Liverpool Bisa Saja Cuci Gudang di Lini Belakang

Berita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Liverpool Bisa Saja Cuci Gudang di Lini Belakang

Lebih dari enam bulan yang lalu mungkin kita bertanya-tanya, apakah Liverpool benar-benar bisa mengakhiri 24 tahun paceklik gelar mereka? Apakah tim ini benar-benar tim yang menghancurkan lawan di kandang maupun tandang dan berhasil melonjak ke puncak Liga Primer?

Dengan Luis Suárez sudah terjual dan Daniel Sturridge menderita cedera sejak Agustus, jawabannya jelas tidak. Tapi kenyataan kebobrokan mereka di atas lapangan telah melampaui kehilangan dua pemain kunci tersebut.

Keyakinan Liverpool telah menghilang, fans mereka tidak lagi percaya, dan Steven Gerrard sudah bertambah tua.

Naik dan turunnya Liverpool di tahun 2014 telah berlalu begitu cepatnya. 2015 adalah tahunnya siapa? Anda semua boleh menjawabnya, toh, memang tinggal beberapa hari lagi menuju tahun 2015.

Ketidakpastian pertahanan Liverpool semakin kelihatan setelah Brendan Rodgers selalu bongkar pasang pasangan di lini belakang. Bahkan yang terbaru, Rodgers pun menukar penjaga gawangnya.

Tiga pemain Rodgers di posisi empat bek - Kolo Toure, Glen Johnson, dan Jon Flanagan - akan menjadi pemain bebas transfer pada musim panas ini, memungkinkan mereka untuk meninggalkan Anfireld dengan cuma-cuma menurut aturan transfer Bosman, kecuali klub memberikan penawaran baru.

Hal yang sama juga berlaku untuk Brad Jones, yang saat ini menjadi pilihan yang lebih disukai oleh Rodgers dibandingkan dengan Simon Mignolet.

Kiper Belgia ini mungkin sedang ketakutan posisinya di Merseyside akan sirna setelah kehilangan tempatnya dalam tiga pertandingan terakhir. Apalagi jikabenar ada wacana klub ingin mencari kiper lain pada tahun depan, entah pada musim dingin maupun musim panas.

Rodgers memang telah membuat masalahnya sendiri di posisi kiper ini di Anfield. Memarkir Mignolet untuk Jones mungkin ia lakukan untuk melindungi kepercayaan diri si kiper Belgia tersebut, namun kualitas Jones jelas sering dipertanyakan untuk ukuran Liga Primer Inggris. Banyak yang berujar bahwa ia melemahkan (lini belakang) tim.

Aksi "nekat" Rodgers memainkan Jones saat ia memarkir Mignolet mungkin menegaskan bahwa memang Mignolet membutuhkan kompetitor yang lebih bonafid.

Setelah gagal untuk melakukan itu di awal musim ini, kita mungkin masih heran kenapa ia membiarkan Pepe Reina untuk pindah ke Bayern Munich? Gaji Reina mungkin menjadi masalah, namun kiper Spanyol itu dinilai merupakan kiper yang lebih baik daripada Jones, bahkan Mignolet sekalipun.

Selain kiper, Martin Skrtel memang telah menjadi starter reguler di bawah Rodgers, tetapi ia hanya memiliki 18 bulan tersisa di kontraknya saat ini, dan belum ada pendekatan untuk memperpanjang kontraknya.

Mamadou Sakho dan Jose Enrique juga berada jauh dari posisi aman di skuat. Mereka cenderung hanya bermain karena beberapa pemain cedera dan menerima larangan bermain. Perasaan was-was pasti timbul bahwa mereka akan dijual jika tawaran tepat datang pada musim panas mendatang.

Pemain belakang Sebastian Coates, Andre Wisdom, dan Tiago Ilori juga saat ini sedang dipinjamkan di tempat lain, sambil menunggu untuk melihat apakah mereka memiliki masa depan jangka panjang di Anfield. Sementara Javier Manquillo dipinjamkan selama dua tahun dari Atletico Madrid.

Dengan performa lini belakang Liverpool yang terus mengkhawatirkan, sangat mungkin Rodgers akan melakukan perubahan personil, selain juga pada sistemnya tentunya. Biar bagaimanapun, Liverpool hanya bisa mencetak 4 kali clean sheet dari 23 pertandingan terakhir mereka di Liga Primer Inggris.

Pemain belakang Liverpool dengan masa depan yang tidak pasti:

Habis kontrak pada musim panas 2015: Kolo Toure, Glen Johnson, Jon Flanagan, Brad Jones.

Habis kontrak pada musim panas 2016: Martin Skrtel.

Pemain yang dinilai telah gagal memberikan kesan baik: Simon Mignolet, Mamadou Sakho, Jose Enrique.

Pemain yang dipinjamkan: Sebastian Coates (Sunderland), Andre Wisdom (West Brom), Tiago Ilori (Bordeaux).

Pemain pinjaman: Javier Manquillo (dari Atletico Madrid).

Komentar