Andai Chris Smalling Berada di Film Laga

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Andai Chris Smalling Berada di Film Laga

Chris Smalling bukanlah pilihan utama di lini belakang Manchester United pada pertandingan dini hari (12/2) tadi. Menghadapi kesebelasan papan bawah, Burnley, Smalling menepi di bangku cadangan. Louis van Gaal lebih memilih duet Phil Jones dan Marcos Rojo sebagai tembok pertahanan Setan Merah. Cerita lalu berubah seperti di film-film drama. Aktor yang tengah terpuruk lalu tiba-tiba bangkit.

Dasar Jones, ada-ada saja dia.

Begitu pikir para penonton. Baru enam menit, Jones sudah dibopong ke luar lapangan. Cedera yang menghinggapi rupanya datang kembali. Smalling pun bergegas. Ia melepas jaket dan celana panjang. Pendukung United pastilah tak memiliki firasat bahwa Smalling akan melakukan sesuatu yang spektakuler. Lalu, terjadilah.


Sentuhan pertama Smalling yang berbuah gol (SUmber: dailymail.co.uk)

Baru 21 detik, Smalling sudah melompat. Robin van Persie dan Wayne Rooney melongo tak percaya. Sedetik kemudian, Smalling terjatuh ke tanah, bersamaan dengan bola yang menggetarkan jala gawang Tom Heaton. United 1, Burnley 0.

Sebentar lagi juga kebobolan.

Seperti formula film pada umumnya. Klimaks pertama bukanlah klimaks sesungguhnya. Klimaks pertama akan menghadirkan anti-klimaks yang jauh lebih parah, yang membuat aktor utamanya payah.

Seperti sudah diprediksi dan diharapkan, Burnley mencetak gol dengan mudah. Danny Ings menyambut bola hasil umpan dari sisi kiri pertahanan United. De Gea pun kesusahan menjangkaunya.

Agar film semakin seru, kita perlu membenci sang aktor utama. Benar, Ings harusnya dikawal Smalling. Karena dirinyalah, Ings bebas tak terkawal untuk melepaskan sundulan. Ings, “sang penjahat”, lalu merayakan gol yang disambut oleh rekan-rekannya, termasuk Kieran Trippier, sang pemberi umpan.


Gara-gara Smalling (Sumber: dailymail.co.uk)

Jelang bubaran turun minum, Smalling kembali mencetak gol, lagi-lagi lewat sundulan. Gol tersebut membawanya menjadi pemain pengganti pertama di Premier League yang mencetak dua gol pada babak pertama.

Secara statistik, Smalling benarlah sempurna. Situs Whoscored memberinya rating 10! Rating ini didapatkan berdasarkan hasil hitung-hitungan secara otomatis melihat dari statistik sang pemain. Smalling melakukan tiga kali intercept, 12 kali sapuan, sekali menahan tendangan lawan, satu umpan kunci, delapan umpan panjang, delapan duel udara, dan dua attemps ke gawang lawan—yang dua-duanya menjadi gol.

Menurut Whoscored, ini adalah kali pertama seorang bek mendapat poin sempurna sejak Desember 2009. Kala itu, Rafael yang juga pemain MU mendapatkan nilai 10 karena penampilannya saat menghadapi Wigan.

Film pun berakhir dengan Smalling masuk ke lorong ganti dengan senyuman. Babak kedua tidak perlu dibahas, karena ia hampir saja membuat gawang De Gea kebobolan.

Tunggu saja sekuelnya ya.

Sumber gambar: dailymail.co.uk, www.huffingtonpost.co.uk

Komentar