Pep ke Manchester City? Bagaimana Nasib Pellegrini?

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Pep ke Manchester City? Bagaimana Nasib Pellegrini?

Liga Inggris musim depan kemungkinan akan kian semarak. Bukan karena para pemain bintang yang hijrah ke liga dengan uang hak siar televisi terbesar, melainkan kehadiran pelatih kelas dunia.

Berdasarkan The Guardian, Pep memberi kode bahwa ia akan menganggur pada akhir musim ini. Pernyataan tersebut sekaligus memberikan “tanda bahaya” buat pelatih yang saat ini menangani Manchester City, Manchester United, dan Chelsea. Pasalnya, ketiga kesebelasan tersebut yang paling sering terdengar digosipkan untuk memboyong Pep.

Pep sendiri memang memiliki keinginan untuk bekerja di Inggris. Namun, ia belum pernah memberikan konfirmasi terkait ketertarikan tersebut.

“Aku membutuhkan tantangan baru dan aku akan menggunakan kesempatan untuk menjadi manajer di Inggris,” tutur Pep dikutip dari The Guardian, “Aku ingin merasakan atmosfer di Inggris dan stadion di sana. Aku kini berusia 44 tahun dan ini adalah waktu yang tepat. Ada tawaran tapi aku belum menandatanganinya. Ketika aku memiliki klub baru, aku akan memberi tahu semua orang.”

Pep pun menjamin kepergiannya ke Inggris tak akan menggangu mental para pemain Bayern untuk merengkuh berbagai gelar pada musim ini. “Atmosfer di skuat Bayern amat super dan aku akan melakukan apapun untuk mempertahankannya,” kata Pep.

“Aku akan memberi yang terbaik sampai akhir. Kalau aku 60 atau 65 aku akan bertahan di Bayern, tapi aku pikir aku masih terlalu muda. Itu adalah sebuah mimpi, sebuah impian. Aku amat berterima kasih pada Bayern atas kesempatan emas ini. Aku tak akan memboyong siapapun. Mereka harus bertahan di sini.”

Bayern sendiri telah mengonfirmasi bahwa Pep tak akan membesut Bayern pada musim depan. Keputusan tersebut terlihat dengan menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih Bayern selanjutnya.

CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, menyatakan, “Kami berterima kasih kepada Pep Guardiola atas segalanya yang telah ia berikan kepada kami sejak 2013. Saya meyakinkan Pep dan tim kami akan bekerja lebih intensif untuk meraih tujuan utama kami, terutama sekarang telah dikonfirmasi Pep akan meninggalkan Bayern.”

Guardiola sendiri telah memenangkan dua gelar liga bersama Bayern. Namun, dia gagal di Liga Champions dengan hanya mencapai babak semifinal pada dua musim sebelumnya. Selain itu, Pep pun memiliki masalah dengan tim medis Bayern yang membuat mereka berpisah.

“Carlo Ancelotti telah sukses di manapun ia melatih dan telah memenangkan Liga Champions tiga kali. Carlo amat tenang, seimbang, tahu bagaimana menangani pemain bintang dan menyukai beranekarupa gaya bermain. Kami mencari yang seperti ini dan kami menemukannya,” tutur Rummenigge.

Manchester City dikabarkan menjadi kesebelasan yang paling meminati Pep. Meskipun manajer mereka, Manuel Pellegrini, telah menandatangani kontrak hingga Juni 2017, tapi bukan berarti Pellegrini akan tetap melatih City. Kekaguman City pada Pep bisa saja membuat Pellegrini diputus kontrak meskipun ia berhasil membawa City juara pada musim ini.

Kemungkinan Guardiola pindah ke City memang besar, terlebih karena ia akan bertemu sejumlah rekan lama saat membesut Barcelona. Sebut saja nama Ferran Soriano yang menjadi CEO City, lalu ada direktur olahraga, Txiki Begiristain. Hubungan ini yang membuat City percaya mereka bisa mendatangkan Pep ke Manchester.

Meskipun demikian, City mesti menghadapi perlawanan dari MU dan Chelsea yang kemungkinan mendatangkan pelatih baru pada akhir musim nanti. Di kubu MU, Louis van Gaal, masih belum dapat menunjukkan kapasitasnya untuk membawa MU berprestasi. Sementara itu, Chelsea saat ini masih ditangani oleh Guus Hiddink yang berstatus sebagai  pelatih sementara (caretaker).

Sementara itu, Manuel Pellegrini masih enggan mengomentari nasibnya. Desember lalu ia memberi isyarat kalau ia tak ambil pusing dengan kedatangan Pep.

“Aku yakin Pep Guardiola akan bekerja di sini suatu hari nanti. Aku bahkan berharap dia dapat kesempatan bekerja di Manchester City, karena aku mencintai kesebelasan ini dan aku peduli terhadap masa depan City, dan aku yakin dia akan melakukan hal yang baik,” kata Pellegrini.

“Ketika itu menyangkut masa depan, aku tidak tahu. Namun, jika masa depan akan terjadi musim depan, hal paling penting buatku adalah untuk memenangkan liga lagi musim ini. Untuk memenangkan dua gelar dalam tiga tahun akan menjadi sebuah pencapaian. Aku pikir, kami adalah runner up musim lalu. Itu bukan musim terbaik, aku menyadari itu, tapi itu bukanlah sesuatu bencana pula.”

Dari ucapan Pellegrini terlihat bahwa ia sejatinya tak mengerti dengan keputusan City yang ingin mendepaknya. Pasalnya, ia telah membawa City ke jalur yang benar. Pellegrini pun berujar kalau ia lebih baik memenangkan gelar dan dipecat, ketimbang lanjut sebagai manajer tanpa menikmati kesuksesan.

“Aku tidak berpikir posisiku akan dikaitkan dengan gelar juara. Buatku, sebagai manajer, adalah hal yang penting untuk memenangkan gelar karena itu memang tugas utamaku. Jika aku mendapatkan pembaruan kontrak di sini untuk lima tahun lagi atau memenangkan gelar tapi dipecat, aku lebih memilih untuk memenangkan gelar. Buat manajer, pekerjaan utama mu adalah memenangkan gelar,” kata Pellegrini.

Dengan capaiannya, Pellegrini tentu tidak gusar. Ia sudah teruji sebagai pelatih handal. Cara pandangnya sebagai seorang pelatih pun mengagumkan. Kalaupun ia dipecat dari City, tidak perlu waktu lama buatnya untuk mendapatkan kontrak dari kesebelasan lain.

foto: theguardian.com

Komentar