Freddie Ljungberg Pilihan Paling Masuk Akal Untuk Arsenal

Analisis

by Adrianus Eduard Johanes

Adrianus Eduard Johanes

"Losing my religion to football"

Freddie Ljungberg Pilihan Paling Masuk Akal Untuk Arsenal

Akhirnya Unai Emery resmi didepak dari kursi manajer Arsenal. Gagal meraih kemenangan di tujuh laga terakhirnya –empat seri dan tiga kali kalah-, era pertama pasca kepergian Arsene Wenger berakhir prematur. Emery hanya memimpin the Gunners di 78 pertandingan, meraih 43 kemenangan, 15 kali berbagi angka, dan menelan 20 kekalahan. Sebagai gantinya, ikon asal Swedia sekaligus anggota dari tim ‘Invicible’ 2002/2003, Freddie Ljungberg, ditunjuk sebagai kepala pelatih sementara.

Ljungberg sudah cukup lama terlibat di tim pelatih the Gunners. Mulai dari menjadi manajer akademi (Januari 2016 – Februari 2017), naik ke tim U23 (Juli 2018 – Agustus 2019), hingga dipilih menjadi asisten Emery di awal musim 2019/2020. Namun, efek Ljungberg sebenarnya sudah mulai terlihat sejak periode terakhir Wenger di Stadion Emirates.

Ketika itu, Sang Profesor mulai melibatkan gelandang muda asuhan Ljungberg, Charlie Gilmour di latihan tim senior. Akan tetapi, Gilmour baru debut bersama tim senior the Gunners saat Gilmour datang. Selain Gilmour, Zech Medley, Julio Pleguezuelo, Emile Smith Rowe, dan Bukayo Saka juga mendapat peluang di tim senior arahan Emery. Semuanya adalah pemain binaan Ljungberg.

Rowe dan Saka mungkin menjadi dua nama yang paling menonjol dari lima pemain binaan Ljungberg yang sudah tampil untuk tim senior. Keduanya pun mengakui bahwa Ljungberg berperan besar dalam perkembangan karier mereka. “Bekerja dengan legenda seperti Freddie [Ljungberg] adalah pengalaman luar biasa. Anda belajar banyak dari dia dan semua pemain Arsenal U23 merasa senang dapat memiliki pengalaman seperti ini,” kata Rowe.

“Saya sering kesulitan untuk memahami perkataan Emery. Akhirnya saya lebih banyak berkomunikasi dengan Ljungberg. Ia bisa berbahasa Inggris dengan baik dan dulu dirinya bermain di posisi yang sama seperti saya. Dirinya banyak memberikan saya saran selalu mengingatkan untuk jadi sosok yang rendah hati. Saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi dari Ljungberg,” tambah Saka. “Saya percaya pemain-pemain akademi Arsenal memiliki talenta spesial dan kami siap untuk menaklukkan dunia,” tegas pemain keturunan Nigeria tersebut.

Saksikan debut manajerial Ljungberg melalui aplikasi, parabola, dan Polytron Streaming Mola TV

Ljungberg mungkin belum punya pengalaman sebagai manajer tim senior. Mantan penyerang Arsenal, John Hartson (1995-1997) pun mempertanyakan keputusan direksi klub menunjuk Ljungberg sebagai pengganti Emery. “Ljungberg jelas sangat banyak membantu Emery dengan duduk diam selama 90 menit,” sindir Hartson melalui sosial media miliknya. “Seharusnya Anda bisa banyak memberikan saran jika tahu ada yang salah dengan tim,” tambah mantan pemain Tim Nasional Wales tersebut.

Hartson seperti mengatakan bahwa jika Emery gagal, Ljungberg juga merupakan salah satu faktor dari kegagalan tersebut. Mengingat Ljungberg adalah asisten, tangan kanan dari Emery, asumsi ini tidaklah salah. Akan tetapi, Emery sendiri sebenarnya sudah lama dikenal sebagai pelatih yang jarang menjaga keharmonisan tim. Kehadiran Ljungberg di ruang ganti mungkin jadi alasan utama mengapa the Gunners masih bisa menjaga kekompakan mereka.

Menurut Mirror, Ljungberg mungkin hanya akan menangani the Gunners hingga Februari 2020. Dengan PaddyPower menjagokan Massimiliano Allegri dan Nuno Espírito Santo sebagai calon pengganti Emery yang sesungguhnya. Entah sampai kapan Ljungberg menangani tim senior Arsenal, yang jelas Norwich City (1/12) akan menjadi tantangan pertamanya.

Dari 16 pertemuan antara the Gunners dengan Norwich di Liga Primer Inggris, kubu London Utara hanya pernah menelan dua kekalahan. The Cannaries tidak pernah menang melawan Arsenal dalam lima partai terakhir mereka. Ljungberg sendiri juga tidak pernah melihat Arsenal kalah dari Norwich selama masih aktif bermain. Dari dua pertemuannya melawan the Cannaries, Ljungberg selalu berhasil membantu rival Tottenham Hotspur tersebut meraih kemenangan. Terlibat dalam tiga dari delapan gol yang dicetak the Gunners pada musim 2004/2005.

Jika Ljungberg berhasil membangkitkan performa Arsenal, bukan tidak mungkin dirinya mendapatkan kontrak permanen dari direksi klub. “Ljungberg adalah pilihan yang paling masuk akal. Dirinya adalah mantan pemain Arsenal dan sudah terlibat di dalam ruang ganti sejak lama. Pemain-pemain mengenal dirinya. Dia memang masih muda dan tentu masih banyak yang harus dipelajari dari dunia manajerial. Akan tetapi ini adalah peluang besar untuk Ljungberg,” kata Matt Upson yang pernah bermain dengan Ljungberg di Arsenal dan West Ham United.

Saksikan upaya Ljungberg membangkitkan gairah the Gunners di Carrow Road -kandang Norwich- dengan menggunakan aplikasi, parabola, atau Polytron Streaming Mola TV pada 1 Desember 2019, pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini juga disiarkan oleh TVRI.

Komentar