Preview Vietnam vs Indonesia: Upaya Garuda Perbaiki Rekor

Analisis

by Febrian Hafizh Muchtamar

Febrian Hafizh Muchtamar

All time poser.

Preview Vietnam vs Indonesia: Upaya Garuda Perbaiki Rekor

Medali emas sepertinya menjadi target utama Indonesia di SEA Games 2021. Hal ini dapat terlihat dari keputusan pelatih Shin Tae-yong membawa begitu banyak pemain dari skuad Piala AFF 2020 kemarin untuk kembali membela timnas. Sebanyak 10 dari total 20 pemain yang dibawa ke Hanoi, Vietnam merupakan bagian dari timnas Indonesia di Piala AFF 2020.

Pada Piala AFF 2020, Indonesia menjadi runner-up usai kalah dari Thailand di laga puncak. Meski begitu, STY mendapat sanjungan sebab berani menurunkan skuad berisi pemain muda minim pengalaman. Hasilnya terbilang cukup memuaskan. Maka, rasanya tak salah jika STY masih menggantungkan harapan terhadap para pemain mudanya untuk kembali bersinar.

Di laga perdana SEA Games 2021, Indonesia akan menghadapi Vietnam, Jumat (6/5) pukul 19.00 WIB. Bermain di Stadion Vietri, Vietnam bukan hanya berstatus sebagai tuan rumah, melainkan juga juara bertahan. Anak asuh Park Hang-seo itu mengandaskan Indonesia dengan skor telak 3-0 dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara edisi 2019 yang digelar di Filipina. Itu menjadi medali emas perdana Vietnam di ajang SEA Games.

Dalam lima pertemuan terakhir di beberapa kompetisi selain SEA Games, Vietnam memang lebih unggul ketimbang Indonesia. Tercatat, tim berjuluk Golden Star Warrior meraih dua kemenangan, dua imbang, dan satu kalah. Satu-satunya kemenangan Indonesia pun diraih lebih dari lima tahun lalu, yakni pada Piala AFF 2016.

Hal serupa juga terjadi SEA Games yang mempertemukan tim U23. Indonesia hanya mampu sekali menang, satu imbang, dan telan tiga kekalahan dari Vietnam. Kendati demikian, STY optimistis dapat memperbaiki rekor tersebut.

“Dalam pertemuan terdahulu saat menjadi pelatih Indonesia, saya malu mengatakan Vietnam punya kualitas lebih mumpuni dibanding Indonesia,” ujar Shin seperti yang dikutip CNN Indonesia.

Bagi pria asal Korea Selatan itu, SEA Games kali ini adalah momen yang tepat menggeser Vietnam. Mengingat Indonesia diperkuat pemain bagus dari dalam dan luar negeri. “Saya sangat percaya diri meraih hasil baik dibanding Vietnam,” tambah dirinya.

Kedalaman Tipis di Pos Belakang

Di laga perdana SEA Games kali ini, Indonesia memiliki sedikit masalah di urusan kedalaman lini belakang. Shin Tae-yong tidak bisa memainkan Asnawi Mangkualam dan Elkan Baggott karena belum dapat bergabung dengan tim.

Padahal, Asnawi, yang punya kemampuan bertahan dan menyerang dengan baik, merupakan andalan STY di posisi bek kanan. Pemain yang juga bisa dimainkan sebagai bek sayap itu dimainkan di seluruh laga AFF 2020 dan hanya diganti satu kali.

Pemain kelahiran 4 Oktober 1999 tersebut melakukan tiga blok, 12 intersep, dan 14 sapuan bola. Dalam urusan menyerang, Asnawi mencatatkan 10 operan kunci dan satu asis selama AFF 2020. Ia berposisi sebagai bek, tetapi punya daya serang yang cukup tinggi dari sisi kanan. Kemampuan itu membuat peran Asnawi cukup berharga dalam skema permainan serangan balik yang kerap STY terapkan.

Sebagai gantinya, Rio Fahmi kemungkinan besar akan menjadi pengganti Asnawi. Ia cukup mentereng bersama Persija Jakarta dengan catatan 26 penampilan di Liga 1. Rio tipikal pemain yang cara menyerangnya hampir serupa dengan Asnawi.

Sepanjang Liga 1 2021/22, bek kanan berusia 20 tahun tersebut membukukan satu gol dan dua asis. Catatan tersebut menunjukkan bahwa pemain berusia 20 tahun itu punya daya gedor di sisi kanan. Ia kerap menusuk ke dalam kotak penalti lawan, ketimbang melakukan umpan silang.

Sementara, di posisi bek tengah, absennya Elkan juga bisa dibilang cukup merugikan. Elkan punya kemampuan efektif untuk meredam bola-bola udara dengan postur tubuhnya yang mencapai 184 centimeter. Jika berkaca pada pertemuan Indonesia dan Vietnam di Piala AFF 2020, ada kemungkinan Golden Stars Warrior akan mencoba menyerang melalui sayap jika tidak mampu untuk menembus jantung pertahanan Indonesia lewat operan-operan pendek.

Untungnya, STY memiliki cukup banyak opsi untuk posisi bek tengah. Masih ada Rizky Ridho, Alfeandra Dewangga, dan salah satu pemain senior, Fachrudin Aryanto, yang bisa dimainkan. Sejak Piala AFF 2020, ketiganya bisa dibilang menjadi pilihan paten.

Selain itu, pos bek sayap kiri juga dipastikan tidak akan diperkuat Pratama Arhan. Ia tidak dilibatkan dalam SEA Games 2021 karena masih memperkuat Tokyo Verdy, klub divisi kedua Japan League (J-League 2). J-League 2 baru memulai kompetisi pada pertengahan Februari 2022.

Dewangga dan Firza Andika bisa menjadi alternatif di sisi kiri pertahanan. Namun kemungkinan besar Firza akan jadi pilihan utama, mengingat ia telah bermain dalam dua dari tiga uji coba bersama Indonesia di Korea Selatan.

Untuk laga vs Vietnam, Dewangga kemungkinan tidak akan diturunkan sebagai bek sayap kiri. Vietnam punya intensitas serangan tinggi, sehingga Shin perlu menurunkan lima bek sekaligus di barisan pertahanan Indonesia. Meski terkesan cari aman, lima bek mampu meredam serangan demi serangan dari Vietnam seperti di AFF 2020. Arhan, Ridho, Dewangga, Fachrudin, dan Asnawi sukses mengamankan gawang Indonesia hingga peluit panjang dibunyikan.

Optimalisasi Lini Tengah dan Depan

Berbeda dengan lini belakang, STY punya pilihan melimpah di lini tengah dan serang. Lini tengah Indonesia, sebut saja Marc Klok, Rachmat Irianto, Syahrian Abimanyu, dan Ricky Kambuaya punya kualitas yang mumpuni.

Posisi asli Irianto adalah bek tengah. Namun ketika Shin Tae-yong mengarsiteki Indonesia, pemain Persebaya Surabaya itu bergeser menjadi gelandang bertahan. Ia lebih banyak mengurusi kedalaman pertahanan Skuad Garuda.

Sementara itu, Klok serta Abimanyu menjadi gelandang yang selalu diturunkan di susunan sebelas pertama dalam tiga laga uji coba di Korea Selatan. Klok berperan sebagai jangkar antara tengah dan belakang, sedangkan Abimanyu menjadi gelandang tengah yang mengatur ritme permainan.

Klok punya zona bermain lebih ke dalam, khususnya dari tengah ke belakang hingga dua sisi sayap. Ia bertugas mengambil alih dan mengembalikan penguasaan bola dari lawan, lalu memberikannya ke gelandang tengah atau serang.

Para pemain di lini tengah ini diharapkan bisa meredam atau bahkan memutus serangan Vietnam sebelum mencapai kotak penalti, serta mampu menyalurkan bola ke lini depan. Selain nama-nama di atas, STY juga masih punya gelandang berusia 17 tahun, Marselino Ferdinan.

Marselino telah menunjukkan kualitas selama gelaran Liga 1 2021/22. Ia tercatat membukukan tujuh asis di Persebaya Surabaya dan punya kemampuan individu untuk menggiring bola. Pemain yang menjalani debut bersama Indonesia kala menghadapi Timor Leste dalam agenda FIFA pada Januari 2022 lalu itu punya ketenangan dalam bermain dan akurasi operan yang cukup baik.

Bicara pemain muda, masih ada satu lagi sosok berusia 17 tahun dalam diri Ronaldo Kwateh. Ia telah tampil sebanyak 11 kali bersama Madura United musim kemarin. Ia bisa menjadi salah satu opsi bagi STY di lini depan, utamanya di sayap kiri penyerangan.

Kendati demikian, kemungkinan besar STY akan mendahulukan Irfan Jauhari. Saat di Persija Jakarta, Jauhari catatkan lima gol dari lima penampilan. Selain itu, ia juga telah mencetak dua gol ketika membela Indonesia U19.

Sementara itu, di sisi kanan ada opsi Saddil Ramdani, Witan Sulaeman, dan Egy Maulana. Ketiganya berkarier di luar negeri dan punya pengalaman lebih daripada para pemain di Tanah Air.

Saddil telah lebih dari dua tahun berkarier di Malaysia. Pertama ia memperkuat Pahang, lalu pindah ke Bhayangkara, dan kembali ke Malaysia dengan membela Sabah FC. Saat ini, Saddil telah tampil di semua pertandingan bersama Sabah dengan raihan satu gol dan satu asis.

Pihak Sabah sempat berat hati untuk melepas Saddil memperkuat Indonesia. Bagi Sabah, Saddil adalah pemain kunci. Namun, akhirnya Saddil diberi kesempatan sekali membela Skuad Garuda kala bertemu Vietnam. Pemain kelahiran Raha, Sulawesi Tenggara itu tidak akan merumput untuk Indonesia di fase grup setelah laga vs Vietnam. Ia baru dapat kembali jika Indonesia lolos ke fase gugur.

Witan dan Egy bisa menjadi opsi lain selepas Saddil pergi. Di FK Senica, Witan tampil 12 kali dan catatkan dua gol. Sementara Egy merumput 16 kali dengan catatan dua gol dan satu asis.

Saat Piala AFF 2020, Witan lebih sering diturunkan ketimbang Egy. Secara statistik pun, Witan punya akurasi operan 73,1%, sembilan di antaranya menjadi operan kunci, dan lima berbuah asis. Secara individu, Witan juga sukses melakukan dribble sebanyak sembilan kali.

Menanti Tiga Pemain Kunci Vietnam

Dalam menyambut SEA Games 2021, Park Hang-seo memilih tiga pemain berusia di atas 23 tahun, di antaranya penyerang tengah Tien Linh Nguyen, serta dua gelandang tengah Hung Dung Do dan Hoang Duc Nguyen. Hong Duc memenangkan penghargaan Vietnam’s Golden Ball 2022 (pemain terbaik Vietnam 2022).

Hoang Duc memainkan hampir 20 pertandingan untuk Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala AFF 2021. Sementara penyerang tengah Tien Linh cetak dua gol saat Vietnam bersua Kamboja di Piala AFF 2020.

Tien Linh juga bermain kontra Indonesia di AFF 2020. Namun, ia ditarik keluar saat turun minum. Tien Linh tidak mampu menembus barisan pertahanan rapat Indonesia, walaupun menyerang habis-habisan.

Selain itu, tiga bek tengah Vietnam, yakni Bui Hoang Viet Anh, Nguyen Thanh Binh, dan Phan Tuan Tai adalah pilihan terbaik karena mereka membuat penampilan impresif saat kalah 0-1 dari Oman dan menahan imbang Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Laga panas ini akan tersaji malam hari ini pukul 19.00 WIB. Indonesia telah mengalami beberapa kekecewaan berkat Vietnam. Shin Tae-yong tak mau nasib tersebut terulang kembali. Namun, Vietnam tetap ingin mempertahankan kejayaan SEA Games, apalagi dari Indonesia.

Prediksi Susunan Sebelas Pertama Indonesia vs Vietnam:

Indonesia (5-4-1): Ernando; Firza, Ridho, Fachrudin, Dewangga, Rio Fahmi; Irianto, Klok, Abimanyu, Witan; Ridwan.

Komentar