Bagaimana Union Berlin Membagi Rata Tugas Mencetak Gol

Analisis

by Gilang Ramadhan

Gilang Ramadhan

Dapat disenggol lewat twitter @gilangdan

Bagaimana Union Berlin Membagi Rata Tugas Mencetak Gol

Dua tahun terakhir terasa sangat menyenangkan bagi Union Berlin dan segelintir orang yang berasosiasi dengan mereka. Setelah mampu promosi ke Bundesliga 1 untuk kali pertama, pada 2019, mereka sanggup bertahan di divisi tertinggi. Bahkan, Eisern Union hanya kalah selisih gol dari tetangganya, Hertha Berlin di papan tengah klasemen akhir Bundesliga 2019/20.

Di Bundesliga musim ini, Union mengawali musim dengan kekalahan 1-3 dari Augsburg. Namun, Max Kruse dan kawan-kawan sukses mengumpulkan enam poin dari empat pekan terakhir. Saat ini, Union bertengger di peringkat 12 klasemen, mengungguli Hertha (peringkat 15 dengan tiga poin).

Tanpa adanya top skor musim lalu, Sebastian Andersson yang hijrah ke FC Koeln, Union Berlin sudah mencetak delapan gol di Bundesliga 2020/21. Dengan periode lima pekan perdana, jumlah tersebut lebih banyak tiga gol dibanding catatan musim lalu. Delapan gol itu dicetak oleh tujuh pemain berbeda; hanya RB Leipzig (delapan pencetak gol berbeda) yang pembagian tugas mencetak golnya lebih merata.

Link streaming TSG Hoffenheim vs Union Berlin

Perkembangan pesat Union tidak lepas dari peran penting sang pelatih, Urs Fischer. Sebelum memutuskan pindah ke Union pada 2018 silam, Fischer sukses bersama FC Basel. Eks bek Timnas Swiss tersebut membawa klub ibukota memenangi Liga Swiss dua kali beruntun (2016-2017).

Salah satu penyebab beragamnya para pencetak gol Union Berlin musim ini adalah taktik set piece yang diusung Fischer. Fischer memanfaatkan betul postur tinggi para pemainnya, termasuk Marvin Friedrich dan Nico Schlotterbeck. Ada 11 pemain Union yang tingginya lebih dari 187 cm.

Tiga dari dua gol mereka musim ini berasal dari situasi bola mati dan semuanya dicetak oleh pemain bertahan — dua dari Friedrich, sisanya oleh Schlotterbeck. Hanya Borussia Dortmund (5), tim Bundesliga musim ini yang memiliki jumlah gol lebih banyak dari set piece.

Fischer sadar bermain dengan garis pertahanan tinggi atau permainan terbuka tidak akan menguntungkan timnya. Musim perdananya di Bundesliga, 41% dari total 41 gol yang dicetak Die Eisernen berasal dari situasi bola mati.

Lain itu, skema 3-4-2-1 atau 4-1-4-1 yang diusung Fischer juga sangat berbahaya kala menyerang dari lini sayap. Union (23) merupakan tim dengan rata-rata jumlah crossing terbanyak ketiga di Bundesliga musim ini, hanya kalah dari Bayern Muenchen (25) dan Eintracht Frankfurt (24).

Kapten sekaligus fullback kanan Christopher Trimmel menjadi sosok sentral saat Union melakukan transisi menyerang. Selain sudah mencetak tiga asis, Trimmel merupakan pemain Union yang paling banyak melepas umpan silang (1,6 per laga).

Kekuatan utama tim racikan Urs Fischer adalah lini pertahanannya. Union menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit di Bundesliga 2 2018/19 (33). Di antara sembilan peringkat terbawah Bundesliga 1 2019/20, mereka juga yang terbaik dalam hal kebobolan (58). Musim ini, bersama Bayer Leverkusen, RB Leipzig, serta Borussia Dortmund, gawang Andrea Luthe paling minim mendapat ancaman.

Keunggulan-keunggulan tersebut bakal menjadi senjata Union melawat ke markas Hoffenheim pada Selasa (3/11) 02:30 WIB. Tetapi Union mendapat kabar buruk jelang laga ini. Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Fischer mengatakan bahwa kondisi Trimmel diragukan untuk bermain. Padahal, Union sudah kehilangan Schlotterbeck karena cedera.

Pengganti Sebastian Andersson, Max Kruse, bakal menjadi komando di lini serang. Sejak dimainkan sebagai starter pada Spieltag 3, pemilik 255 penampilan di Bundesliga itu telah menyumbang satu gol dan satu asis. Kruse juga berbekal catatan tujuh gol dari 14 kali kesempatan berjumpa Hoffenheim sepanjang kariernya.

Seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, beserta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar