Leicester City vs Man United: Vardy vs Bruno Fernandes, Duel Dua Eksekutor Penalti

Analisis

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Leicester City vs Man United: Vardy vs Bruno Fernandes, Duel Dua Eksekutor Penalti

Kondisi Jamie Vardy berangsur membaik jelang laga Boxing Day melawan Manchester United, Sabtu (26/12/2020). Sebelumnya, penyerang berusia 33 tahun itu mengalami cedera pangkal paha sehingga terpaksa diganti di pengujung pertandingan lawan Tottenham Hotspur pekan lalu.

Situasi ini tentu saja menggembirakan Brendan Rodgers selaku kepala pelatih. Pasalnya, Vardy merupakan andalan di lini depan. Torehan 11 gol hingga pekan 13 Premier League musim ini merupakan yang terbanyak di antara rekan-rekannya, sekaligus membuatnya tetap bersaing di daftar top skor bersama Son Heung-min (11), Dominic Calvert-Lewin (11), dan Mohamed Salah (13).

Jika dirinci, dari jumlah 11 gol itu, enam gol alias lebih dari setengahnya dicetak Vardy melalui titik putih. Ia hanya gagal sekali dalam tujuh kesempatan mengeksekusi penalti. Koleksi golnya dari penalti pun meningkat musim ini. Di ajang Premier League musim lalu, Vardy hanya mencetak empat gol dari lima kali menjadi eksekutor. Untuk diketahui, sejauh ini, The Foxes adalah tim yang memperoleh penalti terbanyak (sembilan kali).

Link streaming pertandingan Premier League: Leicester City vs Manchester United

Melawan Manchester United, peluang Leicester City untuk menghasilkan gol dari penalti cukup terbuka. The Red Devils rerata melakukan 11,9 pelanggaran per laga. Masalahnya, duet bek yang biasanya mengisi lini belakang, Harry Maguire dan Victor Lindelof, menjadi pemain dengan rata-rata pelanggaran terbanyak setelah duet jangkar Scott McTominay dan Fred.

Maka, kehadiran Vardy cukup penting. Pergerakannya di lini depan kerap berbahaya. Kendati usianya telah menginjak 33 tahun, kecepatannya masih bisa diandalkan. Ditambah, semangatnya kerap menggebu. Catatan expected goals (xG) yang menyentuh 0,91 per 90 menit merupakan tertinggi dari pemain lainnya di skuad Leicester City musim ini.

Di kubu lawan, Manchester United punya Bruno Fernandes. Meski posisinya gelandang serang, catatan sembilan golnya di Liga Inggris musim ini adalah yang terbaik di skuad Ole Gunnar Solskjaer. Sama halnya dengan Jamie Vardy, Bruno merupakan eksekutor utama tendangan penalti. Sejauh ini, empat gol telah dilesakkan ke gawang lawan lewat titik putih.

Performa Man United di Premier League pun semakin membaik usai terakhir kali dikalahkan Arsenal, awal November 2020 lalu. Tujuh pertandingan beruntun dilalui tanpa kekalahan — enam menang, sekali imbang. Andai meraih kemenangan, peringkat dua hingga akhir tahun 2020 bisa saja terwujud, belum lagi mereka baru tampil 13 kali di saat para pesaing telah bermain 14 kali.

Melihat perkembangan positif yang dilalui Setan Merah untuk keluar dari situasi sulit, Brendan Rodgers pun mengapresiasi. Eks pelatih Liverpool itu berharap para pemainnya tidak lengah. Terutama karena Marcus Rashford dan kawan-kawan cukup berbahaya, mencatatkan tembakan terbanyak kelima di Premier League setelah Aston Villa, Man City, Liverpool, dan Leeds United.

“Saya pikir Ole [Solskjaer] melakukan pekerjaannya dengan fantastis. [...] Ole telah mengubah klub dari sisi nilai, dan dia ingin mengembangkan para pemain muda. Saya pikir, dia telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ucap Rodgers.

Leicester City dan Manchester United akan saling berhadapan di King Power Stadium pada Sabtu (26/12) pukul 19.30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar