Kalah Saing, Nastasi? Pindah ke Kesebelasan yang Lebih Padat

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Kalah Saing, Nastasi? Pindah ke Kesebelasan yang Lebih Padat

Kalah bersaing dari empat bek tengah lain dan dikabarkan memiliki hubungan yang tidak baik dengan manajer, Matija Nastasi? meninggalkan Manchester City Football Club. Fußballclub Gelsenkirchen-Schalke 04 menjadi tujuan. Mengingat kesebelasan asal Jerman tersebut memiliki skuat yang lebih gemuk di lini belakang, Nastasi? akan berhadapan dengan lebih banyak pesaing ketimbang di Manchester. Namun Gelsenkirchen nampak seperti rumah yang tepat baginya.

Kompensasi sebesar 2 juta euro diserahkan oleh Schalke kepada City untuk jasa Nastasi? sepanjang Rückrunde (putaran kedua Bundesliga). Gaji Nastasi?, 50 ribu euro per pekan, juga dibayar penuh oleh Schalke. Di akhir musim nanti, jika Nastasi? dinilai memuaskan dan kesepakatan mungkin tercapai, jumlah yang lebih banyak akan masuk ke kantong City untuk menjadikan kepindahan Nastasic permanen.

Nastasi? langsung menjadi andalan City begitu didatangkan dari ACF Fiorentina pada tahun 2012. Padahal usianya kala itu masih 19 tahun. Namun menjadi andalan di era Roberto Mancini tak menjamin tempat utama saat Manuel Pellegrini menduduki posisi manajer. City memiliki lima pemain belakang yang mampu bermain sebagai bek tengah; dan Nastasi? menjadi pilihan terakhir.

Alasan itulah yang membuatnya merasa bahwa meninggalkan City adalah pilihan yang tepat. Pemain berkebangsaan Serbia tersebut mengungkap alasan di balik keputusannya sembari membantah pemberitaan mengenai hubungan buruk antara dirinya dan Pellegrini.

“Tidak, semuanya baik-baik saja. Saya rasa ini adalah pilihan terbaik dan saya harap semuanya akan baik-baik saja. Kondisi ini sulit bagi saya. Selama enam bulan saya tidak bermain sekalipun. Saya ingin pergi karena untuk karir saya, ini adalah saat yang paling tepat untuk bermain dalam banyak pertandingan,” ujar Nastasi? kepada Sky Sports.

Kalah bersaing dari Vincent Kompany, Eliaquim Mangala, Martín Demichelis, dan Dedryck Boyata, Nastasi? memandang Schalke sebagai pilihan yang tepat. Namun pendapat Nastasi? masih harus dipertanyakan. Di Schalke, lawan yang ia hadapi akan lebih banyak lagi. Benarkah hijrah ke Schalke akan menjamin peluang bermain di tim utama?

Roberto Di Matteo sudah memiliki Benedikt Höwedes, Joël Matip, Kaan Ayhan, Felipe Santana, Jan Kirchhoff, dan Marvin Friedrich di barisan Innenverteidiger (bek tengah) Schalke. Yang menarik, jawaban dari pertanyaan di atas adalah “ya”.

Jumlah bukan masalah. Jika Di Matteo tidak membutuhkan Nastasi?, tak mungkin ia rela bersusah payah meyakinkan pihak manajemen untuk menyerahkan 2 juta euro kepada City untuk seorang pemain pinjaman. Di Matteo tidak menggarami laut. Nastasi? didatangkan karena ia dibutuhkan.

Lagipula, yang membuat Nastasi? kehilangan tempat di City rasanya bukan semata kualitas pemain lain yang lebih baik saja. Kesulitan Nastasi? menembus tim utama lebih disebabkan oleh selera Pellegrini. Di Schalke, ia berada di bawah arahan manajer yang menginginkan kehadirannya.

Kekhawatiran tak perlu menjadi milik Nastasi?. Yang ia butuhkan hanyalah penampilan terbaik setiap kali dipercaya tampil. Selebihnya biarkan menjadi urusan nasib saja.

Komentar