Kemenangan Sempurna Napoli

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kemenangan Sempurna Napoli

Napoli menyelesaikan fase grup Europa League musim ini dengan sempurna. Bermain di kandang, kesebelasan berjuluk Partenopei tersebut berhasil mengandaskan perlawanan kesebelasan Polandia, Legia Warsawa, dengan skor 5-2. Hasil tersebut membuat kesebelasan asal kota Naples ini menyapu bersih enam pertandingan di grup D Europa League.

Jumlah poin Napoli pun menjadi yang terbaik diantara kontestan Europa League musim ini. Total poin Napoli yang berjumlah 18 poin hanya bisa didekati oleh kesebelasan Austria, Rapid Wien, yang berada di grup E dengan mengumpulkan 16 poin.

Tak hanya itu saja, Napoli juga mencatatkan perolehan 22 gol dari enam pertandingan. Jumlah ini cukup jauh jika dibandingkan kesebelasan lain di kompetisi ini yang “hanya” bisa mencetak 16 gol macam Athletic Bilbao. Jumlah gol Napoli ini pun melampau rekor 21 gol pada fase grup Europa League yang sebelumnya diciptakan oleh Red Bull Salzburg pada musim lalu.

Tanpa merendahkan klub lain di grup D, Napoli memang lebih unggul baik secara permainan dan pengalaman di kompetisi Eropa. Midtjylland yang musim lalu juara Danish Superliga bahkan menjadi makanan empuk bagi Napoli selama fase grup. Partenopei berhasil mencetak total sembilan gol, yang hanya dibalas satu gol oleh klub asal Denmark tersebut.  Sedangkan Legia berhasil dijebol sebanyak tujuh gol. Dan sisanya berhasil diceploskan ke gawang Club Brugge.

Baca juga: Kesebelasan Spesialis Bola Mati, FC Midtjylland

Torehan 22 gol Napoli dipersembahkan oleh Dries Mertens (5 gol), Jose Callejon (5), Manolo Gabbiadini (4), Gonzalo Higuain (2). Sedangkan sisanya disumbangkan oleh Lorenzo Insigne, Nathanael Chalobah, Marek Hamsik, Omar El Kaddouri, Vlad Chiriches, dan Christian Maggio.

Permainan Napoli selama fase grup memang dominan. Rataan penguasaan bola Napoli mencapai 60 % tiap laganya. Selain itu mereka juga mencatatkan percobaan sebanyak 17,83 shot per game dan 3,67 gol per pertandingan.

Pertandingan melawan Legia sendiri sebenarnya sudah tidak berpengaruh bagi Napoli, karena telah memastikan lolos sejak laga keempat. Allenatore Napoli, Maurizio Sarri pun menyimpan beberapa pemain inti. Sebab, pada tanggal 13 Desember, Napoli akan bertemu AS Roma di San Paolo.

Baca juga: Ketatnya Persaingan Capolista Serie A

Beberapa pemain yang jarang dimainkan pun mendapatkan kesempatan bermain saat menghadapi Legia seperti Omar El Kaddouri, David Lopez, Chalobah dan Mirko Valdifiori. Lorenzo Insigne pun dipasang sebagai striker tunggal untuk menggantikan Gonzalo Higuain yang diistirahatkan.

Meski bermain dengan beberapa pemain cadangan, tak terlihat bahwa Napoli mengendurkan serangan. Napoli pun unggul saat pertandingan memasuki menit ke-32 lewat Chalobah. Tujuh menit kemudian, Lorenzo Insigne menambah keunggulan Napoli. Pada babak pertama, Napoli berhasil unggul 2-0, dengan ball possession mencapai 73 % dan total shot 12.

Di babak kedua, Legia yang masih memilki kemungkinan untuk lolos berusaha mengejar ketertinggalan. Callejon yang menggantikan Insigne berhasil mencetak gol pada menit  57. Legia berhasil memperkecil keadaan melalui Stojan Vranjes pada menit ke-62. Tapi tak berselang lama, Dries Mertens mampu mencetak gol keempat dan kelimanya untuk Napoli di Europa League. Legia pun hanya sanggup menambah satu gol  lagi lewat gol yang dicetak Aleksandar Prijovic.

Sumber : UEFA, Fooball-Italia, Whoscored

Komentar