Berlatihlah Lebih Keras Lagi, Barton!

Berita

by Randy Aprialdi

Randy Aprialdi

Pemerhati kultur dan subkultur tribun sepakbola. Italian football enthusiast. Punk and madness from @Panditfootball. Wanna mad with me? please contact Randynteng@gmail.com or follow @Randynteng!

Berlatihlah Lebih Keras Lagi, Barton!

Joey Barton selalu punya cara untuk menarik perhatian kesebelasan lain. Berhasil atau tidaknya upaya tersebut, itu urusan belakangan. Selepas kontraknya dari Queens Park Rangers (QPR) di akhir musim 2014/2015 lalu, ia mengunggah foto ke media sosial miliknya. Di foto tersebut terlihat Joey Barton yang berlatih begitu keras hingga tangannya lecet.

Ternyata, upayanya tak sia-sia amat, West Ham United  tertarik untuk merekrutnya selama dua musim. Kabarnya, ia sudah menjalani serangkaian tes medis pada Senin (10/8) lalu.

Barton pun menginginkan berada dalam skuat reguler West Ham musim mendatang yang kini dilatih Slaven Bilic. "Saya merasa West Ham sebagai klub sepakbola yang cocok untuk saya. Saya selalu menikmati permainan di (Boleyn) Ground ini. Memiliki penggemar yang hebat dan selalu bergairah mendukung dari belakang," ujarnya.

Sayangnya, proses kepindahan ke West Ham dari pemain yang pernah memperkuat Marseille itu dibumbui kabar-kabar tidak mengenakkan. Kedatangannya ditolak oleh pendukung The Hammers, julukan West Ham, akibat sederet catatan kontroversial. Salah satunya, terkait dengan perselisihan Barton dengan David Gold, pemilik West Ham, karena hinaan di media sosial sekitar dua tahun lalu. Perang status di jejaring Twitter dimulai karena Barton yang memang terkenal dengan komentar-komentar pedasnya, tak terima karena dicap sebagai sosok pemain hina dan keji.

Gara-gara status Twitter, Wayne Rooney juga pernah ditantang bergulat dengan Wade Barrett dari WWE Smackdown

Catatan keonaran Barton tidak cuma dalam media sosial, di kehidupan sehari-hari (dalam dan luar lapangan)  pun ia tidak bisa mengontrol sifat tempramentalnya. Salah satu yang paling monohok ketika ia mematikan cerutu di mata rekannya, Jamie Tandy, pada pesta natal 2004 sewaktu ia masih membela Mancester City. Ousmane Dabo pun tidak lepas dari perkelahian dengan Barton pada 2007, sehingga matanya lebam terkena bogem mentah.

"Saya telah melihat beberapa fans mengancam untuk membatalkan berlangganan tiket musiman mereka. Saya juga melihat beberapa orang mengatakan tidak akan pernah pergi melihat permainan dia (Barton) lebih dalam," beber Matt Ryan, Editor ClaretandBlues.com.

Alhasil, para pendukung West Ham yang kontra kepada Barton pun bersorak gembira karena mimpi buruk mereka tak jadi kenyataan. Tersiar kabar kalau jika tidak ada kecocokan negosiasi antara direksi dengan pemain bersangkutan. Barton sendiri mengungumkan pembatalannya bergabung dengan Kevin Nolan dkk.

Pemain yang pernah tampil satu kali memperkuat kesebelasan nasional Inggris itu mengunggah video berdurasi sekitar satu menit mengucapkan rasa terima kasihnya atas niatan West Ham kepada dirinya. "Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada para fans West Ham yang mengirimkan banyak pesan di media sosial terutama di Twitter," ujarnya dalam video tersebut.

Memang rencana bergabungnya Barton dipicu karena The Hammers gagal mendapatkan Lassana Diarra (Marseille) dari Lokomotiv Moscow dan Yohan Cabaye (Crystal Palace) dari Paris Saint-Germain (PSG). Hal tersebutlah yang membuat Bilic berani mengambil risiko dengan menurunkan gelandang 16 tahun, Reece Oxford, pada debutnya di Liga Primer Inggris 2015/2016. Kendati Oxford saat itu tampil cukup baik, namun diharapkan West Ham tidak terlalu memberikan terlalu banyak tekanan kepada pemain hasil dari akademinya sendiri itu.

Baca juga : Manuver-manuver West Ham United yang mempersiapkan kesebelasannya cukup serius jelang musim baru ini.

Batalnya kedatangan Barton membuat The Hammers mencari alternatif pemain lain, salah satunya, Gohkan Inler dari Napoli. Namun untuk merekrut gelandang bertahan asal Swiss tersebut, West Ham harus bersaing ketat dengan Shcalke 04 dan Besiktas.

Kabarnya, Barton yang pernah berseragam Newcastle itu pun untuk sementara, akan kembali menjalani kesibukannya sebagai komentator sepakbola televisi dan radio setiap akhir pekan, seperti yang dilakukannya pada laga antara Bournemouth melawan Aston Villa pada Sabtu (8/8) pekan lalu. Saat menjalani profesinya sebagai pengamat sepakbola itu, Barton juga sempat melemparkan candaan mengenai dirinya sebagai pemain terbaik saat ini. "Lihat permainan hari ini, tidak akan lama lagi sebelum saya akan mendapatkan panggilan telepon dari seseorang," cetusnya.

"Peman terbaik mungkin duduk di tribun sore ini, bahkan jika saya berkata begitu pada diriku sendiri," sambung Barton.

Kendati demikian, pemain jebolan City ini masih diminati Leeds United, kesebelasan Liga Championship. Setidaknya The Peacocks, julukan Leeds, mungkin bisa lebih menerima keberadaan Barton ketimbang West Ham.

Sementara itu ia pun wajib melanjutkan latihan kerasnya sampai terlecet-lecet. Siapa tahu Barton bisa menjadi pahlawan dengan mengembalikan kejayaan Leeds dengan diawali promosi ke Liga Primer Inggris 2016/2017. Selamat bekerja keras Barton!.

Sumber : BBC, Daily Mail, Mirror, Sky Sports, Team Talk, Transfermakrt, Wikipedia,

Komentar