalam 21 pertandingan. Menurut The Guardian, Newcastle akan mendekati Andros Townsend, penyerang sayap Tottenham Hotspur, yang dianggap bisa meningkatkan kualitas lini serang mereka.

Selain itu beberapa pemain lain seperti Alexandre Lacazette, Bas Dost, Andy Carroll, dan Saido Berahino, ada dalam incaran Newcastle. Namun, kalau melihat sepak terjang pembelian pemain, agaknya pemain yang paling murah-lah yang akan mendarat ke St. James Park.

foto: skysports.com

Komentar