Kembalinya Joshua Kimmich, Gelandang yang Membuat Bayern Muenchen Sempurna

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kembalinya Joshua Kimmich, Gelandang yang Membuat Bayern Muenchen Sempurna

Joshua Kimmich kembali merumput setelah absen selama enam pekan. Gelandang berusia 25 tahun itu diturunkan Hans-Dieter Flick kala timnya mengalahkan Bayer Leverkusen, 20 Desember lalu. Kimmich sebelumnya absen karena menderita cedera meniskus di lutut kanan pada Der Klassiker, 8 November 2020.

Pulihnya Kimmich menjadi hadiah Natal yang sangat berharga bagi Bayern Muenchen. Pemain bernomor punggung 6 tersebut adalah aktor kunci kesuksesan die Roten beberapa musim terakhir. Sejak musim lalu, perannya di lini tengah memberi Bayern keseimbangan. Pondasi ini membawa skuad besutan Hansi Flick menjuarai semua kompetisi yang disertai pada 2020.

Sekilas, Bayern masih tampak garang selama Kimmich absen. Klub asal Bavaria ini memang memiliki kedalaman skuad yang bisa diandalkan. Toh, tanpa kehadiran Kimmich, Bayern mampu memuncaki klasemen Bundesliga.

Akan tetapi, kendati meraih hasil yang cukup baik, Bayern bisa dikatakan tampil di bawah standar saat Kimmich tak bermain. Sejak Kimmich cedera, mereka meraih 12 poin dari enam pertandingan sebelum laga tandang di Leverkusen. Bayern rata-rata mendapat 2 poin per pertandingan tanpa Kimmich.

Sementara ketika eks pemain VfB Stuttgart itu belum cedera, Bayern meraih 18 poin dari tujuh pertandingan. Bersama Kimmich, Bayern memenangi semua pertandingan kecuali satu (kalah 4-1 dari Hoffenheim). Die Roten meraih 2,6 poin per pertandingan saat Kimmich di dalam skuad.

Catatan gol dan kebobolan Bayern pun sedikit memburuk selama Kimmich absen. Ketika Kimmich bermain, Bayern rata-rata mencetak satu gol tiap 25 menit dan kebobolan satu tiap 80 menit. Saat pemain itu absen, anak asuh Flick mencetak gol tiap 35 menit dan kebobolan satu per 53 menit.

Statistik tersebut menggarisbawahi peran vital Kimmich di skuad Bayern. Sebagai gelandang bertahan, ia bertanggung jawab melindungi lini belakang die Roten. Pertahanan Bayern pun lebih mudah terekspos ketika Kimmich tak bermain.

Sebelum cedera, Kimmich konsisten melindungi Bayern dari progresi bola lawan. Ia tercatat membuat 11 tekel dan empat intersep di tujuh pertandingan pertama Bayern. 11 tekel itu dibuat di tengah lapangan dan sepertiga pertahanan, menunjukkan bahwa Kimmich kerap menghentikan aliran bola lawan sebelum mencapai area berbahaya.

Di lain sisi, yang membuat Kimmich istimewa adalah kontribusi serangannya. Meskipun berperan sebagai seorang no. 6, eks pemain RB Leipzig ini secara efektif memperkuat daya serang Bayern. Musim ini, Kimmich telah membuat lima asis. Hanya Thomas Mueller dan Kingsley Coman yang mengemas asis lebih banyak (7) di antara skuad Bayern.

Asis-asis itu dibuat Kimmich saat timnya membabat Schalke 8-0, mencukur Frankfurt 5-0, menang tipis atas Koeln (1-2), serta di partai terakhir Hinrunde lawan Leverkusen. Kimmich juga menjadi satu-satunya pencetak gol Bayern saat timnya kalah 4-1 dari Hoffenheim.

Selain itu, Kimmich sering memainkan peran krusial di waktu-waktu penting. Ia adalah pemain yang nyaman dan dapat memengaruhi hasil akhir sebuah partai akbar. Musim lalu, tembakan chip-nya membawa Bayern menang atas Dortmund dan mengakhiri perebutan gelar juara Bundesliga.

Der Klassiker musim ini kembali jadi panggung pertunjukkan Kimmich. Di Piala Super Jerman, Dortmund berhasil bangkit menahan imbang Bayern 2-2 setelah tertinggal dua gol. Skor tersebut bertahan hingga menit 82. Kimmich, yang ingin memastikan trofi di waktu normal, maju menyerang. Gelandang Bayern itu kemudian mencetak gol penentu dengan cara menendang bola sambil terjatuh di kotak penalti.

Pekan lalu, Kimmich pun menunjukkan peran vitalnya saat Bayern menekuk Leverkusen. Kedua tim bermain imbang hingga waktu normal berakhir. Hansi Flick memasukkan Kimmich dengan mengganti Corentin Tolisso pada menit 68.

Saat wasit mengumumkan perpanjang waktu tiga menit, hasil imbang seperti tak terelakkan. Namun, semua berubah saat injury time memasuki menit terakhir. Lewat situasi pressing, Kimmich merebut bola dari Jonathan Tah dan mengopernya ke Robert Lewandowski. Pemain Terbaik FIFA itu pun tak membuat kesalahan dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Lukas Hradecky. Berkat Kimmich, Bayern menang (lagi) dan mengunci posisi puncak sebelum jeda musim dingin.

Kimmich telah absen selama enam pekan dan baru menjalani latihan penuh lima hari sebelum pertandingan di BayArena. Persiapan pendek itu rupanya tak menurunkan intelegensi permainannya dan ia, sekali lagi, menjadi aktor vital kejayaan Bayern.

“Joshua menunjukkan kembali hari ini [lawan Leverkusen] betapa pentingnya dia. Saya senang dia ikut. Sekadar membiarkannya terlibat sudah sangat membantu tim,” kata Flick setelah meraih tiga poin di Leverkusen.

Penampilan 22 menit Kimmich di BayArena menjanjikan banyak hal. Kini, Hansi Flick memiliki jenderal lapangan tengahnya untuk menjalani Rueckrunde. Dapat dikatakan bahwa Bayern telah kembali ke bentuk final kesempurnaan mereka.

Komentar