Ramsey, Manifestasi Konsep "Box-to-Box Midfielder"

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Ramsey, Manifestasi Konsep

Kemenangan Arsenal atas Aston Villa (13/15), tak hanya membawa Arsenal menang dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Lebih dari itu, kemenangan berkat gol yang dicetak Olivier Giroud serta Aaron Ramsey, pada laga itu juga membuat Arsenal untuk sementara memimpin klasemen Liga Primer Inggris.

Selain kemenangan, pada laga itu beberapa penggawa Arsenal juga mencetak beberapa rekor baru. Di antaranya adalah Petr Cech, Olivier Giroud, dan Aaron Ramsey. Cech berhasil menyamai rekor David James dalam perolehan clean sheet di Liga Inggris dengan 169 pertandingan tanpa kebobolan. Kemudian, Giroud masuk ke dalam pencetak gol ke-50 tercepat ketiga sepanjang sejarah Arsenal, mengalahkan Dennis Bergkamp dan Robert Pires.

Sementara itu, rekor Ramsey adalah mencatatkan diri sebagai pelari terjauh Premier League dengan jarak 12,37 kilometer yang sebelumnya tercatat atas nama James Milner, dengan jarak 12,34 km. Jarak tersebut dihitung ketika ia merebut bola dari Idrissa Gueye di dekat kotak penalti Arsenal hingga ia mencetak gol ke gawang Aston Villa berkat assist Mesut Oezil.

Meski kontribusi Ramsey sebatas melakukan tekel dan mencetak gol, namun tetap saja apa yang dilakukannya membuat banyak penonton memberikannya applause. “Rasanya menyenangkan apabila mencetak gol. Ini adalah langkah maju dari kami. Gol saya pun tercipta dari skema yang dibangun oleh Theo Walcott, yang dilanjutkan dengan umpan ke saya dari Mesut Oezil,” ujar Ramsey setelah pertandingan kepada The Guardian.

Atas terjadinya gol tersebut, tak diragukan lagi bahwa Ramsey merupakan perwujudan dari konsep box-to-box midfielder yang sebenarnya. Box-to-box midfielder merupakan salah satu posisi di lini tengah, yang mana semua peran akan dijalani, mulai dari bertahan hingga menyerang.

Baca juga: Posisi dan Peran Pemain Berdasarkan Nomor Punggung

Ia pun disamakan dengan Yaya Toure dan Arturo Vidal, nama-nama  gelandang senior yang disebut sebagai gelandang box-to-box terbaik.

Whoscored melansir bahwa dari 11 pertandingan yang telah dijalani Ramsey musim ini, ia pantas mendapatkan julukan box-to-box midfielder. Pada kontribusi dalam bertahan, Ramsey mencatatkan rata-rata 2,3 tekel per laga, dan intersep sebanyak 1,6 kali per pertandingan.

Kontribusi serangan Ramsey pun tidak kalah, ia rajin melepaskan 66,6 umpan per pertandingan, selain itu rata-rata operan sukses Ramsey adalah 87 % per pertandingan. Rataan tembakan per pertandingannya pun lumayan tinggi, yakni sekitar 3,2 per pertandingan. Sementara pemain asal Wales ini juga rutin melepaskan 1,7 umpan kunci per pertandingan.

Meski mulai bermain di tim utama sejak musim 2013/14, Ramsey tetap kesulitan bermain reguler (tambahan: di posisi gelandang tengah). Arsene Wenger pun lebih memilih menduetkan Francis Coqeulin dan Santiago Cazorla. Kini, keduanya tengah dirawat akibat cedera. Kesempatan tersebut pun harusnya dijadikan momentum oleh Ramsey  untuk membuktikan dirinya.

Sumber: The Guardian, WhoScored

Komentar