Liverpool vs West Brom: Sam Allardyce yang Realistis tapi Bertuah

Analisis

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Liverpool vs West Brom: Sam Allardyce yang Realistis tapi Bertuah

Sam Allardyce, yang ditunjuk menjadi kepala pelatih West Bromwich Albion menggantikan Slaven Bilic, datang ke Stadion Anfield untuk melawan Liverpool pada pekan 15 Liga Inggris, Minggu (27/12/2020) dengan kenangan manis. Big Sam, begitu ia kerap disapa, adalah pelatih terakhir yang mampu mengalahkan The Reds di kandangnya. Momentum tersebut terjadi tiga tahun silam, tepatnya pada April 2017, ketika Sam Allardyce masih menukangi Crystal Palace.

Ya, itulah kekalahan pemungkas Liverpool di Anfield dalam ajang Premier League. Usai hasil minor tersebut, skuad arahan Juergen Klopp bangkit dan tak pernah kalah di kandang selama 66 pertandingan: 11 imbang, 55 menang.

Memang, secara torehan trofi, Sam Allardyce belum pernah merengkuh gelar selama karier kepelatihannya. Hal ini bertolak belakang dengan reputasi Juergen Klopp sebagai pelatih papan atas, yang telah memenangkan gelar bergengsi seperti Liga Inggris dan Liga Champions Eropa.

Link streaming pertandingan Premier League: Liverpool vs West Bromwich Albion

Akan tetapi, perlu diingat bahwa Big Sam merupakan salah satu pelatih yang cukup disegani di Inggris. Ia dikenal sebagai sosok yang mampu mendongkrak tim-tim papan bawah guna lolos dari jurang degradasi.

Bolton Wanderers, Blackburn Rovers, Sunderland, hingga teranyar Crystal Palace merasakan betul tuah Big Sam. Sempat terseok-seok dan terancam turun ke Divisi Championship, tim-tim tersebut akhirnya bisa bertahan di Premier League berkat polesan Sam Allardyce. Alasan itu pula yang membuat The Baggies meminangnya kendati pada laga perdana West Brom kalah atas Aston Villa.

“Dalam diri Sam, kami memiliki sosok yang terbukti di Liga Inggris dengan rekam jejak meningkatkan performa setiap klub yang ia tangani. Kami percaya, dan yang terpenting, Sam yakin tim ini memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bertahan di Liga Primer Inggris,” kata Direktur Olahraga dan Teknik WBA, Luke Dowling.

Kekalahan atas Aston Villa wajar belaka jika mengacu pada formula Sam Allardyce untuk membantu West Brom mencapai target bertahan di Premier League. “Jika kami bisa mengalahkan tim-tim di peringkat delapan terbawah Liga Inggris, maka saya pikir kami akan memiliki peluang untuk bertahan.”

Dan untuk mencapai itu, mula-mula, Big Sam menginginkan Jake Livermore dan kawan-kawan memperbaiki semangat serta daya juang. Pendekatan itu dirasa sangat penting selain masalah teknis. Pada laga melawan Aston Villa, West Brom kalah dominan dan hanya melepaskan sekali tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Sementara itu, The Villans menorehkan 10 kali tembakan tepat sasaran. Sam menilai, timnya dilanda frustrasi yang hebat dan tak mampu keluar dari tekanan.

Melawan tim sekelas Liverpool, sulit rasanya jika hanya mengandalkan sisi teknis. Secara materi pemain, The Reds jauh lebih unggul. Di lini depan, Mohamed Salah kian garang. Ia sejauh ini menjadi top skor dengan 13 gol. Sementara lini belakang, meski mulanya sempat khawatir karena ditinggal Virgil van Dijk yang cedera, Klopp mampu menyiasati dengan berbagai cara. Di antaranya dengan menempatkan Fabinho di posisi bek tengah hingga mengandalkan para pemain muda.

Ketimpangan ini membuat Sam Allardyce realistis, meski tetap diselingi rasa optimisme. Apalagi, dari tiga lawatan terakhir Sam Allardyce ke Anfield di ajang Premier League, pelatih berusia 66 tahun itu tak pernah kalah: dua imbang, satu menang.

“Saya tidak mengatakan kami sepertinya akan menang, mengingat rekor yang telah mereka [Liverpool] dapatkan di kandang di ajang Liga Inggris, tetapi kami harus mencoba dan mendapatkan hasil terbaik. Jika kami pergi ke Anfield dan mendapatkan kemenangan, yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja di liga ini, itu akan menjadi pencapaian yang luar biasa.

“Mereka memiliki pemain yang bisa mencetak semua jenis gol. Kami perlu mencoba untuk tampil sekukuh mungkin. Jika kami tetap bersama dalam penguasaan bola, maka kami mungkin bisa membuat Liverpool frustasi,” kata Big Sam.

Sam Allardyce akan kembali bertandang ke Anfield, kali ini bersama West Bromwich Albion, pada Minggu (27/12) pukul 23.30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar