Gervinho Keluar dari Arsenal untuk Bermain di Europa League?

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Gervinho Keluar dari Arsenal untuk Bermain di Europa League?

Gervinho adalah salah satu pemain sayap dengan kemampuan berlari kencang. Namanya makin melambung karena pernah bermain di Arsenal. Pada musim 2013/2014, Gervinho hijrah ke Serie-A, bersama AS Roma. Apa yang dipikirkannya?

Nama lengkapnya, Gervais Lombe Yao Kouassi. Sebelum melihat tampangnya, barangkali Anda akan menganggapnya sebagai pemain Brasil karena memiliki nama panggilnya dengan akhiran “-nho” di belakangnya. Tapi kemudian, Anda akan sadar kalau dia adalah bagian dari bakat-bakat terpendam Afrika yang lahir di Anyayama, Pantai Gading.

Di awal karirnya, ia bergabung bersama ASEC Abidjan, sebuah akademi di Anyayama selama lima tahun. Ia pun mendapat nama panggilan “Gervinho” dari pelatihnya yang memang seorang Brasil. Pada 2002, ia memulai debut profesionalnya bersama Toumodi, klub Liga Pantai Gading. Dua tahun berselang, Gervinho hijrah ke Belgia dan merumput bersama Beveren untuk tiga musim.

Nama Gervinho pun mulai terendus para pencari bakat setelah ia bermain untuk tim Ligue 1,  Le Mans. Gervinho bermain sebanyak 59 kali dan mencetak lima gol.

Pada Juli 2009, Gervinho bergabung dengan Lille dengan nilai transfer enam juta euro, dengan durasi kontrak tiga tahun. Baru dua musim, penampilan Gervinho memikat sejumlah tim besar seperti Paris Saint-Germain, Atletico Madrid, dan Arsenal. Di Lille, dari 67 kali penampilan, Gervinho telah mencetak 28 gol.

Gervinho pun memutuskan untuk memilih Arsenal. The Gunners mesti merogoh kocek hingga 10,8 juta pounds untuk merekrut pemain kelahiran 1987 ini. Di musim pertamanya, Gervinho bermain sebanyak 37 kali dan mencetak empat gol. Sementara itu, di musim keduanya, Gervinho hanya bermain 26 kali dan mencetak tujuh gol.

Kemarin (10/12), Gervinho sempat mengungkapkan perbedaan Rudi Garcia, pelatih AS Roma, dengan Arsene Wenger, bekas manajernya di Arsenal. Menurutnya, Rudi tidak pernah mengabaikannya. Rudi selalu menganggap AS Roma adalah tentang 25 pemain, bukan 11 pemain.

“Wenger tidak pernah percaya dengan saya,” keluh Gervinho, “Garcia tidak pernah membedakan pemain yang bermain maupun tidak.”

Ini yang membuat Gervinho akhirnya terbang ke Italia. Saat ini, setelah hampir dua musim bersama AS Roma, Gervinho membuktikan ucapannya, Ia telah bermain 46 kali dan mencetak 16 gol, ditambah dengan 13 assist.

Namun, di balik itu semua, Gervinho tak pernah membenci Arsenal, maupun Arsene Wenger. Ia menuturkan bahwa Arsenal adalah klub favoritnya. Ia tak menyangka akan secepat itu meninggalkan London. Rasa frustasinyalah yang membuat Gervinho tak betah.

Bergabungnya Gervinho ke AS Roma sempat membuahkan cibiran. AS Roma pada musim 2012/2013 hanya menempati peringkat enam, atau jatah terakhir untuk masuk Europa League. Sayangnya, ketika itu Lazio merebut tiket Eropa karena berhasil menjuarai Coppa Italia. Artinya, di musim pertamanya bersama AS Roma, Gervinho tak kemana-mana, tak keliling Eropa. Cuma di Italia.

Beruntung, AS Roma menunjuk Rudi Garcia sebagai allenatore baru di musim tersebut. Roma akhirnya finish di peringkat kedua, di bawah Juventus. Hasil ini membuat AS Roma secara otomatis mendapatkan tiket langsung ke babak grup Liga Champions musim 2014/2015. Mereka tergabung dengan grup neraka yang dihuni Bayern Munich, Manchester City dan CSKA Moscow.

Di pertandingan terakhir babak grup, AS Roma mesti menghadapi pertarungan hidup mati menghadapi Manchester City. Siapapun yang menang, ia akan mendampingi Bayern ke babak selanjutnya. AS Roma mendapat angin segar karena bermain di depan pendukungnya sendiri di Stadion Olimpico.

Namun, dua gol City yang dicetak Samir Nasri dan Pablo Zabaleta membuyarkan impian itu. AS Roma pun bertengger di peringkat tiga dengan lima poin, hasil sekali menang dan dua kali imbang. AS Roma pun tak bisa melenggang ke babak 16 besar Liga Champions. Tapi petualangan Gervinho bersama AS Roma di Eropa belum berakhir. Mereka masih mendapat nafas tambahan karena bermain di Europa League.

Cibiran pada Gervinho pun kembali terdengar. Selama dua musim di Arsenal, Gervinho sudah bermain sebanyak 13 kali di Liga Champions, sementara di Roma, baru tiga kali. Arsenal, meskipun menghuni peringkat empat liga dan harus memulai Liga Champions lewat babak play-off, tapi selalu bisa lolos ke fase grup. Bisa dibilang, kalau Liga Champions adalah habitat utama The Gunners.

Maka dari itulah lelucon pun terdengar: Gervinho keluar dari Arsenal, hanya untuk bermain di Europa League.

Sumber gambar: theguardian.com

Komentar