Odion Ighalo Pengubah Nasib Watford?

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Odion Ighalo Pengubah Nasib Watford?

Satu gol Odion Ighalo ke gawang Sunderland semalam (12/12) menjadikannya pemain Watford pertama yang berhasil mencetak dua digit gol dalam satu musim Premier League. Langsung menuduh para penyerang Watford sebelum Ighalo tidak kompeten adalah berlebihan; mencari tahu berapa banyak musim yang telah Watford habiskan di Premier League lebih manusiawi.

Sebelum musim ini, Watford hanya pernah ambil bagian dalam dua musim Premier League. Yang pertama bagi mereka adalah 1999/2000. The Hornets meraih promosi sebagai pemenang play-off First Division 1999; 2-0 melawan Bolton Wanderers di final.

Promosi ke Premier League 1999/2000 adalah promosi kedua Watford secara berturut-turut. Semusim sebelum memenangi tiket ke Premier League via play-off, Watford naik ke First Division sebagai pemenang Second Division. Meroket, toh, tidak berarti sukses di Premier League.

Watford hanya bertahan satu musim di divisi tertinggi. Hanya menang enam kali dan bermain imbang dalam jumlah yang sama membuat Watford menduduki peringkat terbawah. Mereka mampu mencetak 35 gol namun kebobolan 77 kali; mencetak paling sedikit gol dan kebobolan paling banyak. Pencetak gol terbanyak mereka musim itu, Heiðar Helguson, hanya mampu mencetak enam gol.

Secara keseluruhan Watford memiliki lima belas pencetak gol berbeda. Selain Helguson, gol-gol Watford dicetak Michel Ngonge (5), Allan Smart (5), Richard Johnson (3), Micah Hyde (3), Tommy Smith (2), Tommy Mooney (2), dan Xavier Gravelaine (2). Peter Kennedy, Mark Williams, Rob Page, David Perpetuini, Nordin Wooter, Dominic Foley, dan Darren Ward mencetak masing-masing satu gol.

Watford kembali ke Premier League pada 2006/07, juga sebagai pemenang play-off. Jumlah poin yang mereka kumpulkan di musim ini lebih banyak dari musim pertamanya (28 berbanding 24), namun itu tidak membuat Watford menduduki posisi yang lebih baik. Dengan lima kemenangan dan 13 hasil imbang, Watford kembali menduduki peringkat terbawah.

Watford mencetak 29 gol. Bersama Manchester City saat itu adalah jumlah paling sedikit. Mereka kebobobolan 59 kali (sama dengan Wigan Athletic yang lolos dari degradasi karena unggul selisih satu gol dari Sheffield United), kedua terbanyak setelah Fulham dan Charlton Athletic. Lima dari 29 gol Watford dicetak Hamer Bouazza. Damien Francis dan Marlon King sama-sama mencetak empat gol sementara Ashley Young dan Darius Henderson tiga. Jay DeMerit dan Tamás Priskin memiliki jumlah gol yang sama, dua. Tommy Smith, Gavin Mahon, Douglas Rinaldi, dan Danny Shittu masing-masing mencetak satu gol. Dua lainnya adalah bunuh diri lawan.

Musim ini sendiri Watford sudah mencetak 18 gol, dan 17 di antaranya adalah dari pemain mereka sendiri (satu gol bunuh diri. Rinciannya: Ighalo sepuluh gol, Troy Deeney lima, serta masing-masing satu gol dari Almen Abdi dan Miguel Layún (sekarang di Porto).

Dalam 16 pertandingan Watford meraih tujuh kemenangan dan empat hasil imbang. Mereka sekarang berada di peringkat ketujuh dengan 25 poin. Bisa jadi, perbedaan nasib Watford musim ini mereka rasakan karena memiliki penyerang yang dapat diandalkan. Namun bisa jadi juga ini terjadi karena Watford masuk ke Premier League lewat jalan berbeda; tidak seperti dua musim sebelumnya, Watford kali ini meraih promosi otomatis. Atau ... Watford meraih promosi dengan cara berbeda dan mengalami perubahan nasib karena Odion Ighalo.

Komentar