Evan Dimas, Llagostera dan Pentingnya Kita Realistis

Berita

by Zakky BM

Zakky BM

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Evan Dimas, Llagostera dan Pentingnya Kita Realistis

Sudah hampir sepekan terakhir (atau lebih?) kita menghirup kabar serta desas-desus tentang pemain muda kita yang akan menjalani trial di salah satu kesebelasan Spanyol. Evan Dimas sejak sebulan terakhir memang santer diberitakan media massa karena rencana trial di Spanyol.

Spanyol, bagi Evan, tentu bukan negara yang asing baginya. Pada 2012 silam, Evan Dimas pernah mencicipi hangatnya udara tropis kota Barcelona dan suasana latihan berkarakter a la akademi La Masia milik FC Barcelona. Saat itu, ia merupakan salah satu peserta dari acara Nike The Chance.

Atau yang teranyar tentu sambangan dirinya bersama tim nasional Indonesia U19 ketika menjelajahi Spanyol dalam rangka persiapan Piala Asia U19 lalu. Ia yang menjadi kapten saat itu berkesempatan bersua di lapangan dengan Luis Suarez dan Thomas Vermaelen serta anggota Barcelona B lainnya dalam salah satu pertandingan uji coba.

Lagipula, seingat saya, Evan Dimas bukanlah orang pertama kali yang (mencoba) meniti karir di Spanyol. Arek Suroboyo lainnya yaitu Arthur Irawan sudah lebih dulu mengenyam pengalaman di kesebelasan RCD Espanyol B dan Atletico Malagueno (Malaga B) pada kurun 2012 sampai 2014 lalu.

***

JFZYe
UE Llagostera saat bersua Barcelona B musim lalu (sumber: fcbarcelona.com)

Cukup lama kabar mengenai Evan ini beredar, namun baru sekarang nama UE Llagostera akhirnya muncul sebagai kesebelasan yang dituju Evan. Siapa sih Llagostera itu?

Unio Esportiva Llagostera adalah nama lengkap kesebelasan ini. Berasal dari regional Katalunya, kesebelasan Llagostera memang jauh lebih tidak popular dari Girona, Espanyol apalagi Barcelona. Jika diibaratkan, seperti bumi dan langit, lah.

Meski begitu, kesebelasan yang berkostum biru-merah ini berkompetisi di divisi kedua liga Spanyol (Segunda Liga Adelante) sejak musim 2014-2015 lalu.  Ini merupakan prestasi tertinggi mereka sejak didirikanpada 1947 lalu.  Bahkan di musim pertamanya di liga Segunda, mereka berhasil finish di posisi sembilan klasemen akhir. Sesuatu yang mesti masuk sejarah tersendiri bagi kesebelasan Llagostera.

Kisah Absurd Persengketaan Kostum antara Llagostera dan Barcelona

Meski bertetangga dengan sang raksasa FC Barcelona, toh tak membuat Llagostera minder. Bahkan mereka dengan frontal menyindir Barcelona di sosial media tanpa harus diliputi kecemasan dan keminderan. Ada singgungan sejarah antara kesebelasan elit dan kurcaci ini.

Alkisah, Barcelona bersama Nike sudah menetapkan desain kostum terbaru mereka untuk musim 2015-16 sejak harian Sport membocorkan desain dasarnya (garis horizontal) pada awal Desember 2014 lalu. Nike yang sadar desain itu sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi Llagostera, ternyata sudah menyiapkan langkah antisipasi. Mereka melakukan negoisasi agar Llagostera mengubah desain mereka untuk musim 2015-16 dari strip horizontal menjadi variasi strip yang lain.

Tetapi, Llagostera tak bergeming. Mereka tetap ogah mengubah pendirian mereka perihal kostum, setidaknya sampai saat ini. Bahkan ketika Barcelona merilis kostum barunya pada tanggal 24 Mei lalu dan media massa sedang ramai-ramainya mengincar Paul Pogba, kesebelasan Llagostera lewat twiter resminya membuat lelucon sekaligus menyindir Barcelona.

Tw @uellagostera: “ Paul Pogba nuevo jugador de la Unio Esportiva Llagostera. Bienvenido a Llagostera, Pogba!!” (Paul Pogba adalah pemain baru dari UE Llagostera. Selamat datang, Pogba!)

“Ups! El community manager ha cofundido la camiseta del Barca con la nuestra. No Volvera a ocurrir. Esta fuera” (Ups, manajer dari komunitas kita ternyata bingung dengan kostum Barcelona yang sangat mirip dengan kita. Kejadian ini tidak akan kami ulangi lagi…)

Twit sindiran a la Llagostera (sumber: @uellagostera)
Twit sindiran a la Llagostera (sumber: @uellagostera)

Desain kostum yang mendobrak tradisi garis-garis vertikal menjadi horizontal memang mengundang bayak perdebatan di kalangan penggemar. Toh, mereka tak bisa berbuat banyak karena pihak Nike sudah memprodusi secara massal karena desain absurd tersebut telah disetujui manajemen Barca.

UE Llagostera yang musim ini meneken kontrak dengan apparel Hummel ternyata disinyalir melanjutkan banter mereka ketika merilis kostum terbarunya. Desain yang berkerah corak bendera senyera sangat mirip dengan Barcelona dan hanya berbeda di bagian celana (Barcelona bercelana marun, Llagostera bercelana biru) dan bagian garis sisinya membuat kostum mereka berdua mendekati kata “kembar”. Tak heran jika banyak yang mengolok-olok mereka perihal kemiripan kostum kandang yang dipakai untuk musim depan.

Kostum yang tertukar, eh? (sumber: diolah ulang dari footy headlines & fcbarcelona)
Kostum yang tertukar, eh? (sumber: diolah ulang dari footy headlines & fcbarcelona)

Benefit Llagostera bagi Evan dan dan Mengapa Tidak ke Barcelona atau Real Madrid

Setelah memaparkan asal-usul serta kisah unik Llagostera, tentu kita mempertanyakan nasib Evan Dimas jika mereka lolos dan berkarir bersama Llagostera.

Sejujurnya, jika memang tim utama Llagostera yang meminati jasa dari Evan, maka pemuda asal Indonesia tersebut akan berkesempatan bermain di divisi dua liga Spanyol. Dan itu capaian tersendiri baginya. Biar bagaimana pun, divisi dua liga Spanyol adalah level yang tidak bisa diremehkan untuk ukuran prestasi sepakbola Indonesia. Jika menembus tim utama, Evan bisa bertemu dengan para pemain atau kesebelasan yang pernah mencicipi atmosfir Primera La Liga.

Secara tingkatan, tim utama Llagostera pun memiliki posisi yang lebih baik dari Barcelona B dan Real Madrid Castilla yang hanya berkompetisi di divisi ketiga (Segunda B) di musim depan. Evan, misalnya, bisa saja di masa depan beradu skill dengan Sergi Samper dari Barcelona B atau atau Martin Oodegard dari Real Madrid Castilla yang diasuh oleh Zinedine Zidane.

Namun, jika Evan harus memulai dari tim Llagostera B, yang hanya berkompetisi di divisi dua liga regional Katalunya, maka Evan (dan juga kita) tak perlu banyak menyesalinya karena persaingan menuju tim utama di sana tak serumit di akademi La Masia dan La Fabrica. Peluang untuk bermain di tim utama, mungkin, masih sedikit terbuka.

image_token_ee601a3322bb7e9ca786136601953e91ffbc14e1
Arthur Irawan (tengah) saat membela Esapnyol B (sumber: arthur-irawan.com)

Arthur Irawan yang memulai karirnya di Spanyol dengan bermain untuk Espanyol B di divisi ketiga saja menemui banyak kesulitan mengatasi persaingan yang ketat. Ia hanya bermain 37 kali dalam kurun waktu 2012 sampai 2014. Bahkan ketika ia membela Malaga B yang berkompetisi di divisi keempat saja, ia hanya bermain dua kali saja. Ini membuktika persaingan di akademi klub yang memiliki nama besar memang sulit dan sangat ketat.

Sebagian besar dari kita tentu berdelusi jika pemain dari Indonesia akan lebih baik jika menimba ilmu di akademi La Masia atau La Fabrica dan banyak juga yang bercita-cita masuk menembus tim utama. Tidak sepenuhnya salah memang, tapi mbok ya realistis.

Jadi, sudah siap melihat Evan berseragam Barcelona, eh Llagostera? Ah, sama-sama saja, lah. Toh seragam mereka, kan, kembar identik.

Sumber Tulisan: Sport, La Sexta, Footy Headline, Wikipedia, FCF, UE Llagostera, The Jakarta Glode, Goal, Riau Pos.

Sumber Gambar: Twiter resmi UE Llagostera

Komentar