Cara Mourinho Membungkam Publik Saat Debut Bersama Tottenham Hotspur

Analisis

by Adrianus Eduard Johanes

Adrianus Eduard Johanes

"Losing my religion to football"

Cara Mourinho Membungkam Publik Saat Debut Bersama Tottenham Hotspur

Debut mengasuh Tottenham Hotspur (23/11), Jose Mourinho langsung membungkam semua ekspektasi negatif yang diberikan kepada dirinya. Mourinho sebelumnya tidak pernah meraih kemenangan di partai pertamanya bersama kesebelasan baru jika datang pada tengah musim. Benfica dan FC Porto tumbang ketika pertama kali diasuh Mourinho. Sementara Uniao de Leiria hanya bermain imbang saat Mourinho debut. Tapi, the Special One berhasil mengangkat Tottenham ke 10 besar Liga Primer Inggris 2019/2020 dengan kemenangan 3-2 atas West Ham United (23/11).

Melihat kolom mention Twitter Pandit Football, ketika Mourinho ditunjuk sebagai pengganti Mauricio Pochettino. Banyak yang mengatakan bahwa gaya permainan Tottenham akan mengalami perubahan. Mengikuti ‘ciri khas’ Mourinho: PARKIR BIS! Setidaknya, ada 31 komentar terkait penunjukan Mourinho yang merasa the Lilywhites akan bermain bertahan di bawah arahan nakhoda asal Portugal tersebut.

Highlights pertandingan West Ham United vs Tottenham Hotspurs

“Spur yang selama ini main menyerang dan enak ditonton akan drastis berubah menjadi kang parkir. Menjadi kang parkir adalah jalan ninjaku, Mourinho,” tulis https://twitter.com/LordTonyStark_/status/1198106414964604930">@LordTonyStark_. “Kiper Gazzaniga, tiga bek Verthongen, Sanchez dan Alderweireld. Gelandang jangkar dua, Dier dan Wanyama. Gelandang diisi Alli, Rose, Ndombele, Sissoko dan Aurier. Penyerang antara Son atau Kane. Mourinho akan parkir bis di laga awal nanti menggunakan lima bek,” kata Muhammad Wildanun coba memprediksi susunan pemain the Lilywhites kontra West Ham United lewat akun https://twitter.com/DanunMuseLim/status/1197078919616184320">@DanunMuseLim.

Tapi kenyataannya, Tottenham tampil menyerang di pertandingan pertama mereka bersama Mourinho. Mereka menciptkan 15 peluang, menguasai 52,9 persen aliran bola, dan tujuh kali mendapatkan sepak pojok. Meski penguasaan bola Tottenham lebih tinggi saat melawan Sheffield United (9/11) bersama Pochettino, Dele Alli dan kawan-kawan lebih rajin menciptakan peluang ketika melawan the Hammers dibandingkan tiga pertandingan Liga Primer Inggris terakhir mereka.

Menggunakan formasi 4-2-3-1 di atas kertas, Tottenham sebenarnya bermain dengan sistem 3-2-5 pada pertandingan debut Mourinho. Ben Davies yang mengisi pos bek kiri lebih main ke tengah. Sementara Serge Aurier yang ditempatkan sebagai bek kanan lebih maju membantu serangan jadi penyerang sayap. Hanya Eric Dier dan Harry Winks yang dipercaya sebagai jangkar tetap ada di tengah menjaga kestabilan lapangan. Sementara Alli, Son Heung-Min, dan Lucas Moura menusuk lebih ke depan membantu Kane memberi tekanan kepada pertahanan West Ham.

Memaksimalkan kecepatan dan umpan-umpan terobosan dari lini tengah, Tottenham sukses memecah pertahanan West Ham. The Hammers sendiri hanya bisa membalas dari peluang setengah matang yang didapat Michail Antonio dan sundulan Angelo Ogbonna memanfaatkan sepak pojok pada menit-menit akhir pertandingan.

Apa yang diterapkan Mourinho pada laga pertamanya bersama Tottenham memang tidak sempurna. Mereka masih rentan menghadapi seragan balik, dan beberapa kebingungan mengambil posisi saat bertahan. Semua adalah risiko dari taktik Mourinho yang menggunakan sayap timpang, berat di kanan.

Akan tetapi, Mourinho sudah memperlihatkan sebuah cara untuk memperbaiki performa Tottenham yang redup di 2019/2020. Ia memberikan Alli dan Moura kebebasan di lini kedua, Son dapat dengan leluasa memaksimalkan kecepatannya, dan paling penting adalah Kane tidak lagi terbebani di lini depan.

Ini jauh dari kata ‘parkir bis’ yang selalu identik dengan Mourinho. The Special One pun peka akan asumsi public yang selalu melihat dirinya sebagai sosok dengan pemikiran defensif. “Ini adalah cara bermain saya. Saya ingin terus melakukannya. Saya berharap kalian [media] tidak mengerti dan tak terlalu membicarakan hal ini. Pemain-pemain Tottenham bisa main di berbagai posisi. Mereka sangat adaptif. Nanti, saat semua ini sudah selesai barulah saya memarkir bis Jose Mourinho,” ungkap pelatih asal Portugal tersebut.

Jelas butuh waktu lama untuk menghapus stigma ‘parkir bis’ dari diri Mourinho. Akan tetapi dirinya memperlihatkan bahwa ia bisa berevolusi, beradaptasi, sesuai kebutuhan. Setidaknya di laga pertama bersama Tottenham (23/11), Mourinho telah memberikan harapan untuk suporter the Lilywhites.

Cuplikan pertandingan antara West Ham United dan Tottenham Hotspur (23/11) dapat disaksikan melalui Mola TV.

Komentar