Taïder Dikembalikan, Jerseynya Pun Dikembalikan

Berita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Taïder Dikembalikan, Jerseynya Pun Dikembalikan

Jendela transfer memang sudah resmi ditutup. Jika ada satu tim yang kelabakan pada jendela transfer kemarin, tim tersebut tentunya adalah Southampton.

Bagaimana tidak, tim asal pantai selatan Inggris ini kehilangan jagoan-jagoan utama mereka. Setelah musim yang mengagumkan musim lalu, tim eks Mauricio Pochettino yang memang dinilai sebagai tim medioker ini malah dibugili pada masa awal pelatih barunya, Ronald Koeman.

Rickie Lambert, Adam Lallana, dan Dejan Lovren bergabung ke utara bersama Liverpool. Bek kiri andalan mereka, Luke Shaw, pindah ke Manchester United. Calum Chambers juga sudah menjadi milik Arsenal sekarang. Sementara Billy Sharp, striker yang jarang dimainkan, berpindah seragam ke Leeds United.

Tidak mau kalah, beberapa pemain lainnya juga siap dilahap oleh tim-tim yang lebih besar, seperti Morgan Schneiderlin dan Jay Rodriguez. Puji Tuhan untuk Koeman, akhirnya mereka tetap berseragam merah-putih Southampton setidaknya sampai tahun baru 2015 ini.

The Saints bertindak cepat menyikapi pemain-pemain andalan mereka yang pindah. Nama-nama seperti gelandang Dušan Tadi?, penyerang Graziano Pellè, kiper Fraser Forster, penyerang Shane Long, sampai bek Florin Gardo? dan penyerang potensial Sadio Mané didatangkan.

Bek kiri Ryan Bertrand dan bek serba bisa Toby Alderweireld juga berhasil dipinjam mereka dari Chelsea dan Atlético Madrid.

Namun, dari semua nama itu, ada satu nama yang menjadi sorotan utama jendela transfer musim panas ini di Southampton, dia adalah Saphir Taïder.

Taïder hanya menjadi pemain Southampton selama tiga minggu saja. Pemain internasional Aljazair ini memang dipinjam dari Internazionale pada 6 Agustus lalu. Tetapi ia harus pulang kembali ke klub Milan itu pada tenggat waktu jendela transfer kemarin.

">#SaintsFC has agreed to terminate the loan of Saphir Taïder, who now returns to https://twitter.com/Inter">@Inter.

— Southampton FC (@SouthamptonFC) https://twitter.com/SouthamptonFC/statuses/506427755115077632">September 1, 2014
“Ia telah gagal menunjukkan permainan tingkat atas dan komitmennya untuk menjadi seorang pemain Southampton”, ujar pernyataan di situs klub. “Perjanjian (peminjaman) itu telah kami batalkan,” lanjutnya.

Tiga minggu? Apakah itu benar-benar waktu yang cukup untuk menunjukkan komitmen seorang pemain? Bagaimana dengan “permainan tingkat atas”? Bukankah ia bermain di Piala Dunia bersama Aljazair? Memangnya dia sudah berapa kali main untuk Soton, sih?

Baiklah, kita akan membahasnya satu per satu. Perjanjian Taïder ini berawal dari kerja sama Soton dan Inter untuk saling meminjamkan pemainnya. Dani Osvaldo, yang merupakan pemain termahal yang pernah Soton datangkan pada musim lalu, dipinjamkan ke Inter.

Pemain berusia 28 tahun ini memang tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya pada musim lalu. Sementara Soton yang kekurangan gelandang dan bek, meminjam Taïder. Hal ini juga dilakukan awalnya sebagai ancang-ancang jika Schneiderlin pergi.

welcome-taider

“Ini adalah bagian dari filosofi kami untuk mendatangkan pemain muda bertalenta, Saphir adalah pemain tersebut,” buka Koeman pada 6 Agustus silam. “Saya berbicara kepadanya tentang beberapa posisi yang bisa ia mainkan dan dia menujukkan kepada saya sebuah ambisi yang nyata. Ia memberikan kami sebuah kedalaman skuat yang sangat baik.” Tutup pelatih asal Belanda itu.

Pemain berusia 22 tahun ini tidak memainkan satu pertandingan resmi pun bersama The Saints. Ia hanya bermain sekali pada pertandingan pra-musim melawan Bayer 04 Leverkusen, dimana Soton mengalami kekalahan 1-0.

Sebegitu menjanjikannya pemain Aljazair ini, sampai-sampai sebenarnya para fans Soton pun menantikan aksinya. Pulangnya Taïder ini ternyata memakan beberapa korban dari fans, salah satu di antaranya adalah seorang fans dengan akun Twitter @JBridle2. 

">@SouthamptonFC any chance of a refund?!

— Bridler' (@JBridle2) https://twitter.com/JBridle2/statuses/506446527800565760">September 1, 2014

Ia sudah membeli jersey Southampton dengan nama punggung Taïder dan nomor 17-nya. Namun pada tenggat waktu jendela transfer semalam, perginya Taïder ini setelah hanya 26 hari saja ia bergabung dengan The Saints, membuatnya berkicau sambil menunjukkan foto jersey tersebut: “Saya merasa diri saya adalah yang paling sial! 65 pounds yang sia-sia.”

Tetapi beruntung baginya, St. Mary’s Megastore bersedia untuk melakukan refund untuk jersey-nya tersebut. Melalui akun @SouthamptonFC, mereka menulis: “Dear, @JBridle2. Jika kamu membawa jersey itu kembali ke St. Mary’s Megastore, kami akan menggantinya untukmu.”

Beruntung memang nasib seorang fans tersebut. Setidaknya ia bisa mengembalikan jersey tersebut seperti Southampton mengembalikan Taïder ke San Siro.

Gambar paling atas pun (Taïder sedang merentangkan jersey Southampton) seolah sedang berbicara, "Mari, yang sudah membeli jersey ini, harap di-refund di toko terdekat."

Komentar