Ada Kecurangan, Ludogorets Ingin Pindah Liga

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ada Kecurangan, Ludogorets Ingin Pindah Liga

Mungkin tak banyak yang tahu tentang Ludogorets. Andai ada tahu, mungkin dia sakit hati karena klub-nya ditahan imbang di Razgrad, kota asal klub kecil Bulgaria ini. Namun kini, hampir semua media besar di Eropa memberitakan Ludogorets yang berencana meninggalkan kampungnya untuk mencari kompetisi lain.

Ludogorets yang sempat menahan imbang Liverpool dan Lazio, serta mengalahkan PSV back-to-back pada kompetisi Eropa beberapa musim terakhir bukan mencari kompetisi lain karena tak adanya lawan sepadan di Bulgaria. Namun, mereka bersama klub lain, di antaranya Litex Lovech merasa dirugikan oleh pihak penyelenggara kompetisi Bulgarian A Football Group dan Federasi Sepakbola Bulgaria (Bulgarian Football Union/BFU).

Asal muasal terjadinya kasus ini ketika Litex menjamu Levski Sofia pada 12 Desember lalu. Litex yang unggul 1-0, tiba-tiba enggan melanjutkan pertandingan. Semua pemain Litex pun terlihat meninggalkan lapangan akibat keputusan wasit yang dirasa berat sebelah.

Pemain Litex merasa bahwa kartu merah kedua dan hukuman penalti yang diberikan kepada mereka menjelaskan bahwa wasit sangat berpihak kepada Levski. Akibat pemainnya tidak mau melanjutkan pertandingan, Litex pun dinyatakan kalah 3-0 oleh BFU.

Beberapa klub pun mengajukan keberatan. Salah satunya adalah Ludogorets yang diwakili oleh pemiliknya, Kiril Domuschiev. Domuschiev yang membeli Ludogorets pada 2010, mengatakan bahwa hukuman yang diberikan kepada Litex tidak adil.

“Kami akan keluar dari Bulgarian A Football Group jika kasus kecurangan seperti ini benar-benar terjadi,” jelasnya seperti dilansir Daily Mail.

”Buat apa kami mengeluarkan uang untuk membeli pemain dan memperbaiki fasilitas di stadion agar orang menonton jika sudah terlihat pemenangnya,” tambah pria berusia 46 tahun tersebut.

Domuschiev pun menjelaskan bahwa perilaku ini, bisa disebut kejahatan dalam sepakbola. “Kami selalu bermasalah dengan wasit. Apalagi terhadap wasit yang terindikasi dekat dengan Levski,” ujar Domuschiev.

Namun, di balik keinginan mundurnya Ludogorets dari kompetisi, Domuschiev menampik bahwa alasan kualitas Ludogorets yang mulai dikejar Levski sebagai alasan. “Saya tidak paham mereka orang diluar berpikir demikian. Empat kali juara adalah bukti kami memilki kualitas jika dibandingkan dengan Levski,” ungkapnya.

Empat kali juara dalam lima musim terakhir memang menjadi bukti sahih kekuatan Ludogorets di Bulgaria. Penampilan paling fenomenal adalah ketika mereka masuk ke babak delapan besar Europa League 2013/2014 dengan mengandaskan PSV, Dinamo Zagreb, dan Lazio. Selain itu, mereka juga pernah masuk ke babak grup Champions League 2014/2015 untuk kali pertama sepanjang sejarah klub.

Tak hanya itu, berdasarkan situs resmi UEFA, Ludogorets menjadi satu-satunya tim asal Bulgaria yang peringkat UEFA-nya di atas 100. Jadi, siapkah Bulgaria kehilangan Ludogorets yang begitu perkasa ini?

Sumber : Daily Mail, The Sun

Komentar