Kilau Jamie Vardy dan Peluangnya Membobol Gawang Liverpool di Anfield

Analisis

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Kilau Jamie Vardy dan Peluangnya Membobol Gawang Liverpool di Anfield

Jamie Vardy boleh datang ke Stadion Anfield, markas Liverpool, dengan sedikit pongah. Ia dapat menjadi protagonis dalam laga pekan kesembilan Liga Inggris 2020/21 antara Liverpool dan Leicester City. Selain telah membuktikan ketajaman dengan delapan gol dari tujuh pertandingan, Vardy juga akan berhadapan dengan The Reds yang tengah bermasalah di lini belakang karena absennya sejumlah pilar.

Momentum ini bisa jadi kesempatan bagi Vardy dan Leicester untuk menyudahi serangkaian hasil minor di Anfield. Terakhir kali The Foxes meraih kemenangan di Anfield pada Mei 2000. Kala itu, Liverpool yang masih dibela nama-nama seperti Jamie Carragher, Michael Owen, hingga Jamie Redknapp kandas lewat dua gol Leicester yang dicetak Tony Cottee dan Phil Gilchrist.

Adapun gol terakhir Vardy di Anfield disarangkan pada 2017 lalu. Namun, satu gol yang dibikinnya tak mampu membawa poin. Meski kebobolan terlebih dulu, dwigol Mohamed Salah membuat Liverpool menang 2-1.

Link streaming pertandingan Premier League: Liverpool vs Leicester City

Anak asuh Brendan Rodgers penuh kepercayaan diri jelang melawat ke Anfield. James Maddison dan kawan-kawan telah menorehkan rekor terbaik dari delapan laga awal Premier League, mengoleksi 18 poin hasil enam kali menang dan dua kali kalah. Pada musim 2015/16, ketika Leicester menjadi juara, mereka hanya menorehkan 15 poin hasil dari delapan pertandingan awal dengan catatan empat kali menang, tiga kali seri, dan sekali kalah. Sedangkan musim lalu, hingga pekan kedelapan, Leicester mencatatkan 14 poin.

Dua kemenangan tandang melawan tim kuat macam Manchester City (2-5) dan Arsenal (0-1) menjadi indikasi bahwa The Foxes mampu mengalahkan tim-tim langganan enam besar Liga Inggris.

“Kami pergi ke mana pun untuk mendapatkan hasil terbaik. Tidak masalah apakah itu melawan Liverpool, Man City, atau Man United. Nama-nama itu tidak berarti apa-apa bagi kami, kami melihat kinerja kami dan mencoba memberikan yang terbaik,” kata bek Leicester, Christian Fuchs.

“Brendan [Rodgers] dan staf pelatih melakukan tugasnya dengan baik untuk benar-benar menunjukkan kepada kami apa kekuatan tim dan apa kelemahan tim, dan untuk bersiap menghadapi lawan mana pun,” imbuhnya.

Bertumpu pada Vardy

Meski usianya tidak muda lagi, kemampuan Jamie Vardy, terutama dari segi kecepatan dan pengalamannya, bakal menjadi tumpuan Leicester. Namun, meski menjadi andalan, butuh kerja sama dari para pemain lain untuk mengurai konsentrasi bek lawan. Vardy sendiri terhitung belum terlalu klinis dalam skema open play; lima dari delapan gol Vardy musim ini diciptakan lewat penalti.

“Mengenai Vardy, dia pemain yang tangguh untuk dilawan. Kecepatannya sungguh luar biasa. Dia adalah ancaman besar. Dia bertaruh dengan cara yang baik di baris terakhir [lini pertahanan]. Level teknisnya juga sangat bagus. Vardy adalah pemain yang baik. Melawan dia merupakan sebuah tantangan,” kata Juergen Klopp seperti dikutip Metro.

Melawan Liverpool yang tak akan diperkuat Virgil van Dijk, Joe Gomez, hingga Alexander Arnold, ditambah cederanya Jordan Henderson, akan menjadi kesempatan bagus bagi Leicester guna merengkuh tiga poin. Apalagi rekor kebobolan The Reds juga sangat mengkhawatirkan. Mereka telah kemasukkan 16 gol, kedua terburuk setelah West Brom dan Leeds United (17 kebobolan).

Pulihnya Fabinho untuk ditempatkan di jantung pertahanan belum menjadi solusi terbaik. Kendati sempat beberapa kali tampil apik, tak jarang pula penggawa asal Brasil itu terlihat ceroboh dalam mengambil keputusan. Hal itu bisa dipantau ketika Liverpool kebobolan dari Sheffield United pada pekan keempat. Diawali pelanggaran dari Fabinho kepada Oliver McBurnie di kotak terlarang, tim tamu bisa mencetak gol lewat titik putih.

Sejauh ini, Liverpool memang kerap tampil impresif kala melawan Leicester City di ajang Premier League. Dari sembilan pertemuan terakhir, The Reds meraih enam kemenangan, sekali imbang, dan dua kali kalah. Namun, dengan performa yang ditunjukkan Leicester dan Jamie Vardy awal musim ini, peluang The Foxes untuk memutus rekor tersebut terbuka lebar.

Tayangan langsung semua pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar