Edouard Mendy, Kepingan Terakhir Chelsea?

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Edouard Mendy, Kepingan Terakhir Chelsea?

Pada 24 Oktober 2020, Chelsea melawat ke Old Trafford. Kunjungan ini membangkitkan kenangan buruk bagi Frank Lampard. Di partai debut Premier League-nya sebagai manajer, 11 Agustus 2019, Lampard menyaksikan tim asuhannya dibantai Manchester United 4-0.

Namun skuad Lampard di Oktober 2020 berbeda dengan Agustus 2019. Chelsea menggelontorkan dana besar untuk belanja pemain. Timo Werner, Hakim Ziyech, Ben Chilwell, dan Kai Havertz datang ke Stamford Bridge. Seorang kiper, Edouard Mendy, juga didatangkan dari Stade Rennais—klub Petr Cech sebelum direkrut The Blues.

Mendy dipasang sebagai starter saat menghadapi Man United. Masa adaptasinya cukup mengesankan Lampard. Sebelum Old Trafford, kiper berusia 28 tahun itu tampil apik dalam tiga pertandingan lawan Tottenham Hotspur, Crystal Palace, dan Sevilla.

Link streaming pertandingan Premier League: Arsenal vs Chelsea

Mendy diberi kesempatan untuk menegaskan klaimnya sebagai kiper utama Chelsea, menggantikan Kepa Arrizabalaga. Meski menorehkan nirbobol di debut Liga Inggris lawan Crystal Palace, level tantangannya berbeda di Old Trafford.

Pada awal laga, eks kiper Rennes itu sempat terlihat gugup. Umpan lateralnya ke Thiago Silva tak tepat sasaran dan hampir merugikan Chelsea. Dalam situasi pressing yang longgar, umpannya tak menemui Thiago dan justru hampir masuk gawang sendiri.

Namun, Mendy berhasil mengendalikan diri dan fokus bermain. Ia kemudian membuat penyelamatan hebat. Marcus Rashford menerimpa umpan terobosan dan mendapat ruang tembak dari jarak dekat. Mendy tetap tenang, menunggu Rashford menembak dan refleksnya sigap menghalau bola dengan kaki kanan. Peluang emas Setan Merah gagal.

Setelah Rashford, giliran Juan Mata yang memaksa Mendy melakukan penyelamatan hebat. Gelandang asal Spanyol itu melepaskan tembakan keras dari depan kotak penalti. Tembakan yang mengarah ke sudut gawang itu dihalau Mendy.

Pada babak kedua, kiper Tim Nasional Senegal tersebut kembali membuat penyelamatan krusial. Rashford, yang mendapat bola di garis batas kotak penalti, melepaskan tembakan melengkung ke sudut gawang. Mendy bereaksi tepat waktu, melompat ke samping dan menghalau tembakan keras Rashford.

Total, Mendy membuat empat penyelamatan dalam laga itu. Performa krusialnya mendapat pujian dari Lampard. Berkat Mendy, The Blues mendapat satu poin.

“Dia [Mendy] membuat penyelamatan yang membantu kami, dan jika kami kebobolan gol di laga itu, pertandingan akan berjalan sulit bagi kami. Melawan Manchester United, khususnya penyelamatan lawan Rashford di babak pertama dengan kaki, adalah penyelamatan jempolan,” ucap Lampard.

Jika Kepa yang tampil lawan United, akankah hasilnya beda? Sejauh ini, karier eks kiper Athletic Bilbao itu berjalan ironis di Chelsea. Datang sebagai kiper termahal sedunia, Kepa justru tak jarang membuat kesalahan elementer yang merugikan timnya.

Kesalahan Kepa beragam, mulai dari salah umpan, ball-watching kala umpan silang, hingga bereaksi secara keliru saat menghadapi tembakan. Musim lalu, persentase penyelamatan Kepa di Liga Inggris hanya mencapai 54%, total kebobolan 47 gol dari 33 pertandingan.

Kedatangan Mendy jelas mengancam posisi Kepa. Apalagi, tak seperti Kepa, Mendy sejauh ini berhasil memenuhi fungsi esensialnya sebagai shot-stopper; peran tradisional kiper yang kadang menjadi margin tipis antara kalah dan menang.

Lini pertahanan memanglah problem berkelanjutan Chelsea era Lampard. Tapi, sejauh ini, lini belakang The Blues jauh lebih baik kala Mendy bermain. Dari tujuh pertandingan lintas kompetisi, Mendy hanya kebobolan sekali dan menorehkan enam nirbobol.

Dalam tujuh laga tersebut, mereka menghadapi 14 tembakan ke gawang. Tapi semua peluang itu memiliki nilai PSxG (post-shot expected goals) hanya sejumlah 2,3. PSxG adalah metrik guna mengukur seberapa besar probabilitas peluang berujung gol berdasarkan kemampuan rata-rata kiper.

Ketika Mendy tidak bermain, lini belakang Chelsea cenderung compang-camping. The Blues melakoni lima pertandingan tanpa Mendy di bawah mistar. Hasilnya, anak asuh Lampard dihantam 26 tembakan tepat sasaran dengan nilai PSxG mencapai 5,7. Chelsea pun kebobolan sembilan gol dari lima pertandingan itu.

Di atas kertas, performa Mendy amat signifikan dan jauh lebih baik dari Kepa. Sejauh ini, Mendy total membuat 87% penyelamatan dari semua tembakan yang dihadapi.

Performa Mendy pun mengingatkan Chelsea akan masa awal kiper legendarisnya, Petr Cech. Mendy adalah kiper The Blues pertama sejak 2004 yang mampu menorehkan nirbobol di tiga laga awal Liga Inggris. Kiper terakhir Chelsea yang melakukannya sebelum Mendy? Cech.

Pada Minggu (8/11/2020) besok, Mendy berpeluang menorehkan nirbobol keempat. Jika berhasil, ia akan melampaui rekor Cech dan menyamai rekor nirbobol di empat laga awal Premier League yang dipegang Alex Manninger, Jose Manuel Reina, dan Anders Lindegaard.

Kesan awal memang menunjukkan bahwa Mendy adalah sosok penerus Cech yang tepat. Namun, tetap saja terlalu dini untuk menilainya secara komprehensif. Apabila mampu konsisten, Mendy akan menjadi kepingan terakhir yang dibutuhkan Lampard untuk membangun skuad Chelsea impiannya.

Tayangan langsung semua pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar