Sang Penghibur Berencana Tinggalkan Arsenal

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Sang Penghibur Berencana Tinggalkan Arsenal

Lukas Podolski, penyerang Arsenal, buka suara kepada media mengenai keinginan terpendam yang ia miliki. Penyerang yang lahir di Polandia ini mengatakan bahwa ia memiliki pertimbangan untuk meninggalkan the Gunners pada bursa transfer bulan Januari. Arsenal bersiap kembali kehilangan pemain penting di ruang ganti dan markas latihan.

Tidak perlu susah payah berpura-pura. Ketimbang mengejutkan, kabar ini lebih terdengar seperti sebuah rahasia umum yang akhirnya diakui oleh pihak yang bersangkutan. Anda tidak perlu menjadi seseorang yang jenius atau menjadi fans berat Arsenal untuk menyadari bahwa cepat atau lambat Podolski akan meninggalkan Arsenal.

Walaupun resmi menjalin kesepakatan kerja dengan Arsenal sejak tahun 2012, Podolski tidak benar-benar meninggalkan Jerman. Seringkali ia terlihat berada di Jerman. Di kota Köln, tepatnya; kota yang sangat ia cintai sehingga ia rela rajah lambang kota menghiasi lengan kanannya.

Walaupun bermain untuk Arsenal, Podolski tidak benar-benar bisa meninggalkan kota yang ia cintai. Ia sangat sering pulang ke Köln, entah untuk menyaksikan FC Köln bertanding atau untuk urusan lainnya. Podolski di Arsenal kurang lebih sama dengan kebanyakan mahasiswa baru yang sangat sering pulang di akhir minggu – apalagi jika jarak tempat mereka menimba ilmu dengan tempat yang ditinggalkan hanya sejauh Bandung ke Jakarta.

Jangan salah kaprah. Podolski bukannya tak profesional. Ia tidak pernah mengedepankan perasaannya kepada Köln ketimbang kewajibannya sebagai pemain Arsenal. Adalah fakta bahwa Arsène Wenger terus menerus menjadikannya pilihan kesekian yang membuat Podolski akhirnya buka suara.

Podolski yang terlihat begitu ceria ternyata memendam kesedihan yang akhirnya tak kuasa ia sembunyikan. “Saya tidak senang terhadap situasi yang ada saat ini. Salah jika ada yang menganggap bahwa saya bahagia,” ujarnya sebagaimana diwartakan oleh the Guardian. “Saya masih merasakan kebahagiaan dalam permainan sepakbola namun ketika elemen kompetitif hal yang sangat saya nikmati diambil, maka saya tidak merasa bahagia.”

Wajar saja Podolski tidak merasa bahagia terhadap apa yang ia dapatkan di Arsenal. Musim ini, hanya sekali pria yang akrab disapa Poldi ini bermain sebagai starter; saat Arsenal dikalahkan oleh Southampton di ajang Capital One Cup pada bulan September lalu.

Selebihnya, Podolski lebih sering menghabiskan waktu di bangku cadangan. Malah, secara keseluruhan, jam terbangnya di Premier League musim ini hanya 50 menit. Waktu yang ia habiskan di lapangan di Champions League malah lebih sedikit lagi; 29 menit saja.

Podolski sadar betul tentang apa yang ia hadapi di Arsenal dan apa yang ia katakan kepada media. Pemain berusia 29 tahun ini bahkan sudah berencana membicarakan keinginannya untuk mendapatkan lebih banyak waktu bermain dan/atau meninggalkan Arsenal dengan pihak klub. “Saya harus memikirkan tentang apa yang akan terjadi musim dingin ini dan saya akan membicarakan hal ini dengan pihak klub,” ujarnya.

Jika pada akhirnya Podolski benar meninggalkan Arsenal, maka ruang ganti dan markas latihan akan menjadi tempat yang lebih sepi. Podolski adalah salah satu pemain yang membuat suasana di Arsenal menjadi ceria. Arsenal pernah kehilangan Emmanuel Eboue. Jika Podolski benar pergi, maka yang tersisa tinggal Wojciech Szczesny.

Komentar