Mourinho, Saatnya Pembuktian kepada Mantan!

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mourinho, Saatnya Pembuktian kepada Mantan!

Meskipun Chelsea tengah memuncaki grup G, namun langkah mereka ke depan belum sepenuhnya aman. Sebab, Porto dan Dynamo Kiev masih sama-sama berpeluang untuk masuk ke babak 16 besar. Porto akan menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada Kamis (10/12) dini hari WIB, sedangkan Dynamo Kiev akan menjamu Maccabi Tel Aviv di NSC Olimpiyskiy.

Perjalanan menuju babak 16 besar lebih mudah bagi Kiev, karena mereka akan bermain di kandang dan hanya akan bertanding melawan satu-satunya tim yang belum mendapatkan poin di grup G. Sedangkan bagi Chelsea dan Porto pertandingan akan lebih susah. Bagi Chelsea, lawan yang mereka hadapi kali ini bukan lawan mudah, bahkan pada pertemuan pertama kedua tim 30 september lalu, Porto sukses mengalahkan Chelsea. Sedangkan bagi Porto, Chelsea sedang dalam masa kritis, sedikit terlena saja Porto bisa terlempar dari kompetisi ini. Namun, Chelsea hanya butuh hasil imbang, sedangkan Porto harus menang agar lolos ke babak selanjutnya.

Namun, selain peluang Chelsea dan Porto, ada satu sosok yang menjadi kunci pertandingan ini. Siapa lagi kalau bukan manajer Chelsea, Jose Mourinho.

Masa lalu pelatih berjuluk “The Special One” memang lekat dengan Porto. Meski karir kepelatihannya dimulai bersama seteru Porto, Benfica, namun Porto-lah klub sepakbola pertama yang ia bawa menjadi juara Primeira Liga Portugal, tak hanya sekali namun dua kali. Selain itu ia juga membawa Porto menjadi juara UEFA Cup musim 2002/2003 dan Liga Champions 2003/2004.

Setelah Mou membawa Porto menjadi juara di Liga Champions, ia memutuskan pindah ke Chelsea. Bergelimangnya prestasi Mourinho bersama Chelsea, membawa pelatih ini hijrah ke Inter dan Real Madrid. Namun kesuksesan di Real Madrid tak bertahan lama setelah Madrid memutuskan kontrak Mou pada akhir musim 2012/2013.

Sekembalinya ke Chelsea, Mourinho mengakui bahwa dirinya The Special One, sebab hanya dirinya yang pantas menjadi manajer Chelsea. Tak butuh waktu lama, Mourinho memberikan Chelsea gelar Premier League yang keempat musim lalu. Namun, musim ini situasinya jauh berbeda. Chelsea tengah terjerembab di papan tengah klasemen Premier League dan masih belum lolos dari fase grup Liga Champions.

Mourinho pun berujar bahwa ia dan skuatnya akan berusaha agar dapat memenangkan pertandingan ini. “Kami masih berada di fase grup. Namun realitanya adalah, pertandingan kami melawan Porto adalah fase knock out. Di mana salah satu dari kami akan tersingkir,” ujar manajer berusia 52 tahun ini.

Ia pun menjelaskan kepada timnya bahwa Porto merupakan lawan yang berbahaya. Sebab, Porto hanya sekali kalah dan dua kali imbang, sisanya mereka mampu memetik poin penuh, termasuk saat menjamu Chelsea di Estadio do Dragao.

“Presentase kemenangan tim besar sangat tinggi di Portugal. Oleh karena itu mereka dapat fokus di kompetisi lain. Sedangkan, situasi di Inggris begitu sulit, di mana kami harus memilih satu kompetisi untuk terus fokus,” terangnya kepada AFP.

Mengingat grafik Chelsea yang sedang memburuk, tak baik rasanya apabila kita menghakimi Mourinho. Namun, kemenangan melawan Porto setidaknya mampu membuktikan bahwa Mourinho memang orang yang “spesial” bagi Chelsea.

Sumber : Independent, AFP

Komentar