Dan Mourinho pun Putus Asa.....

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Dan Mourinho pun Putus Asa.....

Pertandingan melawan Bournemouth tidak hanya menjadi kekalahan kedelapan Chelsea musim ini. Tapi kekalahan ini juga semakin menenggelamkan nama besar manajer Chelsea, Jose Mourinho.

Kini, para pendukung Chelsea hanya tinggal menunggu waktu sampai mana kesabaran Roman Abramovich. The Guardian bahkan menyebut pelatih berusia 52 tahun ini tinggal menunggu waktu untuk dipecat oleh Abramovich.

Sementara menurut Mirror, penentuan masa depan Mourinho bergantung pada hasil pertandingan melawan FC Porto. Sebab, kemenangan atas Porto akan membuat Chelsea lolos ke fase knock out. Sedangkan jika kalah, kemungkinan besar Mou akan langsung ditendang oleh Abramovich (meskipun ia masih memiliki kontrak jangka panjang).

Mirror juga menambahkan, bahwa ada juga kemungkinan Mou akan ditendang apabila Chelsea memperoleh hasil buruk di kandang Leicester, pertandingan usai menghadapi Porto. Pertandingan ini pun akan menarik, sebab Leicester diasuh oleh Claudio Ranieri, pelatih yang ditendang saat Abramovich datang ke Chelsea.

Kekalahan melawan Bournemouth memang menyakitkan bagi Chelsea.  Bagaimana tidak, Bournemouth merupakan tim yang menghabiskan 69 tahunnya di League One (dua level divisi di bawah Liga Primer). Akibat kekalahan ini, jarak Chelsea dengan tim penghuni jurang degradasi semakin dekat. Chelsea kini berjarak dua poin dengan Newcastle yang berada di peringkat 18 Premier League.

Langkah Chelsea untuk naik ke empat besar bahkan sepertinya tidak mungkin. Mirror menyebut, sejak Premier League resmi bergulir pada tahun 1992, tidak ada tim yang hingga pekan ke-15 masih mengumpulkan 15 poin mampu berada di atas peringkat ke delapan.

Baca juga: Tujuh Kekalahan dari 12 Laga, Chelsea Degradasi pada Musim 1978-1979

Selain itu, Mourinho juga kecewa terhadap permainan anak asuhnya. “Menjadi masalah jika para pemain tidak bermain maksimal di setiap pekan. Jika anda melihat data mengenai pemain kami (Chelsea) ada beberapa pemain yang menunjukkan inkonsisten,” jelasnya.

Kini, manajer asal Portugal tersebut tak memimpikan target juara yang mereka bangun di awal musim atau target masuk empat besar yang mereka buat pasca kekalahan demi kekalahan. Mourinho kini hanya berharap timnya masuk enam besar. “ Sebelum pertandingan melawan Bournemouth, saya yakin kami akan lepas dari bayangan kekalahan. Namun setelah akhir pertandingan, saya pikir peringkat keenam merupakan target yang realistis,” ucapnya.

Apakah ucapan Mourinho tersebut bentuk psywarnya kepada lawan, atau memang ia sudah tak yakin Chelsea bisa mendapatkan jatah ke Liga Champions musim depan? Yang jelas, mungkin ini menjadi kali pertama Mou pasrah akan situasi yang ia hadapi saat ini.

Sumber : The Guardian,Mirror

Komentar