Jürgen Klopp Reuni, McClaren Tak Percaya Diri

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Jürgen Klopp Reuni, McClaren Tak Percaya Diri

Steve McClaren tengah dilanda rasa tak menentu. Malam (6/12) nanti, Newcastle United, kesebelasan yang ia ampu akan menghadapi Liverpool yang tengah dalam kepercayaan diri tinggi. Pasalnya, Liverpool memenangkan empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi.

Namun, di balik itu semua, McClaren tengah merasakan kekhawatiran dirinya akan dipecundangi Juergen Klopp, manajer Liverpool. Pasalnya, empat tahun lalu, pada Januari 2011 saat membela Wolfsburg, ia pernah dikalahkan Klopp.

Usai kekalahan atas Borussia Dortmund, kesebelasan yang kala itu masih ditangani Klopp, McClaren kembali mengalami kekalahan kala menghadapi Hannover. Atas hal tersebut, ia pun dipecat. Sementara itu, Klopp membawa Dortmund menjadi juara Bundesliga, mengalahkan dominasi Bayern Munich.

Sebelum pertandingan, McClaren memberikan sanjungannya buat pria kelahiran Jerman tersebut. McClaren percaya kalau Klopp bisa membangkitkan Liverpool untuk bersaing menjadi juara liga. Ia pun berharap “sejarah” tak terulang seluruhnya.

“Mereka mengalahkan kami di Dortmund pada awal musim. Kami pun bertanding lagi dan mereka kian bertambah kuat. Mereka merupakan juara bertahan dan tim yang sangat baik, sangat terorganisasi. Inilah mengapa saya yakin Juergen Klopp akan sukses di Liverpool. Tak diragukan lagi,” kenang McClaren dikutip dari The Guardian.

Selain itu, McClaren beralasan kalau skuat Liverpool saat ini amat baik. Ini tak lepas dari peran Brendan Rodgers yang mendatangkan sejumlah pemain bertalenta ke Anfield. Di tangan Klopp, para pemain tersebut dipoles, diberikan kepercayaan agar tumbuh rasa percaya diri. Hasilnya? Divock Origi mencetak hattrick kala Liverpool membantai Southampton 6-1.

“Kembalinya Daniel Sturridge dari cedera amat mendorong mereka dan persaingan liga masih terbuka, jadi mereka masih bisa memenangkannya,” ucap McClaren.

Menentukan Nasib McClaren

McClaren memiliki beban yang berat saat menghadapi Liverpool. Kekalahan bukan tidak mungkin membuatnya ditendang dari St. James Park. Saat ini, Newcastle berada di peringkat ke-19 dengan sepuluh poin hasil dua kali kemenangan dan empat hasil seri. Dengan kondisi seperti ini, sulit agaknya buat Newcaslte untuk bisa bertahan di Liga Primer. Mereka harus membuat perubahan besar agar bisa bertahan.

“Kami tengah merenungkan segalanya,” ucap McClaren, “Kami kebobolan 30 gol di empat pertandingan dan itu tak cukup baik. Kami cuma punya dua clean sheets musim ini dan kami tengah berusaha untuk terus melakukan lebih banyak. Kalau tidak? Kami tengah dalam masalah.”

Newcastle dianggap memiliki masalah dengan kurangnya kepemimpinan di dalam tim. Skuat Newcastle yang dihuni oleh mayoritas pemain muda, tidak mendapatkan arahan yang dianggap tepat dari para pemain senior. Ini pula yang membuat McClaren dianggap memiliki hubungan tak harmonis dengan kapten Newcastle, Fabio Collocini.

Pemilik Newcastle, Mike Ashley, mengatakan bahwa ia risau dengan kondisi timnya saat ini. Ashley menganggap McClaren tak mampu mengelola para pemain dan gagal memotivasi skuat. Di sisi lain, McClaren frustasi karena keterbatasan kewenangan terkait sistem transfer.Ashley dianggap menolak untuk merekrut pemain di atas usia 26 tahun.

“Satu hal yang telah kami tekankan pekan ini adalah para pemain mesti bicara, mendorong dan membujuk di atas lapangan. Itu bukan cuma tugas kapten, karena semua orang bisa melakukannya. Itu juga membantu kita konsentrasi dan fokus. Kalau Anda diam, Anda akan kehilangan kepercayaan diri, dan itulah yang terjadi sekarang,” ucap McClaren.

***

Meski harus bertandang ke St. James Park, Liverpool agaknya tidak akan terlalu terpengaruh dengan tekanan dari para penonton. Dengan kondisi psikologis Newcastle yang tengah tidak menentu, bukan tidak mungkin Juergen Klopp kembali memanfaatkan kelemahan tersebut untuk membawa Liverpool menang besar (lagi).

foto: nufc.co.uk

Komentar