Youssef En-Nesyri: Sosok Ujung Tombak Tajam yang Dirindukan Sevilla

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Youssef En-Nesyri: Sosok Ujung Tombak Tajam yang Dirindukan Sevilla

Sejak Wissam Ben Yedder pindah ke AS Monaco, Sevilla tidak memiliki striker tengah yang andal mencetak gol. Pada awal 2019/20, Los Nervionenses mendatangkan Munas Dabbur, Javier “Chicharito” Hernandez, serta Luuk de Jong untuk menambal kepergian penyerang Perancis tersebut. Tiga pemain anyar ini diharap bisa menjadi goal-getter.

Akan tetapi, transfer itu tak berhasil. Dabbur dan Chicharito yang tidak sesuai dengan taktik Julen Lopetegui, kemudian dilepas usai hanya setengah musim berada di Ramon Sanchez Pizjuan. Sedangkan De Jong kehilangan ketajamannya di La Liga. Berhasil mengemas 28 gol untuk PSV Eindhoven di Eredivisie 2019/19, De Jong hanya mencetak enam gol bagi Sevilla di La Liga pada musim debutnya.

De Jong tetap dipertahankan karena karakter permainannya sesuai dengan skema Lopetegui. Untuk memberi persaingan ke striker Belanda itu, sekaligus mendapatkan goal-getter, praktis Sevilla butuh mendatangkan penyerang baru pada pertengahan musim 2019/20. Pilihan mereka jatuh kepada Youssef En-Nesyri, penyerang 22 tahun yang bermain untuk Leganes.

Transfer En-Nesyri sejatinya adalah perjudian. Monchi, direktur sepakbola Sevilla, hendak menebus kegagalan transfer Dabbur dan Chicharito. Lopetegui, merasa sang pemain akan cocok dengan permainan timnya, menyetujui transfer tersebut. Sevilla pun mengaktifkan klausul pelepasan En-Nesyri seharga kurang-lebih 20 juta euro.

Usia En-Nesyri masih muda dan Sevilla bisa saja gagal mengembangkan sang pemain. Di Leganes, kiprah striker asal Maroko itu pun tak mencolok. Selain hat-trick ke gawang Real Betis pada Oktober 2019 dan gol ke gawang Spanyol di Piala Dunia 2018, nyaris tak ada yang istimewa dari En-Nesyri sebelum direkrut Monchi.

Pada 2019/20, En-Nesyri pun butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan klub barunya. Ia bermain dalam 26 pertandingan di sisa musim itu dan hanya mencetak enam gol.

Meskipun demikian, Los Nervionenses mampu menyelesaikan 2019/20 dengan catatan apik. Mereka berhasil finis di empat besar La Liga. Anak asuh Lopetegui juga sukses merengkuh trofi Europa League keenam usai mengalahkan Inter Milan. Lucas Ocampos, penyerang sayap asal Argentina, tampil prolifik dan menjadi top skor klub, mengatasi problem kebuntuan yang dialami dua rekannya di pos striker tengah.

Memasuki 2020/21, En-Nesyri pun diharap mampu tajam di depan gawang setelah nyetel dengan permainan Sevilla. Ia mewarisi tempat yang dulu dihuni pemain sekaliber Frederic Kanoute hingga Luis Fabiano.

Musim ini, En-Nesyri menjawab ekspektasi publik Sevilla dengan baik. Penyerang berusia 23 tahun itu mulai piawai mengonversi peluang. Di La Liga 2020/21, ia telah mencetak 15 gol dari 28 pertandingan. Eks pemain Malaga ini juga mencetak enam gol di Liga Champions. Akhirnya Sevilla kembali punya striker tajam. Perjudian Monchi tak sia-sia.

“Dia di usia yang fantastis untuk tumbuh dan berkembang lebih baik. Dia ada di tempat yang ideal,” kata Lopetegui usai En-Nesyri mengemas hat-trick ke gawang Cadiz, 23 Januari lalu.

Musim ini, En-Nesyri telah mencetak dua hat-trick di La Liga, masing-masing ke gawang Real Sociedad dan Cadiz. Striker internasional Maroko ini pun mencetak satu-satunya gol yang memberi Sevilla kemenangan di Derbi Andalusia lawan Real Betis.

Ketajaman En-Nesyri adalah buah dari latihan intens yang dijalaninya. Lopetegui dan staf kepelatihannya mengadakan sesi individual untuk sang pemain demi mengembangkan pemosisian dan teknik tembakannya. “Ini [latihan untuk En-Nesyri] seperti memoles sebongkah berlian,” kata Lopetegui.

Sebelum direkrut Sevilla, En-Nesyri telah menampilkan bakat menjanjikan. Posturnya tinggi (189cm), tetapi larinya kencang dan memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Karena dua hal itulah, ia beberapa kali dipasang di pos winger.

Di pos striker tengah, En-Nesyri meneror pertahanan lawan dengan lari cepatnya. Ia kerap menunggu di garis terakhir pertahanan dan berupaya mematahkan jebakan offside. Dengan pemilihan waktu yang tepat, En-Nesyri menjadi target umpan terobosan yang mematikan.

Selain itu, eks penyerang Leganes ini juga mampu memenuhi tuntutan Lopetegui untuk menjadi striker komplet. En-Nesyri terlibat aktif dalam konstruksi serangan dan pertahanan Los Nervionenses. Ia kerap memimpin pressing lini pertama dan tak segan berduel dengan bek.

Kemampuan retensi bola En-Nesyri pun berharga untuk menjembatani serangan Sevilla. Ketika menerima bola di area lawan, sang pemain mampu menahan tekanan lawan dan memberi waktu agar rekan-rekannya mencari posisi.

Ini adalah aspek mendasar yang dituntut Lopetegui dari striker tengahnya. Sevilla sendiri kerap mengandalkan umpan jauh yang ditujukan ke no. 9. Di La Liga 2020/21, Los Nervionenses merupakan tim dengan umpan jauh terbanyak kedua setelah Eibar.

Di lain sisi, striker Sevilla dituntut cakap duel udara. Anak asuh Lopetegui sering membuat peluang via umpan silang dan seseorang di kotak penalti harus menyambutnya. Musim ini, Sevilla telah membuat 419 umpan silang, kedua terbanyak di La Liga.

Youssef En-Nesyri dalam trek yang benar untuk meneruskan estafet striker haus gol Sevilla. Penampilan apik 2020/21 menunjukkan bahwa sang pemain sudah cukup matang dan mulai bisa memaksimalkan potensinya.

En-Nesyri sendiri merupakan salah satu bakat yang diharap menjadi masa depan sepakbola Maroko. Ia berasal dari Akademi Sepakbola Mohammed VI, sebuah lembaga yang ditujukan untuk memperbarui pengembangan olahraga di negara itu.

Di Spanyol, En-Nesyri mengawali kiprahnya sebagai pemain Malaga B. Bakatnya pun memikat Juande Ramos yang mempromosikannya ke tim utama.

“Dia adalah pesepakbola yang sangat terfokus meskipun masih muda. Dia telah mengalami periode buruk di usia muda, tetapi dia punya kualitas untuk menjadi striker hebat di Sevilla,” kata Marcelo Romero, asisten pelatih Malaga yang memantau perkembangan En-Nesyri di sana.

Berkat kontribusi En-Nesyri, Sevilla berpeluang besar lolos ke Liga Champions musim depan. Mereka unggul 10 poin atas pesaing terdekat, Real Sociedad jelang jornada 26 bergulir. Di jornada 26 sendiri, Sevilla menghadapi lawan berat, Atletico Madrid yang sekarang memuncaki klasemen. Los Rojiblancos memiliki catatan pertahanan terbaik di La Liga. Bagi En-Nesyri, gawang yang dijaga Jan Oblak adalah tes menantang untuk menguji kemampuan mencetak golnya.

Komentar