Gagal, Van Gaal Salahkan Kecilnya Anggaran Belanja Pemain

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Gagal, Van Gaal Salahkan Kecilnya Anggaran Belanja Pemain

Meskipun hanya berjarak tiga poin dari Leicester, namun pelatih Manchester United, Louis van Gaal, hanya bisa pasrah. Ia pun mengaku telah gagal memenuhi ekspektasi pendukung Setan Merah yang terbilang tinggi di tiap musimnya. Salah satunya adalah kegagalan melangkah ke babak selanjutnya pada Liga Champions.

Namun, seakan tak mau disalahkan, Van Gaal menilai bahwa fans United sekarang tak sadar dimana kekuatan mereka. “Fans tidak pernah mau mendengarkan perkataan saya. Mereka pun selalu menuduh saya salah dan selalu berharap kami menang. Mereka mengatakan itu tanpa melihat kekuatan kami seperti apa. Ya kami sangat kuat, tetapi itu dulu,” jelas pria Belanda ini.

Selain itu, ia juga enggan disalahkan atas kurang baiknya penampilan anak asuhnya di dua pertandingan terakhir Liga Champions. “Meskipun kami bermain baik di Premier League, namun di  Eropa kami bermain buruk. Saat laga melawan PSV, kami menyia-nyiakan banyak peluang. Jika Anda bilang, kami minim kreativitas, saya setuju. Namun, jika saya disalahkan akibat kami gagal mencetak gol, Anda salah. Saya hanya bisa melakukan perubahan terhadap taktik, untuk urusan mencetak gol saya rasa para pemain lah yang bertanggung jawab,”  ujar pelatih berumur 64 tahun tersebut.

Dia lanjut berbicara bahwa hampir semua klub di Premier League memilki budget lebih besar daripada klub lain di Eropa. Hal itu membuat beberapa klub mampu membeli pemain, sehingga Premier League lebih sulit dibandingkan kompetisi lainnya. “Skema inilah yang membuat kami bisa dikatakan imbang dengan klub lain di Premier League,” jelasnya.

“Buktinya dapat kita lihat di setiap akhir pekan. Dimana banyak sekali klub kecil yang mengalahkan klub besar. Di kompetisi lain kita tak akan sering melihat hal seperti itu. Inilah yang membuat kami bermain tak seperti yang diharapkan. Kami juga perlu fokus pada pertahanan,” tambahnya.

Performa Manchester United saat ini menjadi sasaran kritik pendukungnya. Dengan rata-rata ball possession mencapai 60.3 % per pertandingan, United selalu kesulitan mencetak gol. Lini depan United pun kerap kurang agresif dalam bermain.  United pun hanya mencetak 20 gol, lebih rendah dari Southampton yang berada di peringkat 12.

Sumber : The Guardian, bleacher report

Komentar