Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

“Kami senang kembali bermain di Liga Champions. Kami tidak ingin memikirkan performa kami di Bundesliga,” kata penyerang Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang, sebagaimana dikutip oleh situs resmi Bundesliga.

Wajar saja Aubameyang berkata demikian. Tengah pekan dan Liga Champions saat ini memang merupakan kombinasi yang lebih menyenangkan untuk Borussia Dortmund (dan para pendukung mereka) ketimbang akhir pekan dan Bundesliga. Pertandingan-pertandingan kompetisi antarklub terbesar di Eropa tersebut sejauh ini selalu berhasil menyuguhkan hasil sempurna; berbanding terbalik dengan liga domestik.

Tiga pertandingan sudah dilalui oleh Dortmund di Liga Champions musim ini. Mereka berhasil memenangi ketiganya. Arsenal FC, Royal Sporting Club Anderlecht, dan Galatasaray Spor Kulübü semua dipaksa bertekuk lutut. Jika die Schwarzgelben kembali menuai hasil maksimal dini hari nanti (waktu Indonesia bagian barat) nanti, tiket 16 besar sudah pasti di tangan.

“Kami harus menunjukkan rasa hormat kepada Galatasaray. Setelah kalah memalukan di kandang, mereka pasti menunjukkan reaksi. Tidak mungkin kami meremehkan mereka, perjalanan masih panjang,” ujar Aubameyang. Lagi-lagi ia benar. Kemenangan 4-0 yang diraih oleh Dortmund di Türk Telekom Arena tidak bisa menjadi alasan untuk jumawa.

Galatasaray memang tidak boleh diremehkan. Tim berjuluk Asalan ini pastinya ingin menjaga peluang mereka untuk tetap menjaga peluang lolos sekaligus membalas dendam setelah dipermalukan oleh Dortmund di hadapan pendukung mereka sendiri. Cesare Prandelli, manajer Galatasaray, menyebutkan bahwa pasukannya akan bermain agresif dan mengerahkan kemampuan terbaik.

“Sekali lagi, kami berhadapan dengan salah satu tim terkuat di Liga Champions. Kami ingin menunjukkan bahwa kami memiliki motivasi tinggi dan dapat menunjukkan sebuah permainan yang sukses dan positif. Kami harus agresif dan fokus. Kami akan mencari ruang dan berusaha untuk mencetak gol. Saya harap kami akan memiliki cukup fokus ketika dibutuhkan untuk melakukan hal tersebut,” ujar Prandelli dalam konferensi pers prapertandingan.

Prandelli begitu percaya diri bahwa permainan agresif yang merepotkan Dortmund saja sudah cukup untuk membawa Galatasaray meraih kemenangan dan membuat para pendukung setia Galatasaray senang. Prandelli bahkan berani menjanjikan sebuah penampilan yang berbeda dari anak-anak asuhnya: “Kami akan memberikan apapun untuk membuat pendukung kami bahagia. Besok mereka akan melihat tim yang berbeda.”

Tak ada salahnya bermimpi. Tak salah pula memiliki rasa percaya diri. Selama, tentu saja, sang empunya sadar bahwa ada sakit hati yang menanti jika pada akhirnya semesta berkehendak lain terhadap impian yang ia yakini.

Prandelli boleh dengan penuh percaya diri mengklaim bahwa pasukannya akan menang karena ia memiliki visi yang jelas mengenai pertandingan melawan Dortmund, namun ia tidak boleh lupa bahwa Jürgen Klopp juga memiliki rencana. Dan rencana yang dimiliki Klopp juga cukup jelas: menghancurkan rencana Prandelli.

“Kami akan berhadapan dengan Galatasaray yang kuat, yang berusaha untuk secara dramatis memperbaiki nasib mereka di grup. Dengan tambahan tiga poin mereka akan membuat persaingan begitu terbuka dan kami ingin mencegah hal tersebut,” ujar Klopp.

Komentar