Menghargai Sergio Aguero

Analisis

by Evans Edgar Simon

Evans Edgar Simon

Death. Glory. Rock n Roll. Kontributor Pandit Football Indonesia.

Menghargai Sergio Aguero

Sergio Aguero selalu diandalkan di lini depan Manchester City sejak direkrut dari Atletico Madrid pada 2011. Ia menjadi top skorer sepanjang masa klub (237 gol) dan mengoleksi sembilan titel juara. Namun, kenapa Ia tidak pernah benar-benar masuk dalam pembicaraan daftar pemain terbaik?

Jangan terburu-buru berbicara skala dunia. Bahkan, untuk masuk ke Tim Terbaik Tahunan Premier League saja, Aguero harus menunggu selama tujuh tahun.

Padahal, sepanjang kariernya merumput di Inggris, Aguero tidak pernah mengakhiri musim dengan jumlah gol di bawah dua digit. Hanya musim 2012/13 (12 gol) dan 2013/14 (17 gol) jumlah golnya di bawah 20.

Ada beberapa kemungkinan yang bisa diterima: Pertama, Aguero berada di sebuah tim penuh bintang. Kontribusinya bisa mudah terabaikan jika melihat penampilan pemain-pemain Man City yang lain. Kedua, permaiannya tidak mencolok.

Kun - julukan Aguero - memang bukan sekadar penyerang `tap in`. Ia bisa menggocek satu-dua lawan, fisik kuat untuk beradu badan, tidak egois, juga sundulan yang tidak terlalu buruk bagi pemain dengan postur tergolong pendek bagi seorang penyerang (173 cm).

Bagaimanapun, Kun tetap bukanlah pemain dengan gaya magis. Pergerakannya dengan bola tidak sampai membuat jantung suporter lawan berdegup kencang, misalnya seperti Thierry Henry atau Cristiano Ronaldo. Ia kalah tersorot jika dibanding dengan kompatriot satu timnya, sebut saja David Silva, Raheem Sterling, Kevin De Bruyne, atau bahkan Yaya Toure pada sebuah musim.

Aguero sendiri agaknya tidak terlalu peduli dengan urusan gelar individu semacam ini. Ia tidak pernah berbicara banyak kepada media, meski kemungkinan besar hal itu karena Ia masih kurang fasih berbahasa Inggris. Apapun, pada akhirnya, adalah statistik yang membuat orang-orang sulit untuk tidak memberikan perhatian; juga pengakuan.

Kun sudah berusia 31 tahun. Usia yang jelas sudah tidak terlalu muda untuk tetap bersaing di level permainan tertinggi sekelas dan sekeras Premier League. Nyatanya, Ia justru mampu menjadi top skorer sementara liga dengan enam gol (plus satu asis).

Satu dari enam gol yang telah dicetak Aguero musim ini adalah ke gawang Tottenham Hotspur. Ia memang bukan tipe pemain yang sering hilang dalam pertandingan-pertandingan penting. Terhitung sejak 2011-12, Ia adalah pemain paling produktif ketika menghadapi tim enam besar dengan 44 gol dalam 67 laga.

Saksikan cuplikan pertandingan Manchester City Musim ini (link)

Pemain yang lahir di Buenos Aires, Argentina itu juga memiliki efisiensi gol terbaik sepanjang sejarah Premier League. Ia rata-rata mencetak satu gol setiap 107 menit.

Dengan total 170 gol sejauh ini, Aguero hanya terpaut lima gol dari Henry dalam daftar top skorer Premier League sepanjang masa. Jika menyamai rekor Alan Shearer (260 gol) dan Wayne Rooney (208) terlalu sulit, nampaknya mencuri peringkat ketiga dari Andy Cole (187) masih terbilang realistis.

Misi Aguero tersebut akan berlanjut ketika Man City bertandang ke Carrow Road untuk menghadapi Norwich City pada Sabtu (14/09) ini. Jika mampu kembali mencetak gol, maka Aguero akan menjadi pemain ketiga yang mencetak dalam lima laga pembuka Premier League berturut-turut, setelah Jose Antonio Reyes (Arsenal) pada 2004/05 dan Rooney (Manchester United) pada 2011/12.

Seandainya pun Aguero gagal mencatatkan namanya di papan skor, para suporter The Citizens boleh tetap percaya diri untuk mengemas tiga poin. Skuat mereka tetap terlalu kuat bagi Norwich.

Seperti yang sudah dibahas di atas, Man City bukan hanya tentang Aguero. Sterling total telah mencetak lima gol di Premier League sejauh ini (terbanyak kedua, bersama dengan Teemu Pukki).

Untuk urusan kreativitas serangan, serahkan kepada De Bruyne dan Silva. Mereka menguasai dua peringkat teratas daftar pencetak asis terbanyak dengan lima asis dan empat asis.

Meski bola itu bundar dan ada Pemain Terbaik Premier League bulan Agustus, Teemu Pukki, yang telah mencetak lima gol, rasanya tetap sulit membayangkan The Canaries bisa membuat kejutan berarti dalam laga nanti. Mereka adalah tim yang paling mudah ditembus sejauh ini melalui open-play (54 tendangan) dan telah kemasukan sembilan gol (terbanyak di Premier League).

Adapun skuat asuhan Pep Guardiola justru merupakan tim yang paling berbahaya melalui open-play. Mereka melepaskan 62 tembakan dan 13 di antaranya berujung gol (terbanyak di Premier League).

Saksikan pertandingan antara Norwich melawan Man City pada akhir pekan (14/09) ini, pukul 23.30 WIB, hanya di MOLA Polytron Streaming.

Komentar