Apakah Senyum Wenger Iringi Kesembuhan Grenier?

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Apakah Senyum Wenger Iringi Kesembuhan Grenier?

Proses penyembuhan cedera yang dijalani oleh pemain tengah Olympique Lyonnais, Clément Grenier, berjalan dengan baik. Pemain berusia 23 tahun tersebut dapat kembali tampil dalam waktu dekat. Selepas jeda internasional, Grenier kabarnya sudah siap membela Lyon.

Berita baik tersebut tak hanya membuat senang pihak Les Gones, namun juga sebuah klub di London, ibukota Inggris. Sebuah klub yang menjadikan warna merah dan putih sebagai warna kebesaran serta meriam sebagai lambang mereka: Arsenal FC.

Grenier pernah sangat dekat dengan Arsenal. Pernyataan ini didasari oleh pengakuan yang diungkap oleh ayahnya sendiri. Kepada stasiun televisi Perancis selepas berakhirnya musim lalu, ayah Grenier mengungkap pendekatan yang dilakukan oleh the Gunners. Grenier, menurut sang ayah, menyambut baik niatan Arsenal untuk memboyongnya ke London Utara. Sayang, Lyon tidak langsung memberi lampu hijau saat itu.

Hingga bursa transfer musim panas akhirnya resmi ditutup, kepindahan Grenier ke Arsenal tak juga terjadi. Arsenal mundur dari perburuan Grenier karena alasan yang sama dengan penyebab dibalik batalnya Grenier berangkat ke Brasil untuk membela tim nasional Perancis di ajang Piala Dunia 2014; cedera.

Pelatih kepala tim nasional Perancis, Didier Deschamps, sebenarnya telah menyertakan nama Grenier di daftar final pilihannya. Namun cedera yang menimpa pemain yang lahir di Annonay tersebut mau tak mau memaksa Deschamps untuk mencoret nama Grenier. Posisi yang kosong kemudian diisi oleh Morgan Schneiderlin, gelandang Southampton. Grenier tidak sendiri, karena hal yang sama menimpa Franck Ribéry.

Jika saja Grenier saat itu tidak menderita cedera, ia pasti sudah bermain di Piala Dunia. Jika saja Grenier saat itu tidak menderita cedera, bisa jadi ia sudah membela Arsenal. Bisa jadi juga ia sudah menjadi pemain andalan Arsène Wenger.

Sebenarnya, Grenier memiliki modal yang lebih dari cukup untuk menuai sukses di Premier League. Hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang gelandang sudah menjadi kelebihan yang dimiliknya. Selain itu, Grenier pun memiliki modal penting lain, yaitu, menendang dan mengumpan dengan kaki kanan maupun kiri dapat dilakukan dengan sama baiknya.

Eksekusi bola mati juga merupakan salah satu keahliannya. Tendangan bebas langsung malah menjadi salah satu senjata andalan Grenier untuk mencetak gol. Bukan tanpa alasan jika kemudian Grenier mendapatkan julukan Le petit Juninho. Teknik dan kualitas tendangan bebasnya memang mirip dengan sang maestro bola mati Brasil, seorang pemain yang teknik tendangan bebasnya ditiru oleh Andrea Pirlo: Juninho Pernambucano.

Terlepas dari itu semua, kepindahan Grenier ke Arsenal di bursa transfer musim dingin bukanlah sesuatu yang pasti terjadi. Mengingat jumlah gelandang serang Arsenal sudah sangat banyak jumlahnya, masihkah Wenger memiliki keinginan untuk mendatangkan Grenier? Cesc Fàbregas saja ditolak karena Arsenal sudah memiliki Mesut Özil.

Biarlah kepindahan Grenier menjadi misteri yang baru akan terjawab di bulan Januari. Terlepas dari jadi atau tidaknya Grenier pergi ke Arsenal, hingga bursa transfer kembali dibuka nanti, Grenier memiliki tujuh pertandingan bersama Lyon. Tiga diantaranya adalah pertandingan besar; dua laga tandang ke Saint-Etienne dan Bordeaux di ajang Ligue 1, plus satu pertandingan kandang melawan AS Monaco di ajang Coupe de la Ligue.

Komentar